Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bara Lebay


__ADS_3

"Bagaimana kalau kamu hamil?? apa kamu akan tetap menundanya?? atau bahkan kamu sama sekali tidak mau menikah dengan ku, yang jelas jelas aku adalah Ayah dari anak itu?? atau kamu malahan sengaja memilih akan menikah dengan Gery???"


Deg


Ucapan dari Bara membuat Velia diam seketika, ia juga menatap tajam ke arah Bara dengan tangan nya yang mulai ke bawah untuk mengusap perut nya.


'Apakah benar ada kehidupan di rahimku?? jika iya...sungguh... aku tidak ingin menjadikan dia anak yang kurang kasih sayang kedua orang tua kandung nya, sungguh...aku juga tidak ingin dia seperti aku dulu nya, meskipun Ayah Arga sangat menyayangi ku, tetapi...jauh di dalam lubuk hatiku, aku menginginkan keluarga yang utuh, keluarga kandung....tidak ..aku tidak boleh egois, setidak nya demi anak yang memang ada di dalam perut ku, tetapi....aku juga tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini, apa yang harus aku lakukan???'


Vee menghela nafasnya, ia sendiri di dalam kebimbangan saat ini, entahlah....mungkin ia memang harus menyingkirkan sikap egois nya demi sesuatu yang tidak berdosa.


Dan Vee memang tidak memikirkan kalau dirinya hamil atas perbuatan Bara, kalau memang iya... berarti tidak ada cara lagi selain menikah secepatnya sebelum ia benar benar hamil.


"Bagaimana?? apa jawaban kamu Vee???"


Bara masih menginginkan Vee untuk menjawab pertanyaan, ia sendiri sudah punya jawaban seandainya Velia tidak menyetujui menikah secepatnya.


"Oke.....dua Minggu lagi... please....aku rasa dua Minggu lagi tidak buruk untuk melakukan pernikahan bukan??"


Tawar Velia setelah ia menimbang dan memikirkan apapun yang akan terjadi, dengan segala resikonya.


Yah, ia rasa dua Minggu lagi itu sudah cukup untuk nya bersemedi dulu.... menenangkan hati dan pikiran nya, juga bisa meyakinkan kepada Gery, bahwa Gery memang harus mengikhlaskan semua nya. Dan ini adalah keputusan yang terbaik, setidak nya untuk Gery pastinya, karena ia tidak mungkin akan melibatkan orang baik seperti Gery.


"Dua Minggu lagi??", beo Bara meyakinkan apa yang ia dengar.


Velia mengangguk, "Iya, dua Minggu lagi....aku sudah siap untuk menikah dengan mu , insyaallah...."

__ADS_1


"Apa itu jaminan untuk ku?? aku yang berjuang sayank, memperjuangkan nasib ku dan calon anak kita, dan aku tidak ingin dia seperti kamu nantinya....maaf...tanpa aku jelaskan kamu tau kan maksud nya..."


Vee mengangguk, "Iya, aku tau... aku pun sudah memikirkan semuanya...dan aku janji....dua Minggu lagi siap menikah dengan mu..."


"Janji yank??", tanya Bara dengan mata yang berbinar, entah lah ... mendengar ucapan dari mulut Vee tentang pernikahan, ia pun jadi senang.


"Iya Bar... aku janji, dua Minggu lagi.... berikan aku waktu dua Minggu lagi, dan anggap saja itu adalah masa tenang aku sebelum sah menjadi istri mu...dan aku juga perlu bicara' lagi dengan Gery, kita awalnya menjalin hubungan dengan baik baik dan berakhir dengan baik baik juga, kamu paham kan maksud ku??"


Dengan berat hati Bara mengangguk, meskipun di dalam hati nya ia masih merasa tidak rela jika Vee terlihat bersama dengan Gery, tetapi....apa boleh buat, mau tidak mau...ia harus menuruti apa yang Vee inginkan.


"Oke...aku akan mengurus nya sekarang...dan dua Minggu lagi, kamu tidak bisa lari dariku Vee, ingat itu!!"


Bukan sekedar ancaman dari Bara untuk Velia, tetapi.... memang Vee harus sedikit di gertak... supaya tidak main main dengan ucapan nya.


"Iya....dan apakah Papah sudah pulang???"


"Bisa minta tolong ke rumah Papah Bar ....kasih tau Papah, aku tidak mau beliau khawatirr....tapi jangan biarkan ke sini...aku hanya tidak ingin Papah cemas saja."


"Iya Sayank, Panggil Mas Bara donk dek, kita kan akan menikah....biar mesra.....", ucap Bara dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Enggak ah....beda satu tahun aja ngelunjak kamu ya??",


Vee tau kalau ini hanya akal akalan Bara saja, laki laki itu di kasih hati minta jantung yang akhirnya ngelunjak deh.


"Latihan dek, biar enggak kaget pas sudah halal.....lagian enggak masalah kan beda satu tahun-an, masih tua an aku juga, lagipula kan memang seharusnya wanita memanggil suaminya dengan Mas, atau kalau mau bisa panggil aku sayank....boleh kok..."

__ADS_1


"Ogah!!"


"Ya sudah kalau begitu....Mas pergi dulu, nanti akan balik secepat nya, kamu enggak apa apa kan sendiri an??"


Veelia menggeleng....ia memang sengaja meminta Bara untuk pergi dari hadapan nya, karena ada misi penting yang akan dilakukan nya.


"Mas pergi dulu...."


Bara meninggalkan Vee sendiri, karena seperti dengan apa yang dikatakan nya, ia akan memberitahukan kepada Papah Cesa mengenai kondisi Vee.


Sedangkan Vee, ia sendiri mengambil ponsel nya dan melakukan panggilan video call dengan seseorang.


"Hallo ...."


"Jadi pulang??"


"Jadi lah....apa kamu yakin dengan keputusan mu?? aku tau...ini pastinya akan berat untuk kamu, tetapi....apa kamu yakin dengan keputusan mu itu??"


"Aku yakin, lagipula hanya beberapa hari saja, aku butuh teman untuk cerita, butuh ketenangan juga ..dan tentu saja butuh sendiri....."


"Oke, aku tau dan aku ngerti...besok aku langsung ke sana, dari London langsung ya?? kebetulan juga belum ada yang tau kalau aku mau pulang... kan...."


"Iya ...aku tunggu kabar nya, makasih ya Ca ...kamu begitu perhatian dan baik sama aku...."


"Sama sama ...jangan begitu, kamu sebentar lagi juga akan menjadi kakak ku , jadi sudah seharusnya aku bersikap baik sama kamu kan, dan jujur....aku senang mendengar ini, kita tidak akan terpisahkan...."

__ADS_1


"Mau nya kamu itu....udah ah...besok di lanjut lagi..."


Yah, Velia baru saja menghubungi Brisa, saudara kembar nya Bara, dan kebetulan sekali... Brisa akan pulang karena sudah selesai kuliah nya dan tinggal menunggu wisuda bukan depan, tentu saja tidak ada yang tau tentang kepulangan nya, dan untuk sementara. ia akan menemani Velia jalan jalan mengusir penat, tentu saja menjauhi Bara untuk sementara waktu.


__ADS_2