Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bisa Ikhlas


__ADS_3

"Ger......"


Papah Cesa menepuk pundak Gery, ia melihat Gery yang sudah terlelap dengan punggung nya yang bersandar di sofa.


Papah Cesa juga menggeleng, ketika melihat banyaknya bekas luka di wajah Gery, dan beliau yakin itu karena pukulan tangan.


"Papah ...."


Gery yang baru sadar dari mimpi nya, membuka matanya lebar lebar...ia pun melihat sosok laki laki yang sudah di nantikan nya sejak tadi....


"Bangun ... cuci muka dulu, atau mau pindah ke kamar kalau masih ngantuk."


Gery menggeleng, ia tidak mau melanjutkan tidur nya yang mana jika ia bangun, tidak akan merubah semua nya.


"Gery cuci muka dulu ya Pah, ada sesuatu yang mau Gery bicarakan."


Papah Cesa mengangguk, beliau juga mau ke kamar untuk bersih bersih dulu, sebelum berbicara dengan Gery.


Sepuluh menit kemudian, semua sudah berada di ruangan pribadi Papah Cesa, karena Papah Cesa tau apa yang akan di bicarakan oleh Gery.


"Pah, Gery harap Papah batalkan pernikahan Bara dengan Velia Pah...."


Ucap Gery langsung dan tanpa banyak basa-basi, ia akan mengatakan segala isi hatinya yang tidak akan kuat jika berpisah dengan Velia.


Dan sudah Papah Cesa duga, apa yang di pikirkan oleh Papah Cesa terhadap Gery, beliau memang sudah merasakannya aura aura kesedihan dari wajah Gery.


"Apa kamu sudah tau semuanya??"


Tebak Papah Cesa, yang sudah menduga sebelum nya. Kalau kedatangan Gery pastinya akan membahas masalah Velia dengan Bara.

__ADS_1


Gery mengangguk, laki laki itu kemudian berlutut di kaki Papah Cesa, memegang kedua kaki Papah Cesa serta mengeluarkan airmata.


"Pah, Gery mohon....jangan pisahkan Gery dengan Vee, Gery sangat mencintai nya Pah, Gery tidak bisa hidup tanpa dia....."


Papah Cesa terdiam sesaat, beliau juga tanpa sadar ikut meneteskan air mata nya, apalagi perlakuan Gery kali ini mengingatkan tentang kejadian belasan tahun silam, di mana beliau juga berada di posisi seperti ini, memohon dan berlutut... tetapi..bedanya...Gery memohon di kaki Papah Cesa, sementara Papah Cesa memohon di kaki Bunda Aira.


Sungguh, kejadian seperti ini tidak diinginkan oleh Papah Cesa...ia juga tidak ingin memisahkan dua orang manusia yang saking mencintai.


Papah Cesa tau, kalau Gery sangat mencintai Velia, begitu juga dengan Velia yang sampai saat ini masih sangat mencintai Gery.


"Bangunlah nak....bangunlah....tidak baik seperti ini, berdiri lah ...."...


Papah Cesa membantu Gery untuk berdiri, meskipun sangat susah karena Gery masih ngotot bertahan di kaki nya.


"Bangunlah..kita bicarakan semua dengan baik dan hati tenang...minum dulu Ger....."


Papah Cesa membawa Gery untuk duduk di sofa, di mana sudah terdapat dua gelas teh hangat yang ada di atas meja, sengaja memang Papah Cesa meminta bibik untuk membuat kan nya dan membawa nya kesini.


"Pah, Gery akan menikahi Velia Pah, Gery tidak peduli dengan apa yang telah dialami Vee , Gery akan tetap me menikahi nya...."


Gary masih sesenggukan, tetapi....ia harus mempertahankan Vee dan akan menikahi, tidak perduli dengan sesuatu yang terjadi pada gadis itu


"Bukannya Papah tidak mau, atau Papah tidak setuju.... tetapi...apa putri Papah pantas untuk kamu?? dia sudah tidak perawan lagi, dia sudah tidak gadis lagi Ger??"


Sengaja Papah Cesa menekankan kata yang sebenarnya membuat hatinya dan hati Gery sakit dan terluka, tetapi memang lah itu kenyataan.


Papah Cesa tidak mau Gery bertanggung jawab dan menikahi Vee hanya karena rasa cinta dan sayank yang ada dengan Vee yang sudah seperti itu, ini rasanya tidak adil untuk Gery yang sangat baik hati dan begitu tulus mencintai Velia.


"Gery tidak perduli Pah, apapun kondisi Vee, Gery akan menerima nya."

__ADS_1


Ucap Gery dengan yakin dan juga tegas, laki laki itu tidak main main dengan ucapannya, apalagi ia juga tau kalau Vee masih sangat mencintai nya.


"Walaupun Velia hamil anak Bara??"


Deg


Pertanyaan yang sama yang diucapkan Daddy Brylli, seperti nya beliau laki laki yang sudah berumur itu paham dengan situasi yang terjadi.


"Iya Pah, walaupun Vee hamil anak Bara, Gery tidak apa...Gery akan menerima anak itu sebagai anak Gery Pah...."


Papah Cesa terdiam, beliau memijat kening nya karena pusing melanda, entah mengapa nasib putrinya tidak jauh beda dengan nasib Bunda nya dahulu....


Apakah lagi lagi ini karma??


Papah Cesa masih berpikir seperti itu, seakan akan yang Vee alami adalah karma atas kesalahannya di masa lalu, yang begitu tega memperkosa Bunda Rania dan sudah merencanakan semua nya, yah...sampai di sini....kisah itu sama...


Bedanya adalah tujuan melakukannya. Seakan akan beliau mengingat kembali bagaimana ia memohon kepada Bunda Rania saat itu, untuk mau menikah dengan nya dan ingin mempertanggungjawabkan semua perbuatan nya, tetapi dengan tegas Bunda Rania menolak nya....yah....karena Papah Cesa tidak mencintai Bunda Rania, lebih tepatnya... terlambat untuk menyadari kesalahannya.


Sedangkan Bara, dia memang sengaja melakukan nya karena sangat mencintai nya dan tidak mau kehilangan Velia.


Sungguh, siapa yang harus Papah Cesa pilih?? sementara beliau sudah mengalami semua nya, baik menjadi Gery ataupun menjadi Bara.


"Papah percaya dengan ketulusan cinta kamu terhadap Veelia dan Papah yakin jika kamu bisa membahagiakan putri Papah dan anak nya kelak, tetapi...apa kamu tau akibat setelah itu!!?? di mana jika Vee benar benar hamil anak Bara dan dia sudah besar dan tau semua nya, maka dia akan mencari Papah kandung nya, dia juga ingin keluarga kumpul lagi .. seperti yang Velia alami. Meskipun Vee tidak pernah mengatakan pada Papah atau pada semua orang, tetapi...Papah tau jika dia menginginkan keluarga kandung nya yang utuh ..."


"Kamu sendiri bisa lihat kan gimana Vee?? kamu bahkan sudah mengenal Vee lama, dan sudah tau bagaimana kehidupan nya,.... bahkan sebaik dan sesayang apapun Ayah Arga, Vee rasa tidak lebih nyaman kalau berada di samping Papah nya sendiri."


Jlebb


Pernyataan Papah Cesa sudah mewakili semua yang ingin Gery ungkap kan, bukan ia pura pura tidak tau ... tetapi mencoba untuk tidak tau saja...Karena semua yang dikatakan oleh Papah Cesa ada benarnya juga, bahkan sudah ada bukti nya sendiri, dan Vee yang mengalami nya, dan tentu saja....Vee akan memilih Bara dibandingkan dirinya... bukan karena cinta, tetapi karena keadaan dan masa depan seseorang yang mungkin sudah ada di dalam perut nya.

__ADS_1


"Papah harap, kamu bisa menerima semuanya dengan ikhlas ...."


__ADS_2