
"Biar aku saja yang pesen...."
Ardian menghampiri penjual nasi uduk nya, ia pun memesan dua piring nasi uduk dan juga teh anget nya.
"Makasih, maaf malahan merepotkan Kakak...."
"Tidak apa apa, aku malahan senang...sudah hampir seminggu aku di sini, tetapi....baru kali ini sarapan di temani dengan gadis cantik...."
'Gadis, padahal aku sudah tidak gadis lagi.....', batin Vee yang tersenyum kecut...lagi lagi mengingat perlakuan Bara padanya.
Sarapan pagi pun datang, mereka berdua langsung menyantap makanan yang ada di depannya, apalagi... bagi Vee yang baru merasakan rasa makanan ini.
"Enak kan??"
Velia mengangguk....ia mengakui betapa enaknya makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya, dan bukan karena laki laki yang ada di samping nya, meski pun Vee akui kalau Ardian itu sangatlah tampan
"Hai....."
"Pantes anteng anteng saja, rupanya dapat kenalan cowok tampan..."
Brisa yang baru datang, dan melihat Vee langsung saja ikut gabung, apalagi... melihat Vee bersama dengan laki laki tampan, yang membuat teman baiknya itu bisa tersenyum..
__ADS_1
"Astaga ngagetin....sini duduk....dan kenalkan...ini Kak Ardian, tapi panggil saja Ian...dan Kak Ian...ini adalah saudara ku, Brisa....".
Kedua orang itu saling berjabat tangan untuk berkenalan, dan Brisa juga memesan menu yang sama dan ikut duduk di samping Velia.
Beberapa menit kemudian, Ardian yang sudah menyelesaikan makan nya, ia lalu segera membayar... karena sudah waktunya berangkat ke kantor untuk meeting dengan klien penting dari Jakarta siang ini.
"Aku duluan ya, dan sudah aku bayar.... kapan-kapan bertemu lagi.....maaf aku masih ada pekerjaan siang ini."
"Tidak masalah Kak, dan terimakasih traktirannya..", jawab Velia.
"Sama-sama, boleh minta nomer ponsel kamu??"
.Hingga ia saat ini melihat ke arah Brisa, mencoba bertanya apa yang harus di lakukan nya.
"Ih lama, sini Kak...."
Brisa pun mengambilkan ponsel Ardian, dan mengetikkannya nomernya di sana, bukan untuk apa apa , daripada Vee bingung...mau bilang tidak boleh, enggak enak dengan Ardian, jadinya ya ... mau tidak mau nomernya dikasihkan untuk sementara waktu.
"Makasih Ca, aku pamit dulu....",
Ardian nampak senang mendapatkan nomer Velia, ya tentu saja ia mengira kalau itu adalah nomernya Vee bukan nomer Brisa.
__ADS_1
"Nanti aku telepon ya??"
Ucap Ardian kepada Vee, dari tatapan mata Ardian saja....semua orang pasti tau kalau Ardian menaruh rasa pada Vee.
"Iya Kak..."
Jawab Vee dengan melambaikan tangan nya, ia pun tidak bisa berbuat apa apa, selain mengucapkan kata iya.
"Cie.... cie yang baru dapat kenalan cowok ganteng ...hmmm aku rasa, dia naksir sama kamu..", ledek Brisa.
"Ih apa apaan , enggak lah....hanya teman biasa saja, dan itu tadi nomer siapa yang kamu kasih???"
Veli teringat dengan Brisa yang sudah memberikan nomer kepada Ardian, tetapi ia pun tidak tau ... apakah nomer palsu?? atau memang nomernya yang diberikannya kepada laki laki tampan itu.
"Nomer aku lah, apa kamu lupa kalau nomer kamu yang asli itu mati???"
Jawab Brisa tanpa merasa bersalah, ia tidak masalah memberikan nomer nya kepada laki laki lain yang baru dikenal, toh juga laki laki itu sukanya sama Velia, bukan dengan dirinya....
"Lo gila!! kalau pacar mu tau gimana??"
Velia jelas kaget dengan ucapan Brisa, yang benar saja Brisa memberikan nomer ponsel nya di saat Brisa sudah punya pacar.
__ADS_1