Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Meskipun Tidak Dengan ku


__ADS_3

"Ke mana Velia??"


Bara yang panik, langsung menyambar bathrobe nya tanpa ke kamar mandi terlebih dahulu, Bara takut kalau Velia kabur dan meninggalkan nya karena ulahnya.


Bara keluar kamar, niatnya langsung menuju ke atas , ke kamar di mana Vee dan Brisa biasanya tidur kalau di sini.


Dan Bara tentu saja mau memastikan kalau Vee ada di sana, bukan kabur dan meninggalkan nya.


Langkah kaki Bara terhenti, manakala ia melihat seseorang yang ada di dapur, dan Bara yang ingin naik ke atas, lalu dengan cepat ia mengurungkan niatnya.


Laki laki tampan tapi sedikit gila itu,, menuju ke dapur....ia ingin memastikan kalau yang ada di dapur adalah Velia.


Senyum mengembang di bibir Bara, ketika ia sudah sampai di dapur dan melihat Velia yang ada di sana.


"Sayank....."


Bara mendekat, kemudian memeluk tubuh Velia dari belakang, menghirup aroma wangi dari rambut dan juga tubuh gadis nya yang sudah berubah menjadi perempuan.


"Bara!!"


Velia kaget karena adanya tangan kekar yang memeluk nya, tetapi...ia tau siapa pelaku nya.

__ADS_1


"Iya Sayank, kamu sedang apa?? aku takut...takut kalau kamu pergi ninggalin aku..."


Bara masih saja memeluk Velia, meskipun Vee sudah meronta dan menarik tangan Bara untuk melepaskan dari perut nya.


"Bara lepas!! nanti kalau bibik datang...."


Bara menggeleng, ia malahan menempelkan dagunya di pundak Velia, bermanja manja dengan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri sah nya itu.


"Bara please...aku lagi bikin nasi goreng, dan juga kopi untuk kamu ... lepas Bara!!",


Ucapan Velia agak meninggi, tentu saja ia tidak nyaman dipeluk Bara seperti ini, dan lagi sebentar lagi bibik dan yang lainnya akan datang....


Bara mengembangkan senyum nya, ia pun dengan berat hati melepaskan tangan nya yang sedari tadi sudah nyaman melingkar diperut Velia, tetapi...ia sungguh senang...manakala Vee begitu perhatian dengan nya.


Apalagi Vee yang tidak banyak drama pagi ini, dan mau diajak balik ke Jakarta tanpa debat.


"Oke sayank, aku akan mandi...."


Cup


Bara mencium pipi Velia, hingga membuat Vee memukul pundak Bara.

__ADS_1


"Bara!!"


"Apa sayank? mau mandi bareng...", goda Bara dengan mengedipkan sebelah matanya.


Velia hanya menggeleng , dan mulai sekarang...ia harus terbiasa dengan sikap Bara yang seperti itu, meskipun belum ada cinta di hati Velia untuk Bara.


.


.


.


Semua sudah siap untuk berangkat ke Jakarta, dengan memakai satu mobil saja, yaitu mobil Bara. Sedangkan mobil Velia, akan di bawa oleh anak buahnya Bara.


Velia menghela nafas nya, ia tanpa sengaja melihat Gery yang ada di sebelah rumah.


Hatinya kembali sakit, ingin rasanya Vee menghampiri laki-laki itu, tetapi.. nyalinya ciut untuk melakukan nya, ia takut kalau Bara kembali memukul Gery, dan Vee tidak sanggup untuk melihatnya nya.


Dengan terpaksa, Vee mengacuhkan Gery....dan masuk ke dalam mobil....bukan itu yang sebenarnya yang diinginkan nya, tetapi...Vee tidak mempunyai pilihan lagi, dan memang bersama dengan Bara lah ia akan menjalani kehidupan baru nantinya.


'Gery, maafkan aku....semoga kamu bisa bahagia, meskipun tidak dengan ku.', batin Vee.

__ADS_1


__ADS_2