Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Akhirnya Aku Kembali


__ADS_3

Beberapa jam berada di dalam pesawat, Velia lelah.....ingin rasanya memejamkan mata, tetapi...ia tidak bisa.


Pikirannya melayang layang, tentunya memikirkan sang Papah yang baru ia tau kabar kesehatan nya.


"Kritis??", Vee menggeleng... ternyata ia tidak tau apa apa sampai Papah Cesa separah ini kondisi nya.


Sungguh, ia akan menyesal dan tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi apa apa dengan Papah Cesa, karena tidak dipungkiri lagi ia adalah penyebab Papah nya seperti ini.


Pesawat yang ditumpangi Vee dan keluarga sudah sampai di Bandara, bunda Rania merangkul putrinya dan menguatkan.


'Akhirnya aku kembali lagi .... bukan untuk merajut kisah lama, tetapi untuk memulai kisah baru....', batin Vee yang tersenyum... manakala ia kembali lagi ke negara asal di mana ia dilahirkan, dan bertemu dengan orang orang yang memang sudah ia rindukan dan merindukan nya.


Bunda juga sama seperti Vee, takut kalau terjadi sesuatu terhadap Papah kandung putri nya itu.


Di depan sana, seorang laki laki dengan kaca mata hitamnya tersenyum mengarah ke gerombolan keluarga yang terlihat bahagia.


Gery....kangen nya terobati tatkala melihat gadis pujaan hatinya, sudah berada di depan mata. Ia sudah kangen dengan Vee, bahkan biasanya yang satu bulan sekali Gery ke Jerman, beberapa bulan ini absen ke sana .. karena sibuknya pekerjaan dan juga kuliah yang tahun depan selesai.


Dari kejauhan, Vee tersenyum... senyumannya manis untuk Gery, laki laki yang sudah hampir dua tahun ini mengisi hari harinya, membuat dirinya berhasil mengeluarkan nama Bara dari dalam hatinya.


"Yank......"


Gery berlari menghampiri Vee, dan dengan spontan langsung memeluk tubuh mungil Vee.

__ADS_1


"Miss u....tambah cantik banget."


"Miss u too, kamu juga."


Mereka saling berpelukan, melepas rasa kangen yang beberapa bulan tidak berjumpa, sampai sampai tidak menghiraukan kedua orang tua Vee yang sedari tadi melirik nya.


"Ehem..."


Deheman Ayah Arga membuat, Gery melepaskan pelukan nya.


"Maaf Yah, Bun.....saking kangen nya sampai lupa belum salim."


Gery beralih menyalimi ke dua calon mertua nya itu., dengan malu dan tidak enak, karena telah mengabaikan mereka.


Gery menyiapkan dua mobil untuk membawa keluarga Velia, ia sendiri berdua dengan Vee., sementara kedua orangtua Vee berada di mobil belakang.


Sedari tadi, laki laki itu tidak pernah melepaskan genggaman tangan kekasih nya, dan juga tidak mengalihkan pandangan matanya ke arah Vee.


"Fokus yank....nanti nabrak..."


Vee tersenyum geli melihat tingkah kekasih nya, walaupun dalam hatinya sedih mengingat kondisi Papahnya, tetapi...ia tidak mungkin terlihat menyedihkan di depan Gery.


"Gimana aku bisa fokus, kalau kamu sudah ada di sampingku, cantik banget lagi."

__ADS_1


"Gombal!!"


Gery mengambil tangan Vee dan mencium punggung tangan yang putih dan bersih itu.


"Beneran deh....aku saja enggak nyangka kalau kamu bisa secantik ini yank, sejak kuliah...kamu jadi lebih dewasa, dan ....."


Gery menjeda ucapan nya, mata nya malahan melirik ke arah Vee dari atas sampai bawah.


"Dan ...tambah seksii."


"Nakal!! matanya jelalatan, otaknya mesuuummmm!!"


"Jelalatan cuma sama kamu saja, dan mesuuummmm juga sama kamu yank....."


"Bodo' yang penting mesuuummmm."


Obrolan mereka berlanjut, di samping kangen...Memnag ke-dua nya nyambung kalau soal cerita, entah itu masalah kuliah atau perusahaan.


Gery melihat ke arah Vee, dengan pandangan matanya yang juga terus fokus ke depan. Dua tahun berpisah tentunya ada rasa yang terpendam di dalam dada, dan kini Vee sudah kembali..... tetapi....entah kenapa hatinya merasa khawatir, bukan tidak senang... tetapi takut saja jika Bara melihat Vee dan akan mengambil Vee dari tangan nya ...


'Tidak!!!'


Sampai kapanpun Gery tidak akan melepaskan Vee, dan ia akan menjaga Vee, karena Gery tau....kalau Bara sampai saat ini masih mengharapkan Vee.

__ADS_1


__ADS_2