Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Orang Ketiga


__ADS_3

"Stop!!"


"Apa apaan ini??"


Bagas yang sudah sampai di ruangan Velia segera memisahkan dua laki laki yang saat ini ingin kembali bertengkar, namun...tenaga Bagas kalah dengan dua laki laki itu yang kini sedang emosi.


"Vika.... pegangin Gery!!"


Vika yang juga baru saja masuk, langsung kaget mendapati Gery dan Bara ingin saling memukul, apalagi wajah mereka yang sudah babak belur dan hilang ketampanan nya.


Vika pun yang mendengar perintah Bagas, langsung saja ikut memegangi Gery, sementara Bagas memegang Bara.


"Kalian apa apaan??"


Velia yang sudah sedikit lega, setelah kedatangan Bagas juga Vika, turun dari ranjang pelan pelan, ia kemudian menghampiri Bara dan juga Gery.


"Yank hati hati, tiduran saja....ini urusan laki laki.", ucap Bara yang merasa kasihan dengan Velia yang saat ini sudah turun dengan memegang infus di tangan nya.


"Tutup mulut mu!! jangan pernah panggil Velia dengan kata kata itu, Vee adalah calon istri ku!!", bentak Gery tidak terima.


Jelas saja ia tidak terima, Gery sendiri tidak mau melepaskan Vee, dan akan menikahinya Velia apapun kondisinya, meskipun Vee sudah di jamah oleh Bara sekalipun ia tidak perduli.


"Hahaha .... calon istri?? mimpi kamu?? aku adalah calon suaminya, dan aku juga sudah melakukan malam pertama dengan Velia, dan tentu saja di dalam rahim Velia kini sudah ada calon anak ku!!"


"Dan perlu kami ketahui lagi, lima hari lagi kita akan menikah, jadi...jangan ganggu istri ku.!"


Bara dengan penuh percaya diri mengatakan itu kepada Gery, tujuan nya hanya satu supaya Gery menyerah dan tidak mengusik hubungan nya dengan Velia lagi.


'Apa??? jadi...Bara memperkosa Velia supaya Vee gagal menikah dengan Gery dan juga agar dia dapat menikahi Vee, astaga Bara...aku enggak nyangka kalau kamu senekad itu.', batin Vika.


Yah, saat ini terjawab sudah mengapa Gery datang marah marah ke kantor tadi dan ingin bertemu dengan Bara, dan juga tidak hadirnya Bara di kantor selama beberapa hari ini, rupanya selain memperkosa Velia, Bara juga sudah mempersiapkan pernikahan.

__ADS_1


"Kau!!"


Gery yang tidak suka jika Bara mengatakan itu, lagi lagi tangan nya ingin memukul Bara, hatinya sakit ketika mendengar kata kata itu.


Apalagi melihat Velia yang kini sudah berlinangan air mata, dan bisa dipastikan kalau Vee begitu menderita dengan kejadian yang dialami nya.


"Jangan Ger. ..itu tidak akan menyelesaikan masalah.", tahan Vika.


Vika menahan tangan Gery yang ingin memukul kembali Bara, walaupun ia tau bagaimana sakit nya jadi Gery dan tau kalau Bara lah yang bersalah di sini, tetapi.. dengan adu kekuatan.. itu tidak akan menyelesaikan masalah, malahan akan menambah masalah saja.


"Lepaskan aku Vik, biar aku bunuh laki laki brengseekkk itu!!", teriak Gery lagi..


Ia tidak rela jika Velia di sakiti oleh Bara, dan juga tidak rela jika Bara menikahi Velia, meskipun laki laki itu sudah mendapatkan apa ia mau dari Velia.


"Hahaha....kamu ingin membunuh ku??? silahkan...aku tidak takut!!", tantang Bara dengan sombongnya.


Entah setan apa yang merasuki nya saat ini, yang membuat putra sulung Brylliant Buminegara itu menjadi sombong.


Tangan Gery terus meronta untuk di lepaskan....sekali tarikan saja dan Gery bisa lolos, Bara akan habis saat ini juga , karena kekuatan Gery sangatlah besar jika di bandingkan dengan Bara yang tidak ada apa apanya.


"Hahaha.... sekalipun kamu memukul ku ataupun membunuh ku, Vee tetapi menjadi milikku, dan aku lah orang yang pertama kali menyentuh nya, tidak kamu!!"


"Kau!!"


"Brengseekkk!!"


Gery maju dan ingin merobek mulut Bara, tetapi tangan nya masih di pegang oleh Vika, dan juga tangan Bagas yang memegang Bara dan berusaha untuk menjauhkan dari Gery.


"Cukup!! sudah cukup!! dan tolong hentikan!!"


Velia yang sudah geram dan kepala nya tambah pusing, langsung saja berteriak...ucapan Bara sungguh membuat nya terluka dan tidak punya harga diri lagi sebagai seorang wanita.

__ADS_1


Velia yang sudah berlinangan air mata, melihat ke arah Bara dan Gery secara bergantian...ada rasa kasihan dengan kedua laki laki itu yang wajahnya sudah babak belur karena nya.


Dan setelah puas melihat kedua laki laki dengan tampang semrawut itu , Vee menatap tajam ke arah Bara.


"Bar....tolong keluar sebentar, aku mohon....aku ingin bicara empat mata dengan Gery....",


Pinta Velia dengan tulus. Bukan hanya ingin berbicara empat mata saja, tetapi....ia juga ingin menjauhkan Bara dari Gery, karena Vee tau kalau Gery sangat emosi sekarang dan bisa membunuh Bara, jika Bara terus saja ngoceh tentang kejadian memalukan itu.


Bara menggeleng, di dalam pikiran nya tidak mau membiarkan Vee dan Gery dalam satu ruangan, apalagi hanya berdua saja....Bara tidak rela dan tidak Ikhlas...ia yang sudah mengklaim Velia adalah calon istri nya, apalagi sudah memiliki Velia seutuhnya...tidak akan membiarkan sang mantan bersama dengan calon istri nya.


"Aku tidak mau yank, aku tidak bisa membiarkan kamu berdua dengan dia!!", tunjuk Bara ke arah Gery, yang membuat Gery geram seketika.


"Apa?? Velia calon istri ku, jadi terserah aku kalau mau berdua dengan nya..",


Gery pun tidak mau kalah, kalau seperti ini tidak akan ada habis habis nya drama antara Bara dengan Gery yang memperebutkan Velia, karena kedua nya sama sama tidak mau mengalah.


"Astaga kalian....bisa tenang sedikit enggak??"


Bagas ikut bersuara, sedari tadi hanya menyimak Bara dan Gery yang saking melempar ucapan, untung saja lantai lima ini adalah ruangan yang sepesial jadi tidak banyak orang yang akan ada di lantai ini.


"Enggak!!", jawab Bara dan Gery bersamaan.


Kedua nya kompak untuk tidak mau saling tenang apalagi saling mengalah.


"Bara... please... keluar lah dulu...aku harus bicara dengan Gery....", ucap Velia lagi dengan nada yang sudah melemah, seperti nya ia sudah kehabisan tenaga untuk menghadapi kedua laki laki itu, terutama Bara.


Melihat Velia memohon dengan isakan tangis yang membuat Bara tidak tegas akhir nya Bara mengangguk meskipun ia tidak rela jika Vee bersama dengan Gery, ia takut kalau Vee akan berubah pikiran dengan adanya Gery bersama nya, karena Bara juga tau kalau Gery akan menerima Velia apa adanya, meskipun Vee mengandung anak nya, tetapi....


"Tapi...aku tidak ingin hanya kamu dengan Gery saja yank di sini.",


Bara melirik sekilas ke arah Vika, seperti nya Vika bisa menjadi orang ketiga yang akan ada di ruangan ini.

__ADS_1


"Biarkan Vika di sini, aku tidak rela jika hanya kamu dan Gery berdua saja.", ujar Bara melihat ke arah Vika dan juga Velia, meminta persetujuan dari kedua nya, meskipun tanpa persetujuan pun ..mau tidak mau jika mereka ingin berada di dalam ruangan ini harus ada Vika.


__ADS_2