Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Menjemput Velia


__ADS_3

"Gas.....jemput Vee!!!"


Bagas yang memang tidak ada jadwal kuliah hari ini dan juga tidak ada acara di kantor, sengaja masih menemani Bara di Rumah Sakit.


Bukan tidak ada yang gantian jaga, tetapi..tadi pagi kedua orang tua Bara sudah datang, dan memang meminta Bagas untuk pulang saja, namun....ia tidak tega jika membiarkan Mommy Cheryy yang menunggu Bara, kasihan....apalagi usia nya yang tidak muda lagi membuat kesehatan nya tidak seperti dulu.


Dan akhirnya, setelah semua nya beres dan sudah mendapatkan penjelasan tentang kondisi Bara, Mommy dan Daddy Brylli meninggalkan rumah sakit, dan akan kembali nanti siang saat makan siang.


Bagas mendengus kesal, ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Masih satu jam lagi Bar!! sabarlah!!"


Tidak mendapatkan jawaban dari Bara, dan akhirnya Bagas menyandarkan tubuh nya di sofa. Bukan lelah fisik, tetapi lelah hati dan pikiran karena ulah Bara.


Malahan yang ada nantinya ia sendiri yang tidak sabar, yah....Bagas tidak sabar ketika melihat tingkah Bara, serasa pengen ia lempar saja laki laki itu.


"Tapi gue kangen Gas, Lo sudah hubungin Vee??"


Lagi lagi, kata kata kangen membuat Bagas muak, yah.... seperti tidak ketemu bertahun tahun saja rasa kangen nya Bara, padahal selama dua tahun tidak bertemu.... Bara juga tidak pernah mengeluh kangen atau apalah...kenapa ini sampai begini??


"Gue sudah hubungin Vee."


Hubungin dalam mimpi maksud Bagas. Mana mungkin ia menghubungi gadis itu saat ini, tentu saja Bagas berbohong pada Bara.


Kalau tidak seperti itu, Bara tidak akan diam dan terus saja meminta untuk menghubungi Vee. Ini saja rasanya telinga Bagas sudah panas dengan tingkahnya.


Kurang dari tiga puluh menit, Bagas mengambil kunci mobil, ia akhirnya keluar dari kamar Bara untuk menjemput Vee sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Bos nya.


Sebelum Bara memerintah, Bagas lebih dulu bersiap siap untuk pergi, daripada telinga nya panas lagi.


"Mau kemana Lo??", tanya Bara ketika melihat Bagas mau membuka pintu.


Mendengar pertanyaan Bara, Bagas menghentikan langkahnya....ia pun berbalik untuk menghampirinya Bara.


"Jemput Vee, atau enggak usah??"


Bagas pura pura duduk lagi saja, dan biarkan Bara marah marah karena mendengar ucapan nya.


"Eh jadi donk. .. buruan gih, jemput Vee....jangan lama lama dan jangan mampir, dari kampus langsung ke sini!"

__ADS_1


Perintah Bara sudah seperti suami terhadap istri nya saja, begitu Posessif.


Baru saja Bagas mau duduk di sofa, ia sudah di minta untuk menjemput Vee, sungguh Bos nya itu begitu menjengkelkan.


"Gue pergi!!! jangan telpon kalau tidak penting!!", kesal Bagas.


Laki laki itu akhirnya meninggalkan ruangan Bara, dengan Bara sendiri an di dalam ruangan itu.


...****...


Sebelum menuju ke kampus, Bagas sudah lebih dulu mengirimkan pesan kepada Vee, kalau ia akan menjemput dan menunggu sebentar jika belum datang.


Vee yang baru saja mendapatkan pesan dari Bara, mengerutkan keningnya...ia malah khawatir kenapa Bagas sampai sampai menjemput nya segala, padahal diirinya bawa mobil pagi ini.


Sudah sepuluh menit Vee menunggu di depan kampus, tentu saja menunggu kedatangan Bagas yang sedari tadi belum kelihatan.


Vee semakin cemas saja ketika ia menghubungi nomer Bara tetapi tidak aktif....ia belum tau kalau ponsel Bara hancur lebur pasca kecelakaan kemarin.


Bukan hanya menghubungi Bara, gadis cantik itu juga menghubungi Bagas, tetapi sayang sekali Bagas tidak mengangkat nya.


Hati Vee sudah ketar ketir dari tadi , ia sudah berpikir kalau Bara kenapa kenapa, karena sampai segitunya Bagas menjemput.


Tin....tin....


Suara klakson mobil membuyarkan lamunan Vee. Gadis cantik itu melihat siapa yang berada di dalam mobil, dan berhenti di depannya.


"Ayok Vee!!"


Ia tersenyum lega, manakala melihat kepala nya Bagas yang sudah menyembul keluar, dan Vee segera masuk ke dalam mobil itu.


"Kak, apa yang terjadi pada Bara??"


Baru saja duduk, Vee sudah bertanya kepada Bagas, saking ia khawatir nya.


"Bara tidak apa apa, ia sudah sadar dan meminta untuk bertemu sama kamu, kangen katanya."


"Kangen??? hampir sekarat saja masih bilang kangen.", ucap Vee dengan polosnya.


Tetapi sebenarnya ia lega karena tidak terjadi apa apa dengan Bara, seperti apa yang di khawatirr kan tadi.

__ADS_1


"Iya, dia bilangnya begitu. Tapi aku enggak tau deh, benar apa enggak."


Bagas lagi lagi melihat ke arah Vee, ia sebenernya penasaran dengan apa yang dirasakan gadis itu.


"Orang itu memang biangnya kisruh!!"


"Tapi kamu suka kan??"


"Iya, dulu.", jawab Vee singkat.


Ia kemudian baru sadar ketika melihat ekspresi wajah Bagas yang tersenyum dan juga seperti berhasil mengerjai seseorang.


"Kakak dengan mancing mancing aku???"


"Eh mancing gimana,??? enggak lah...aku cuma ingin tau saja, gimana perasaan kamu. Apa kamu memang sudah tidak cinta lagi sama Bara??"


Vee diam saja, ia bingung harus menjawab apa. Jujur ...rasa cinta yang begitu dalam hanya untuk Gery, tetapi....tidak dapat di pungkiri kalau masih ada secuil cuil rasa di dalam dirinya, walaupun itu hanya sedikit saja.


"Kakak tau kan kalau aku sudah bertunangan sama Gery, dan dua bulan lagi akan menikah dengan nya?"


"Aku tau, apa kamu yakin mau menikah dengan Gery??"


Pertanyaan yang sangat lucu menurut Vee, ternyata bukan Bara saja yang cerewet dan begitu kepo dengan hubungan nya bersama Gery, tetapi Bagas juga.


"Yakin lah Kak, apa yang kurang dari Gery??? bukan masalah tampang atau harta nya, tetapi memang sifatnya sangat baik kan??"


Bagas mengangguk, memang apa yang diucapkan oleh Vee itu benar, tidak ada yang kurang dari Vee sebagai seorang laki laki, bahkan kalau ia boleh memilih...Bagas akan memilih Gery yang begitu perhatian, sabar dan tidak emosi an, di banding dengan Bara yang kasar juga tingkat emosi yang tinggi.


"Semoga kamu bahagia dan dilancarkan sampai hari H"


"Amin Kak."


Tidak ada obrolan lagi diantara keduanya, baik Vee maupun Bagas lebih memilih diam dengan pikirannya masing masing, apalagi Bagas.


Bagas yang tau apa yang akan direncanakan oleh Bara, ingin sekali mengatakan kepada Vee, tetapi ia tidak sanggup.


Bukannya melindungi laki laki pengecut seperti Nara, tetapi... Entahlah...apa karena Bara sahabat nya??? dan ia yakin kalau Bara suatu saat nanti akan berubah.


'Aku tidak tau lagi apa yang harus aku katakan, tetapi aku juga melihat ada sedikit rasa dari Vee untuk Bara, namun...ia tidak akan mengatakan itu kepada Bara, iya kalau tebakannya benar kalau tidak?? Bara akan semakin menderita karena cintanya yang tidak terbalas kan, atau lebih tepatnya sengaja tidak di balas.

__ADS_1


__ADS_2