
Velia tidak banyak bertanya, ia juga tidak melihat ke arah Bara. Bukan karena masih ada rasa cinta, tetapi.... perasaan aneh yang entah apa itu namanya.
Sedangkan Bara, masih dengan setir kemudi nya, dengan sesekali melihat ke samping, melihat wajah cantik Velia yang sudah dua tahun dirindukan nya.
Satu jam perjalanan, akhir nya mobil Bara sudah sampai di parkiran pantai cinta, pantai yang Bara dan Vee berikan nama, dan terakhir mereka kunjungi beberapa tahun yang lalu, tepat nya sebelum Vee meninggalkan Indonesia.
Vee membuka sabuk pengaman, begitu juga dengan Bara. Gadis cantik itu segera keluar dari mobil dan menghirup udara pantai yang sangat segar....
Tidak mengeluh, mengapa siang siang begini Bara mengajak nya ke sini, yang sebagian orang enggak untuk berpanas-panasan, tetapi....bagi Vee adalah sangat mengasikkan.
Lagipula, cuaca tidak begitu panas....dan ini membuat Vee betah kalau berlama lama di pantai.
Mata Vee memandang ke segala arah, melihat keindahan pantai yang sudah lama tidak ia kunjungi.
Tidak ada yang berubah, masih sama seperti dulu terakhir Vee ke sini....
"Kangen enggak??"
Vee kaget, karena Bara mengatakan seperti itu, kangen?? kangen apa yang dimaksud?? pantai atau dengan dia??
"Iya, aku kangen dengan suasana pantai ini, sudah lama tidak kesini bahkan di sana....tidak ada yang seperti ini."
Bara yang tadi menjauh, kini sedikit demi sedikit merapatkan tubuh nya mendekat Vee.
"Bukan kangen pantai nya, tetapi....kangen aku."
Deg
Vee membulat sempurna, apa yang diucapkan Bara persis seperti apa yang di pikirkan.
Vee hanya diam, jujur ..... ia juga kangen, dua tahun tidak bertemu....tidak saling kasih kabar, mana mungkin diirinya tidak kangen, tetapi...rasa itu tiba tiba di tepis Vee, ia takut kalau Bara salah mengartikan nya.
"Aku kangen banget sama kamu, kamu bagaimana??"
Brukk.
Tanpa aba aba, Bara langsung memeluk tubuh Vee, mengeratkan pelukannya.
Sedangkan Vee yang kaget, berusaha melepaskan pelukan Bara, tetapi....sayang sekali... Bara sama sekali tidak mau melepaskan, dan semakin erat memeluk tubuh Velia.
__ADS_1
"Tolong sebentar saja, aku kangen banget."
Vee tidak bisa berbuat apa apa, ucapkan Bara seakan akan memohon untuk menerima pelukan nya.
Dan tanpa sadar, tangan Vee pelan pelan membalas pelukan Bara, ia menghirup nafas sedalam dalamnya, dan merasakan pelukan Bara kembali.
Bara tersenyum, ia yakin kalau di dalam lubuk hati Vee, masih tersimpan namanya, masih tersimpan rasa cinta untuknya, walau mungkin tidak sebesar dulu, tetapi.... Bara tidak akan menyerah...ia akan membuat namanya kembali masuk ke dalam hati Vee.
"Aku merindukanmu Vee , kamu gimana??"
"Aku juga kangen kamu Bar."
Nyess...
Adem rasanya hati Bara mendengar ucapan yang keluar dari mulut Vee, walau hanya sekedar kata kangen saja, tetapi....itu sudah cukup mewakili semua nya.
'Maafkan aku Ger, bukan aku menduakan mu, tetapi....aku memang kangen dengan Bara, dan percayalah....rasa cinta ku hanya untuk kamu Ger.'
Vee segera melepaskan pelukan dari Bara, ia sadar apa yang dilakukan nya adalah salah besar.
"Aku benar benar kangen kamu , dan kamu tambah cantik sayank...."
"Hmmm jangan manggil aku seperti itu, ingat...aku tunangan orang.", ucap Vee mengingat kan
"Ckk....bisa enggak jangan bicarakan orang lain. Aku mengajak kamu di sini hanya ingin membahas kita berdua, bukan orang lain. Dan ...aku tau kalau dia adalah tunangan kamu, tetapi....perlu kamu tau, aku adalah calon suami mu."
"Hah?? gila!!"
Vee menggeleng, ia meninggalkan Bara yang entah dengan pikirannya sendiri.
Melangkahkan kakinya menuju ke bibir pantai, dan mengambil kerikil kerikil kecil dan melemparnya ke pantai.
Bara juga ikut ikutan seperti yang dilakukan oleh Vee, sembari bibir nya berteriak.
"Aku mencintaimu Velia!!!"
Suara teriakan Bara membuat Velia kaget, yah ... tidak menyangka kalau pada akhirnya rasa cintanya terbalaskan, dan tentu saja....Vee menggeleng.
Andai Bara mengucapkan itu sejak dulu, sejak Bara belum bersama dengan Meli, mungkin Vee akan menjadi perempuan yang sangat bahagia.
__ADS_1
Atau saat Vee belum mengenal Gery, tetapi....Bara terlambat, dia terlambat menyadari perasaan nya, terlambat untuk mengungkapkan rasa cinta nya.
"Vee kau dengar."
Mereka kini sudah duduk di gazebo, dengan pemandangan pantai dan ombak yang tidak terlalu tinggi.
Bara mengambil tangan Vee, dan meletakkan di dadanya.
"Kau dengar.... jantungku berdetak sangat kencang saat bersama kamu."
Vee mangangguk, tidak bohong kalau dirinya merasakan getaran di dada Bara, tetapi....itu sama sekali tidak membuat Vee berpaling dari cinta Gery.
"Aku tau....mungkin aku terlambat untuk menyatakan rasa cinta ku, dan terlambat untuk menyadari perasaan ku., tetapi....aku ingin....kamu menjadi milikku. Putuskan hubungan kamu dengan Gery, dan kita akan menikah."
Vee melepaskan genggaman tangan Bara, ia pun menggeleng. Dengan enteng nya Bara mengucapkan kata kata itu, apa dia tidak berpikir bagaimana perasaan Gery?? apa dia juga tidak berpikir...kalau dia diposisi Vee saat ini, dengan Vee meminta nya untuk memutuskan hubungan dengan Meli waktu dulu, apa Bara mau?? Tentu saja tidak.
"Jangan gila, hubunganku dengan Gery bukan main main, kita sudah tunangan dan sebentar lagi, kami akan menikah."
"Ckkk omong kosong. Kamu menerima Gery karena kecewa padaku kan? dan kamu hanya mempermainkan perasaan nya saja??"
"Tidak ada omong kosong, dan tidak ada yang mempermainkan perasaan di sini, aku tulus menerima Gery dan mencintai nya.", jawab Vee jujur.
"Kau bohong Vee, kau mencintaiku kan?? aku tau....dan maaf ...aku telat untuk menyadari nya."
"Aku sudah memaafkan, lagipula....aku tidak mencintai kamu."
Bara menggeleng, ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Vee.
"Bagaimana dengan ini??"
Bara yang sudah kehilangan kata katanya, menyerahkan diary berwarna pink itu kepada Velia, entah di mana ia menyembunyikan nya tadi
Deg
'Diary itu?? kenapa ada sama Bara?? astaga!!! semua rahasia ku ada di dalam sana, dan juga perjodohan rahasia antara aku dan Bara.'
Vee kaget, ia mengambil nafas panjang lalu mengambil diary pink itu yang tidak berubah bentuk nya sama sekali.
"Aku tau....dan kamu jangan bohong, aku tau kalau kamu mencintai ku Vee, jujur lah....dan kita akan mulai dari awal lagi. Aku juga akan membantu kamu untuk mengatakan semua nya kepada Gery, aku yakin... walaupun berat, Gery akan menerima nya."
__ADS_1
Vee meletakkan diary itu, ia sama sekali tidak berniat untuk membuka nya, dan kini pandangan mata nya tertuju pada mata Bara. Ia harus menjelaskan semua nya saat ini dan meminta Bara untuk melupakan apa yang pernah Vee tulis.
"Bar....lihat aku!!"