
Cup
"Hati hati bawa mobilnya, kalau boleh jujur....Mas tidak mau kamu bawa mobil sendiri. Hmm apa kamu pakai supir pribadi saja??"
Begitu sayang nya dengan Velia, Bara tidak rela jika Velia mengendarai mobil sendiri, bukantidak percaya kalau Velia akan berbuat yang tidak tidak di luar sana, tetapi... kemampuan Velia menyetir lah yang membuat Bara masih ketat ketir.
Veelia menggeleng, "Tidak perlu Bar, lagian aku tidak pergi jauh, palingan cuma ke kampus, mall, rumah Mommy dan kantor. Kamu tau sendiri kan kalau jaraknya juga tidak begitu jauh...maaf, bukan aku menolak niat baik kamu, tetapi...hanya saja aku ingin mandiri... tidak bergantung pada orang lain...."
Jawaban Velia membuat Bara tersenyum, bangga sekaligus juga khawatir. Kalau Velia bisa ke mana mana tanpa bantuan orang lain apalagi dirinya, itu tanda nya...Bara sudah tidak dibutuhkan lagi....
"Jangan seperti itu, Mas senang kalau kamu membutuhkan Mas, dan selalu merepotkan Mas. Mmm gini saja, kalau pas kita ada jadwal sama, kamu Mas anterin ya, nanti pulangnya gampang...kalau Mas tidak bisa, bisa minta tolong Bagas atau Firman."
Velia mengangguk, ia terima saja apa yang dikatakan oleh Bara, tidak ingin semakin lama bersama Bara pagi ini, apalagi Velia yang hanya memakai bathrobe saja...tidak menutup kemungkinan kalau Bara akan mengurung nya kembali dikamar dan tidak jadi berangkat ke kantor ataupun ke kampus.
"Mas langsung ke kantor ya?? nanti sarapan di kantor saja. Mas sudah telat, ada meeting dan klien sudah dijalan."
Yang jelas saja Bara telat bangunnya, karena semalam dan pagi ini...Bara kembali mengungkung tubuh Velia, tidak melepaskan nya karena candu untuk Bara.
"Iya, jangan lupa sarapan...atau aku telpon kan Kak Firman untuk menyiapkan??"
"Tidak perlu sayank, bukan nya Mas menolak perhatian dari kamu, tetapi waktu nya saja yang tidak memungkinkan. Jangan khawatirr...Mas akan makan nanti, kamu juga."
Cup
"I Love U sayank...."
"Cepatlah hadir anak Papi...."
Setalah mencium kening Velia, Bara juga mengusap lembut perut Velia yang belum ada isinya sama sekali. Tetapi, ia yakin kalau benih yang ditanam nya berulang ulang akan secepat nya jadi dan tumbuh menjadi calon anak anaknya Bara."
Velia hanya tersenyum, tidak mau menanggapi...dan ia malahan berharap tidak akan tumbuh apa apa di rahimnya, karena Velia ingat betul... pertama kali Bara melakukan nya, saat belum menikah.
Setelah Bara keluar dari kamar, Velia tidak langsung mengganti pakaian nya, wanita itu malahan mencari ponsel nya dan membuka beberapa pesan atau mungkin ada panggilan tidak terjawab.
Yah, hanya satu yang dilakukan nya....ingin melihat apakah Gery menghubungi nya atau tidak, dan ternyata...tidak sama sekali.
Velia memberanikan diri untuk membuka nomer WhatsApp Gery, dan ternyata laki laki itu sedang online....
Ada sedikit kecewa di dalam hati Velia, tetapi... secepat nya ia sadar dengan posisi nya saat ini.
__ADS_1
"Dan seperti ini akan lebih baik....."
Velia dengan terpaksa memblokir kontak Gery, bukan karena apa apa...hanya saja mungkin untuk saat ini memang itu lebih baik, supaya ia dan Gery bisa dan sama move on, terlebih diirinya...yang sudah sah menjadi istri nya Bara.
...****...
Velia sudah berada di kampus, ia merasa sedari tadi ada yang memperhatikan nya, bukan hanya memperhatikan tetapi...banyak yang sengaja membicarakan tentang Velia.
"Enak ya?? lepas dari Gery dan mendapatkan Bara....."
"Bukannya enak lagi, tetapi...makmur dia...."
"Dan aku dengar, kalau dia sengaja memutuskan Gery dan merayu Bara untuk menikahi nya...."
"Iya, gila memang. Kurang baik dan kurang tampan apa Gery??"
"Kurang kaya...."
"Hahahaha....."
Velia memejamkan matanya, ia juga menutup telinga nya rapat rapat, tetapi...suara suara yang menjelek jelekkan nya terdengar begitu jelas.
"Jangan di dengar kan, mereka tidak tau Sebenernya...."
Seseorang sedari tadi memperhatikan Velia dan kini berada di samping Velia, yang membuat Velia menghentikan langkah nya dan melihat ke samping.
"Kak Ian???"
Velia menggeleng, tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Ardian di sini...
"Hai... ketemu lagi...."
"Kakak ngapain disini???"
Velia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Ardian lagi, laki laki yang ditemui nya di Bogor beberapa waktu yang lalu.
"Kamu lupa kalau aku sebenarnya tinggal di Jakarta, dan aku kesini ingin bertemu dengan temanku, eh ternyata ketemu kamu....sebuah keberuntungan bukan??"
Keberuntungan bagi Ardian, tetapi.. tidak untuk Velia, yang sudah dipastikan kalau Bara tau pasti akan marah.
__ADS_1
"Ngobrol yuk, lama tidak bertemu....", ajak Ardian.
"Oh ..ya, tapi sayang sekali...aku ada kelas pagi ini Kak, maaf ya...."
"Tidak masalah, lagi pula kita akan bertemu lagi...dan sering malahan...."
"Sering??"
Velia mengeryitkan alisnya, bingung dengan ucapan Ardian yang sulit untuk di cerna.
"Ya, karena perusahaan aku bekerja sama dengan perusahaan Bara, suami kamu...dan...sepertinya kita juga akan sering bertemu, bukan sering lagi....bahkan hampir setiap hari... karena mulai besok, aku akan mengajar di sini, menggantikan Pak Wawan...."
Deg...
"Pak Wawan??"
Pak Wawan adalah Dosen yang mengajar Velia, bahkan satu Minggu ketemu tiga kali, bukan itu saja...Velia adalah asisten Pak Wawan di kelas nya, di mana setiap masuk ke kelas dan setiap ada tugas...beliau selalu menghubungi Velia, bahkan tak jarang juga Velia main ke rumah nya dan bertemu dengan anak dan istri, hanya untuk mengambil tugas...
"Dan apa yang sudah di amanah kan Pak Wawan, aki aku lakukan, juga tidak ada perubahan di sana. Itu berarti....kita akan bertemu dan berhubungan setiap harinya...."
Velia menggeleng, bagaimana kalau Bara tau?? mengingat suaminya yang saat ini entahlah... terlalu cemburu an.
"Kakak ingat kan kalau aku sudah menikah??"
"Jangan khawatir...aku sangat ingat, tetapi. . kalau kamu mau selingkuh juga tidak apa apa, aku siap Ve hahaha....."
Pukkk
"Gila!!"
"Sakit Vee.....hahahaha....."
"Itu balasannya!!!"
Kedua nya tertawa, Velia tau kalau Ardian itu tidak menggoda nya, bahkan ia serius dengan ucapan nya, tetapi... Velia tidak mau ambil pusing.
"Aku duluan Kak, dan jangan mengharapkan aku...", ucap Velia pelan.
Meskipun ia belum sepenuhnya mencintai Bara, tetapi... ia juga tidak akan pernah mempermainkan pernikahan nya, apalagi berniat untuk selingkuh... tidak akan dilakukan nya.
__ADS_1
"Aku tidak mengharapkan kamu Vee, tapi memantau kamu... kalau suami mu tidak mencintai mu, aku yang akan maju....", bisik Ardian ditelinga Velia, setelah itu....pergi meninggalkan Velia dengan senyuman manis di wajah tampan nya.