
"Bar....lihat aku!!"
Dengan cepat, Bara melihat ke arah Velia, bukan melihat tetapi menatap matanya. Mata yang indah yang sudah lama di rindukannya.
Bara tersenyum, cantik dan sangat cantik. Sungguh perubahan yang besar sekali dari diri Vee selama dua tahun ini.
Dulu Vee memang sudah cantik, tetapi sekarang tambah cantik lagi. Bara sampai tidak menyangka jika akan se wow ini perubahan nya.
"Lihat aku dan tatap mata aku .", pinta Velia sekali lagi.
Seperti tersihir, Bara menuruti apa kata Velia, ia menatap lekat lekat mata indah Vee, tanpa berkedip., tanpa membantah.
"Maaf, aku harus mengatakan ini. Jujur... aku dulu memang suka padamu, bukan suka sebagai teman atau saudara, tetapi...memang aku benar benar mencintai kamu."
Vee menjeda ucapan nya, berusaha tenang supaya ia bisa menjelaskan lebih lanjut lagi, karena ia merasa ini sangatlah penting bagi nya. Dan berusaha setenang mungkin untuk tidak menggunakan perasaan nya.
"Aku cemburu, aku tersiksa jika kamu bersama dengan Meli, dan aku......"
Tanpa terasa air mata Vee mengalir membasahi pipinya, padahal sudah dengan sekuat hati dan tenaga tidak akan mengeluarkan airmata., dengan cepat Bara menghapus nya.
Laki laki itu tidak ingin melihat airmata Vee yang menetes karena nya. Apalagi ia yang membuat seperti itu. Sungguh, Bara tidak tega.
"Maaf....."
Vee menyingkirkan tangan Bara, karena ia akan melanjutkan ucapannya lagi, takut nya laki laki itu menjadi GeEr nantinya.
"Tetapi, aku sadar ...aku tidak mungkin masuk dalam hatimu, dan aku sadar ..aku bukan gadis yang kamu inginkan, aku bukan tipe mu."
"Tapi aku mencintaimu Vee !!", ucap Bara menyela pernyataan Vee.
"Shutttt aku belum selesai ngomong."
Antara senang dan tidak, entahlah...Ada rasa aneh di dalam hati Vee, ia begitu senang mendengar Bara menyatakan cinta padanya, meskipun terlambat. Tetapi....sayang sekali....Vee harus sadar dengan status nya saat ini.
Dan tidak mungkin meninggalkan Gery hanya karena Bara tiba tiba menyatakan cinta padanya. Selain itu juga, Vee sudah cinta dengan Gery.
__ADS_1
"Tetapi..aku sadar, aku sadar yang hanya kamu anggap sebagai saudara, sama seperti Brisa. Dan akhirnya...tanpa kamu dan yang lainnya ketahui....aku pergi. Aku tidak sanggup untuk melihat acara kamu malam itu, dan itu sungguh menyiksa ku."
Ucap Vee dengan terus berusaha menguatkan hatinya, berusaha tidak baper atau bermain perasaan lagi kepada Bara.
"Iya, kamu jahat.!! padahal waktu itu aku membutuhkan kamu, aku membutuhkan seseorang yang bisa menenangkan aku dan membuat aku nyaman, tetapi....."
Bara ikut menyela ucapan Vee, dan kali ini...ia sendiri yang membuka kisah sedih dua tahun yang lalu yang memang sudah ia lupakan dan ia kubur dalam dalam .
"Tetapi, kamu sama sekali tidak ada, kamu tidak bisa di hubungi....dan ...."
Bara mengambil nafas, dan tangan nya menarik tangan Vee dan menggenggam nya erat.
"Setelah aku tau, kamu pergi....hatiku hancur Vee. Kamu tidak merasakan saat saat aku terpuruk, dan kamu juga pergi tanpa pamit, yang membuat aku semakin sedih dan menderita."
Bukan mendrama, Bara memang mengalami semuanya itu .... perlahan lahan ia menyembuhkan lukanya sendiri an, tanpa ada sosok teman kecil ataupun saudara yang selama ini ada bersama nya.
Yah, berharap....ia bisa menemukan Vee, dengan seiring berjalannya waktu, dan tekad yang kuat, meskipun ia harus bolak balik Jakarta Jerman.
"Maaf.....maaf aku tidak tau tentang itu, tentang kandasnya hubungan kamu dengan Meli.", ucapnya sesal.
"Ckk..... bagaimana kamu tau, kamu saja menutup akses untuk berhubungan dengan ku, bahkan kamu sengaja bersembunyi dan tidak bertemu dengan ku."
"Kamu tau??"
Vee yang menyadari tangannya digenggam oleh Bara, langsung saja ia lepaskan.
Vee menyadari, kini mereka bukan seperti yang dulu lagi, ada perasaan yang ada di dalam hati masing masing, dan tidak menutup kemungkinan untuk bersama ataupun keadaan seperti dulu lagi.
"Aku tau. Dari awal aku sudah yakin kalau kamu ke Jerman , bukan ke Amerika seperti yang dikatakan oleh yang lainnya, termasuk Papah, tetapi....kalau pun aku memaksa, itu sama sekali tidak merubah keadaan, hingga akhirnya...aku sendiri yang turun tangan, karena percuma saja mengandalkan anak buahku yang pastinya tidak akan pernah mendapatkan info tentang kamu."
Vee diam seketika, ternyata memang tidak mudah untuk membohongi Bara, Bara yang terkenal cuek dan tidak perduli, ternyata diam diam menghanyutkan....
Bukan hanya Vee yang diam, setelah berbicara panjang lebar, Bara juga ikut diam, ia sesekali melihat ke arah Vee, di mana gadis cantik itu sedang menatap ombak yang berkejaran di depan sana.
"Aku ingin meneruskan perjodohan kita!!"
__ADS_1
Ucap Bara yang memang pada intinya tidak akan terlalu basa basi, karena ia yakin...Vee sudah mengetahui semuanya.
Deg
Vee kaget, gadis cantik itu menoleh dan melihat ke arah Bara, ia pun menggeleng pelan.
'Perjodohan?? Bara tau tentang perjodohan itu?? Astaga ...mengapa aku sampai lupa....itu akan memang aku tulis di buku pink.!'
"Kenapa?? kaget??"
"Ternyata kepergian kamu membuat semua rahasia terbuka. Dari yang aku tidak tau menjadi tau, sungguh....ini musibah atau malahan berkah buatku.", sambung Bara lagi. Bahkan kamu sengaja untuk menyembunyikan nya."
"Bukannya menyembunyikan, tetapi..."
"Tetapi apa?? sengaja??", ucap Bara menyela lagi.
"Kalau misal aku katakan dari dulu, apa itu akan merubah keputusan kamu untuk membatalkan pertunangan dengan Melia, dan menerima Perjodohan ini?? tidak kan??"
Bara terdiam, tidak bisa menjawab, seakan akan bibirnya kelu hanya untuk mengucapkan satu kata iya atau tidak saja.
Bara tidak berpikir kalau Vee akan melemparkan pertanyaan kepada nya, dan tentu nya ia hanya diam dan tidak berbuat apa apa.
"Kenapa diam!! kamu tidak bisa menjawab kan?? sudah kuduga. Maka dari itu, aku membatalkan nya, aku tau apa jawaban yang keluar dari mulut kamu, dan tentunya pasti akan menolak nya. Dan aku yakin, dan sangat yakin....setelah kamu tau, kamu juga pasti akan membenciku."
"Aku terima, aku terima perjodohan ini!!", ucap Bara dengan lantang, dan juga yakin, seperti apa kata hatinya.
"Tidak bisa, aku sudah batalkan dari dulu, dan aku juga sudah bertunangan dengan Gery."
"Batalkan pertunangan kamu dengan Gery sayank....dan aku akan menikahimu segera."
"Ngaco!! jangan harap bisa!!"
Deg
Vee menoleh, ia menghela nafasnya, dan tau betul siapa yang ada di belakang nya.
__ADS_1
"Sudah gue bilang kan, lo bisa bertemu dan berteman dengan tunangan ku, tetapi jangan kau mengusik hubungan kami."
"Ayo sayank... pulang!!"