Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bagaimana kalau kamu jadi Gery??


__ADS_3

Bara mengepalkan tangannya, tatkala ia mendengar semua yang diucapkan oleh Gery tadi di sambungan video call dengan Velia.


Ia tidak bodoh, dan ucapan sekaligus pertanyaan Velia itu sebenarnya untuk mengetahui bagaimana dengan nasibnya saat ini, karena sejak tadi siang Velia bersama dengan nya dan tidak menonton film.


"Tidak!! walaupun kamu menerima Velia apa adanya, tetapi aku tidak mau menyerahkan Velia pada mu.", gumam Bara yang masih mengepalkan tangannya.


Enak saja setelah ia mendapatkan apa yang diinginkan, Gery akan kembali bersama Velia...tidak .. itu tidak akan terjadi, dan Bara tidak akan membiarkan nya.


Dengan sekuat hati Bara keluar dari kamar, ia tidak mau terlihat emosi di depan Velia yang akan memperburuk keadaan nya .


Bara sudah keluar, ia melihat Vee yang masih duduk di sofa, dengan tangan nya yang masih menggenggam ponsel dan air mata yang kembali berjatuhan di pipi manisnya.


Sebenernya melihat kondisi Vee yang seperti ini, Bara tidak tega, tetapi...ia tidak punya cara lagi, apalagi tadi Bara mendengar kalau Gery sudah mulai mengurus dokumen pernikahan, dan tentu saja bukan bulan depan tapi akan segera setelah Gery kembali dari Jepang.


Tapi, mengingat Gery yang tidak jadi kembali, Bara tersenyum penuh kemenangan, setidak nya ia akan meyakinkan Vee untuk menikah dengan nya, bukan dengan Gery.


"Sudahlah....kamu harus ikhlas,...ini takdir kita sayank....kamu adalah jodoh ku, dan Gery adalah penjaga hatimu selama belum bersama ku."


Bara mendekati Vee, namun sayang sekali.... mendengar ucapan Bara....gadis itu malahan melototkan matanya dan menatap Bara dengan sangat tajam.


"Bisa kamu bicara seperti itu, bagaimana kalau kamu jadi Gery?? bagaimana perasaan nya??"


Bara tersenyum, lalu ia memberanikan diri untuk duduk disamping Velia dan mengambil tangan Vee untuk di genggam, walaupun berulang kali gadis itu menolak nya, tetapi akhirnya Bara benar benar bisa menggenggam tangan Vee dengan lembut, agar Vee nyaman.


Bara menghela nafas nya, sebenernya ia tidak ingin membuka kembali luka dua tahun yang lalu, karena ia sudah menutup rapat dan juga menghilangkan nya., tapi kali ini karena pertanyaan dari Vee, mau tidak mau ia kembali mengingat peristiwa kelam dua tahun yang lalu.

__ADS_1


"Kamu lupa kalau aku juga pernah berada di posisi Gery???"


Deg


Velia mengalihkan pandangannya ke arah Bara, ia pun kaget dan benar benar tidak ingat kalau apa yang dialami nya sama dengan apa yang dialami oleh Meli.


"Oh ya, pantas saja kamu tidak tau, waktu itu kamu tidak ada di sini, di samping ku."


Velia terdiam, entahlah...ia salah memberikan pertanyaan untuk Bara, karena Bara kini malahan membalikkan pertanyaan itu padanya.


Ia sendiri sungguh tidak tau bagaimana keadaan Bata waktu itu, bahkan kabar nya saja ia tidak tau, bagaimana dengan hati nya.....


"Awalnya...aku sok....aku terpukul dengan apa yang menimpaku, malam itu...aku sudah menyiapkan pesta pertunangan ku dengan Meli, kamu juga tau sampai siang hari sebelum kamu pergi....dan satu bulan setelah itu....aku akan menikahinya."


"Kamu juga tau kan berapa lama aku pacaran dengan Meli?? dan bagaimana perasaan ku padanya?? kamu dulu temanku bahkan sudah aku anggap saudara ku, pasti kamu paham, kalau aku tidak pernah mempermainkan seorang wanita....baik itu Meli ataupun kamu...."


"Aku terpuruk dan hancur setelah kejadian itu, bahkan aku tidak pulang ke rumah dan entahlah.....pikiranku sangat kacau, bahkan tidak ada seseorang yang bisa menghiburku saat itu, kamu tidak ada, Brisa juga tidak ada, hingga akhirnya aku bertemu dengan Bagas....dan dia mengatakan sesuatu yang membuat aku bisa kembali bangkit lagi dan menerima kenyataan, kalau aku hanya menjaga jodoh orang saja, tanpa harus memiliki selama nya....hingga akhirnya aku sadar dan aku bisa keluar dari keterpurukan ku...."


"Jadi, masihkah kamu tanya bagaimana kalau aku jadi Gery??? bagiamana perasaan Gery??? sebelum Gery merasakan..aku lebih dulu merasakan nya, dan percayalah sayank, semua akan baik baik saja, begitu juga Gery....dia bukan jodoh mu, dan akan mendapatkan jodoh yang nanti nya yang mungkin lebih baik dari kamu."


Tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Velia, ia hanya terisak dan meratapi nasibnya sekarang ini.


Namun, tiba tiba ia teringat dengan ucapan Meli kemarin, kalau harus hati hati dengan orang yang dekat dengan nya, apa yang dimaksud Meliputi itu adalah Bara?? dan apa Meli tau semua rencana Bara??


"Jadi kamu sudah merencanakan ini semuanya?? atau kamu memang sengaja ingin membalaskan dendam mu dengan memanfaatkan aku??? kalau iya .. selamat Bara ...kamu menang dan kamu sudah mendapatkan nya. Aku benci kamu!!!"

__ADS_1


Velia mendorong tubuh Bara, lalu ia keluar dari apartemen Bara, tetapi sayang sekali...lagi lagi ia tidak dapat keluar karena tidak tau pasword pintu apartemen itu.


"Sayank mau kemana?? makan dulu!!"


"Tidak!! aku tidak mau!! cepat katakan berapa sandinya?? aku mau pulang!!"


Bara mendekati Velia, bukan niatnya mau mengurung Velia, tetapi...ia ingin Vee makan dulu, setelah itu baru mengantarkan gadis itu pulang.


"Makan dulu, nanti aku antarkan pulang."


Kedua nya sama sama kerasnya, Bara dan Velia tidak mau mengalah dan tetap dengan sifatnya itu.


"Baiklah!! kalau kamu tidak mau membuka kan pintu nya, akan aku pastikan besok kamu tidak akan melihat aku lagi...", ancam Vee yang memang sudah tidak tahan berada di apartemen Bara yang penuh dengan kejadian kelam.


"Jangan sayank...aku tidak mau kehilangan kamu, oke....aku bukain...sandi nya ulang tahun kamu, tapi please...jangan berbuat nekad...aku akan tanggung jawab atas perbuatan yang aku lakukan ya....."


Bara sangat khawatirr...ia tau betul bagaimana Velia, yang tidak hanya sekedar mengancam saja, pastinya....ia akan melakukan apa yang diinginkan nya kalau Bara tidak menuruti untuk membukakan pintu.


Sedangkan Velia tidak menjawab, ia segera menekan sandi dan keluar dari apartemen Bara, tanpa berucap sepatah kata pun.


"Sayank..... tunggu...."


Bara yang tersadar kalau Vee sudah keluar dan meninggalkan nya, ia juga segera menyusul Velia....takut saja kalau Vee berbuat nekad dan tidak kembali ke rumah nya.


"Aku akan mengantarmu Vee...."

__ADS_1


Bara berhasil menarik tangan Vee, dan menghentikan langkah gadis itu, tetapi. . dengan cepat Vee melepaskan tangan Bara dan mendorong tubuh Bara hingga Bara terjatuh ke lantai.


__ADS_2