
Mereka berdua masih berada di balkon kamar, dan menikmati malam indah ini hanya berdua saja.
Ini bukan kali pertama, Bara dan Velia melihat dan menatap indahnya bintang di langit, karena sebelumnya...Bara dan Velia sudah pernah bersama, meskipun itu waktu mereka masih memakai seragam putih abu-abu.
Ting
Sebuah pesan masuk di ponsel Bara, dan Bara mengambilkan ponsel yang tadi ia letakkan di meja, karena yakin kalau itu adalah pesan dari Bagas.
Tetapi, setelah mengambil dan membaca pesan, Bara mengeryitkan alisnya... kemudian menggeleng seakan tidak percaya dengan apa yang di baca nya.
"Kenapa??"
Melihat ekspresi Bara yang seperti itu, seperti ada sesuatu yang dipikirkan... Velia langsung bertanya pada Bara.
"Vika mengundurkan diri, dan mulai besok dia tidak bekerja lagi di kantor...."...
Bukan tidak rela Vika pergi karena alasan Bara juga menaruh hati padanya, bukan itu ... tetapi...Bara yakin jika Vika pergi itu karena diirinya, dan tidak rela juga karena kinerja Vika selama ini sangat baik dan mampu sejajar dengan Firman, sekertaris Bara yang satunya...yang selalu standby di kantor...
"Dia pergi karena aku, gara gara aku dia resign...."
Ucapan dari Velia membuat Bara mengeryitkan alisnya, ia jadi bertanya-tanya apakah Velia tau tentang Vika, tentang semua nya???
Bara menggelengkan kepalanya pelan, ia kemudian meraih tubuh mungil istrinya dan membenamkan dalam dekapan nya.
"Bukan kamu, Vika resign karena di minta Papah nya untuk pegang perusahaan, sebenernya sudah lama.. tetapi...dia merasa belum mampu."
Bukan nya bohong, tetapi.. memang seperti itu. Sudah satu tahun yang lalu Vika di minta untuk memegang perusahaan Papah nya, tetapi.... gadis itu tidak mau, bukan hanya karena belum mampu tetapi juga karena Bara.
Vika berharap, dekat dengan Bara dan menjadi sahabat sekaligus orang yang setiap hari dilihat, akan membuat Bara berpaling dari Velia, tidak menunggu dan tidak mengharapkan Velia yang saat itu masih di Jerman.
Dan setelah Velia kembang, Vika juga masih berharap supaya Bara bisa melupakan Velia yang ternyata sudah bertunangan dengan Gery dan sebentar lagi menikah, tetapi.... nyata nya tidak bisa
Akhirnya, setelah melihat Bara dan Velia menikah...Vika sudah tidak ada lagi harapan, dan memutuskan untuk meninggalkan Bara dan menyetujui permintaan Papahnya.
__ADS_1
Meskipun salah satu penyebab nya memang karena ia dan Velia yang sudah menikah, tetapi... tidak mungkin mengatakan seperti itu di depan Velia.
Velia melepaskan dekapan Bara, ia pun menatap mata Bara dengan sangat intens.
"Kamu yakin bukan karena aku??"
Masih tidak percaya, karena Velia tau bagaimana perasaan Vika. Walaupun belum lama saling mengenal, tetapi kedua nya sudah sama sama ceritanya, bahkan Vika juga pernah bercerita tentang Bara.
"Iya sayank, Meskipun ada sedikit kecil .. tetapi bukan salah kamu ...Mas tidak mencintai nya, Mas hanya mencintai kamu dan menganggap dia sebagai sahabat saja, tidak lebih...."
Akhirnya, tanpa di minta...Bara ngaku juga, kalau sebenarnya Vika mencintai Bara, tetapi sayang sekali....hati Bara sudah diisi oleh Velia yang saat ini menjadi istri nya.
"Hei....jangan seperti itu sayank?? Mas sudah jujur padamu...."
Bara menatap Velia dengan tatapan yang aneh, karena istri nya itu mendadak ekspresi nya berubah setelah mengetahui kalau Bara juga sudah tau tentang isi hati Vika.
"Kenapa kamu menolaknya Bar?? bukannya Vika lebih cantik, lebih segala nya dan juga lebih mencintai kamu??"
"Kenapa Mas menolaknya?? pertanyaan yang jawabannya sudah kamu tau sayank....?Mas tidak ada rasa sama sekali dengan Vika , meskipun dia baik , cantik seperti yang kamu bilang, tetapi....yang namanya cinta tidak bisa dipaksakan, lagipula Mas sudah mencintai kamu, tidak ada nama wanita lain di dalam hati Mas....."
Pertanyaan seperti itu tidak perlu di tanyakan, karena Velia sudah pasti tau dengan jawaban nya, apalagi yang menjawab adalah Bara, orang paling jujur sedunia.. yang saking jujur nya membeberkan perbuatan nya ketika sengaja memperkosanya, tanpa ada rasa bersalah dan tanpa ada penyesalanku sedikit pun.
"Aku pun sama, aku tidak ada rasa sama kamu, tapi mengapa kamu mau menikahi ku, bukankah kamu bilang cinta tidak bisa dipaksakan???"
Skakmak!!!
Ucapan Velia barusan membuat Bara diam dan tidak bisa menjawab nya, ternyata apa yang tadi ia katakan dibalikkan lagi oleh Velia, yang ia sendiri tidak mampu untuk berkata apa apa.
Tetapi, setelah diam sebentar...Bara rupanya bersuara...ia tidak mungkin tidak menjawab pertanyaan yang seperti nya Velia sengaja tanyakan.
"Itu beda sayank....kan kamu sudah pernah mencintai Mas, lagipula...Mas dan Vika berbeda,...Mas orangnya nekad tetapi Vika tidak..."
"Oh ya, kali bagaimana kalau Vika juga nekad??"
__ADS_1
Semakin gemas saja Bara mendengar ucapan Velia. Tentu saja Vika tidak akan melakukan apa apa diluar batas nya, Bara tau persis siapa Vika. Misal Vika memang nekad, gadis itu sudah melakukan nya sejak dulu...
"Pertanyaan kamu bikin Mas ingin tertawa sayank, dan kenapa kita harus bahas Vika ..."
Seperti nya memang Bara tidak begitu suka dengan pembahasan malam ini, bukan nya kenapa kenapa.... tetapi....momen malam yang syahdu dan romantis jadi terganggu.
"Lalu bicara apa?? Vika kan sahabat kamu, jadi sudah sewajarnya lah aku bahas dia, lagian tiba tiba dia mengundurkan diri, dan alasan nya aku tau pasti nya."
Bara meraih tubuh Velia, mendekap nya dengan sangat erat. Ia tidak mau Velia merasa bersalah, karena memang tidak ada yang harus disalahkan di sini. Sejak awal, Bara sudah menolak Vika dan sudah mengatakan kalau hanya menganggap gadis itu hanya teman saja, dan terserah...jika kini rasa cinta Vika belum hilang berarti bukan salah Bara, di samping Bara yang sudah mengatakan tidak ada rasa, Bara juga tidak pernah memberikan perhatian lebih untuk Vika.
"Tidur sayank, bukan nya kamu besok kuliah??"
"Iya, tapi...setelah aku kuliah boleh ya main ke kantor..."
Bara mengangguk dan tersenyum, "Beneran?? mau bawakan makan siang untuk Mas??"
Bara teringat dengan Mommy Cheryy yang biasanya membawakan makan siang untuk Daddy Brylli...dan Bara pikir, Velia akan melakukan nya juga..
"Geer, aku mau bertemu dengan Kak Vika...tidak enak rasanya...."
"Hmmm.... baiklah, kalau Mas karang juga kamu tetap ke sana...mau Mas jemput???"
Velia menggeleng, "Aku bawa mobil sendiri saja ya?? lagipula aku kuliah jam delapan, sedangkan kamu jam tujuh harus berangkat kan??"
Velia sedikit demi sedikit sudah tau jadwal Bara ke kantor nya, dan ia juga tidak mau merepotkan Bara yang harus antar dan jemput nya kuliah.
"Oke, tapi tidak geratis sayank....."
Seakan akan Velia tau maksud dari Bara, ia pun tidak menolak tetapi ... juga tidak mengiyakan.
*
Jangan nunggu Gery di cerita ini, karena Gery akan hadir lagi di kisah berikut nya. Biarkan dia bertanya dengan seseorang yang bisa membuat nya move on.
__ADS_1