Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Kerjasama


__ADS_3

Bagas menjelaskan apa saja mengenai proyek yang akan dikerjakan dengan Perusahaan Aditya, padahal ini bukan tugas Bagas sebenarnya, apalagi proyek kerjasama ini sangatlah penting, salah sedikit saja, bisa fatal akibatnya.


Tetapi, Bara sengaja meminta Bagas untuk menjelaskan, supaya dirinya bisa memandang wajah Velia dengan intens.


Vee yang sedari tadi merasa di perhatikan merasa tidak enak dan sedikit agak canggung, ia lagi lagi berusaha menetralkan rasa di hati nya dan juga Vee memalingkan wajah nya, mencoba yang untuk tidak memandang ke arah Bara.


Dua jam telah berlangsung, ada rasa lelah dan juga bosan dalam diri Vee, apalagi ia yang belum makan siang.


"Bagaimana Pah??"


Bara memang sengaja mengajukan kerjasama dengan Perusahaan-perusahaan Papah Cesa, karena berharap ia akan ke kantor ini setiap hari, dan tentu nya Bara sudah mendengar jika Vee akan membantu Papahnya di kantor.


Tentunya ini semua adalah rencana dari Bara, ia tidak mungkin melakukan tanpa di perintah kan. Dan Bara juga mengharapkan kerjasama kali ini, Velia akan ikut.


"Papah setuju sekali dengan apa yang sudah Bagas jelaskan, dan Papah terima tawaran kerjasama nya."

__ADS_1


Bara tersenyum senang, ketika penawaran kerjasamanya nya di terima oleh Papah Cesa, dan kemungkinan peluang untuk bersama Velia akan semakin besar.


"Tetapi, Papah minta tolong....untuk mengikutkan Vee dalam proyek ini, yah.... walaupun Vee belum berpengalaman, tetapi setidaknya...ia bisa bantu bantu dan juga sekalian kamu ajarin dia, karena Gery belakangan ini sangat sibuk sekali, jadi tidak bisa meluangkan waktunya untuk Vee.", ucap Papah Cesa panjang dan lebar.


"Aku Pah? aku kan belum berpengalaman, lagian seperti nya ini proyek yang sangat besar, Vee takut kalau tidak bisa membantu malahan mengacaukan."


'Dan kenapa juga Aku yang Papah libatkan dalam proyeknya Bara Pah?? apa Papah enggak tau bagaimana Bara?? apa Papah menjamin anakmu akan aman bersama Bara??', batin Vee.


Ia ingin protes tetapi tidak bisa.


"Dengan senang hati Pah, Bara akan membantu Vee dengan segenap jiwa dan raga."


"Oke....mulai besok kalian atur waktunya saja dulu, kapan akan membahas proyek ini."


"Baik Pah.", jawab Bara dengan semangat nya,.

__ADS_1


Sedangkan Vee hanya diam saja tidak berucap sedikit pun, karena memang tidak senang dan juga lapar.


"Bagaimana kalau makan siang, kamu belum makan kan Vee?"


Tanya Bara langsung ke orangnya, padahal di sana ada Papan Cesa dan juga ada sekertaris nya.


"Iya, Vee belum makan dari tadi Bar, ajak makan saja."


"Ya Vee, tidak ada penolakan. Papah juga ya??"


"Tidak Papah barusan makan siang, Vee saja yang belum. Oke kalau begitu Papah tinggal ya."


Vee mangangguk, lalu ia melihat ke arah Bara dan melototkan mata nya tajam. Tentu nya setelah Papah Cesa pergi.


"Kamu kenapa?? makan siang yuk??"

__ADS_1


"Bukannya tadi sudah sarapan?? kenapa ngajak aku makan lagi!!"


"Aku kan enggak tau, ayolah Vee...bukankah kita berteman,?? lagian kamu belum makan siang kan?? nanti maag kamu kambuh lagi.", ujar Bara dengan memandang wajah Vee.


__ADS_2