
Bara mengepalkan tangannya, setelah ia mendapatkan kabar dari anak buahnya tentang keberadaan Velia, bukan hanya keberadaan Velia saja, tetapi...Anak buah Bara juga mengabarkan kalau Velia terlihat bersama dengan Gery beberapa jam yang lalu di sebuah pantai.
Tidak hanya itu juga, Anak buah Bara juga memberikan foto dan Video kebersamaan Gery dengan Velia, dan juga beberapa foto ciuman mesra dan pelukan hangat kedua nya.
Rahang Bara mengeras, bagaimana ia tidak marah..Bara merasa di bohongi oleh Velia, yang katanya tidak bersama dengan Gery, tetapi ternyata... meskipun informasi dari anak buahnya mengatakan kalau Gery baru tiba hari ini, tetapi sama sama ...Meeka bertemu diam diam tanpa sepengetahuan Bara.
Ingin rasanya memberi pelajaran kepada Gery yang katanya sedang ada urusan di luar kota karena pekerjaan, tetapi....mengapa malahan bertemu dengan Velia, memeluk dan mencium dengan mesra calon istri nya, itu yang membuat Bara tidak terima dan ingin membunuh laki laki itu.
Sungguh, andai saja ia tidak melakukan meeting penting siang tadi, Bara sudah menyusul Velia, dan membawa wanita calon istri nya itu pulang, tidak perduli dengan waktunya yang masih sampai nanti malam di sana.
Tetapi, sayang sekali....Anak buahnya Bara tidak memberikan informasi adanya Brisa di sana, yang membuat Bara semakin salah paham saja kalau memang Velia sudah janjian dengan Gery hanya berdua saja.
"Siapkan helikopter, gue mau susul Velia??"
Bagas mengangguk, ia pun sudah tau permasalahan yang terjadi, padahal kalau Bagas menebak dan bisa berpikir... Gery juga baru siang tadi menemui Velia, itu berarti memang laki laki itu tidak tau sama sekali tentang hilang nya Velia beberapa hari yang lalu, kalau pun tau...pastinya Gery sudah menyusul Velia ke sana sejak kemarin kemarin
Dan mengenai pertemuan itu , Bagas berpikir wajar saja... karena mereka masih sama sama mencintai, dan memang ada sesuatu yang harus di selenggarakan terlebih dahulu sebelum menikah dengan Bara nantinya.
Yah, itu pikiran Bagas yang normal, bukan pikiran Bara yang kurang waras dan mengandalkan emosi nya saja.
Tidak ingin membuat Bara marah karena menunggu lama, Bagas segera menghubungi seseorang untuk menyiapkan helikopter, tentu saja untuk menyusul Velia. Bagas tau kalau Bara tidak akan menempuh jalur darat yang akan membutuhkan waktu yang lama, dan memilih menggunakan helikopter pribadi nya.
"Sabar, dan tenangkan pikiran mu..."
Ucap Bagas mencoba untuk menenangkan Bara, ia tidak mau kalau sahabat nya itu emosi dan berakibat fatal.
"Bagaimana gue bisa tenang Gas, kalau calon istri gue berada di sana bersama dengan laki laki lain??"
Bukan nya mereda, emosi Bara malahan semakin melunjak, ia tidak sadar kalau sudah merebut calon istri orang.
'Lo aja seperti ini, emosian lihat Velia bersama dengan Gery, bagaimana dengan Gery? yang jelas-jelas calon istri nya sudah Lo rebut.'
Bagas hanya mengucapkan itu di dalam hatinya, tidak ingin kalau Bagas akan semakin emosi dan berakibat fatal.
"Lo ingat kan, kalau Velia sebentar lagi akan menikah dengan Lo?? dan itu mereka berdua hanya menyelesaikan sesuatu yang belum beres saja."
Ucap Bagas lagi, kali ini ia mencoba menjelaskan pertemuan Velia dengan Gery, supaya sahabat nya itu tidak salah paham.
"Menyelesaikan sesuatu yang belum beres dengan pelukan dan ciuman?? seperti itu??"
Bara kembali emosi mengingat lagi Velia yang berpelukan dan juga berciuman dengan Gery, sekali lagi.....ia sendiri tidak menyadari kesalahannya, bahkan kesalahan nya ini sangat fatal karena sudah memperkosa calon istri orang.
"Sudah lah.... helikopternya siap, kita ke atas."
Tidak ingin berdebat panjang dengan Bara, Akhirnya Bagas pun meminta Bara untuk segera ke atas..tentu saja dengan kebetulan helikopter juga sudah siap.
Bara dengan cepat menuju ke atas gedung, tentu saja dengan Bagas yang setia mengekor di belakang nya.
Setelah semuanya siap, dan Bara maupun Bagas sudah berada di helikopter, pilot pun dengan cepat langsung mengarahkan ke titik di mana akan di tuju.
...***...
Tidak lama, helikopter sudah mendarat sempurna di sebuah lapangan yang kebetulan berada tidak jauh dari rumah yang Bara yakini menjadi tempat tinggal Velia untuk beberapa hari yang lalu.
Bara dengan cepat turun, di sana juga sudah ada anak buahnya yang bersiap untuk membawa Bos-nya menuju ke tempat Velia.
"Langsung saja ke sana.", ucap Bara lantang....ia tidak akan ke mana mana dulu dan langsung menuju ke rumah milik orang tua Velia yang Bara sendiri sudah tau alamatnya.
Sepanjang perjalanan, Bara menghubungi ponsel Velia, tetapi ..sayang sekali masih tidak aktif....ia pun langsung saja memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku, percuma saja menelpon...di samping Velia juga tidak bisa dihubungi....Bara juga ingin memberikan kejutan untuk calon istrinya yang nakal yang sudah diam diam bertemu dengan sang mantan, bahkan berciuman dan berpelukan sangat mesra.
"Awas kamu Vee, katemu habis kamu!!", ancam Bara dengan senyuman licik di bibir nya
Bagas saja yang berada di samping nya jadi ngeri sendiri, melihat ekspresi wajah Bara yang tidak mengenakan..
"Jangan kejam kejam, tunggu satu Minggu lagi...kamu bisa puas menyentuh nya.."
Bagas seakan akan tau hukuman apa yang akan diberikan oleh Velia, ia sendiri sebenarnya kasihan dengan gadis manis itu dan Bagas yakin kalau Bara tidak hanya melakukan saat hari itu saja, tapi jauh setiap ada kesempatan.
"Mana tau Lo bagaimana rasanya, benar kata orang... sekali terjun dan merasakan, pasti nya tidak akan mau berhenti, bikin nagih!!", ucap Bara tidak ada malu malunya sedikit pun.
__ADS_1
Bagas yang mendengar nya, ingin sekali memukul mulut Bara dan merobek nya, sudah tau kalau itu adalah aib....masih saja...ia ucapkan.
Beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpangi Bara sudah sampai di depan sebuah rumah yang sangat asri karena banyaknya pepohonan.
Bara tidak langsung turun, ia melihat ke sekitar rumah itu, yang mana memang pemandangan nya sangat sejuk dan juga dingin.
Tiba tiba otaknya yang tidak waras, sudah berkelana ke mana mana, ia yang rencananya akan membawa Velia pulang malam ini, dengan cepat mengurungkan niat nya...karena ingin bermalam dengan Velia, dan menikmati malam yang begitu dingin hanya berdua, satu ranjang dan satu selimut.
Melihat Bara yang senyum senyum sendiri, membuat Bagas memukul pundak Bara, Bagas tau apa yang ada di dalam pikiran kotor Bara saat ini.
"Apa Lo tidak bisa menahan nya??"
"Tidak bisa, yang penting gue tanggung jawab, dan Hua nikahin Velia Minggu depan, kalau perlu malam ini gue akan panggil penghulu dan Papah Cesa kesini."
"Gila!!"
Daripada melihat dan memikirkan Bara yang sudah gila, lebih baik Bagas turun....ia begitu senang dengan suasana yang seperti ini, dengan banyak nya pohon pohon dan juga udara yang sejuk, yang membuat pernafasan jadi segar kembali.
Bagas juga tersenyum manakala melihat mobil Velia yang ada di halaman rumah yang tidak begitu mewah itu. Berarti...ia tidak perlu pusing pusing untuk mencari di mana Velia, dan malam ini Isa tidur dengan tenang.
"Kalian pulang lah.....jemput aku besok pagi...", ucap Bara sebelum turun.
"Besok pagi??"
Tanya Bagas yang tidak sengaja mendengar ucapan Bara pada supir dan anak buahnya, bukannya rencana Bara langsung pulang malam ini, tetapi.. kenapa jadi besok.
Kalau Bagas sendiri tidak masalah, ia malahan senang bisa bermalam ditempa yang berbeda dan jauh dari polusi, ia juga dapat mengistirahatkan tubuh nya sejenak.....sebelum kembali ke Jakarta yang akan di sibukkan dengan tumpukkan pekerjaan dari Bara, sedangkan Bara sendiri sibuk dengan urusan pribadinya tidak kelar kelar.
"Iya, aku ingin bermalam disini, seperti nya membuat kenangan indah di sini boleh juga.", jawab Bara kali segera meninggalkan Bagas.
Sama seperti Bagas, Bara pun tersenyum ketika melihat mobil Velia ada di sana, dan itu tandanya memang Velia dan di dalam rumah ini, tidak kemana mana. Tidak tau saja kalau Velia pergi dengan laki-laki lain , mobilnya di bawa Brisa pulang karena sakit perut..
Tok ...tok ...tok ..
.Tidak mau basa basi, Bara mengetuk pintu...dan berharap ada yang membuka nya
"Siapa sih??? ganggu orang makan aja.", gerutu Brisa kesal.
Ia pikir ada orang lain yang bertamu sore sore, tentu saja tamunya bibik kalau tidak mamang....ia lupa kalau Velia masih berada di luar rumah.
Lama suara ketukan pintu itu, sebenarnya Brisa enggan untuk membuatkan pintu, dipikir nya palingan juga mencari bibik dan mamang, tapi kan tidak di rumah.
Tok ...tok...tok...
"Astaga, aku lupa kalau Velia belum pulang."...
Baru saja ia mengumpat, tetapi Brisa langsung teringat tentang Velia yang belum pulang karena jalan jalan berdua dengan Ardian.
"Aduh, kan pintunya aku kunci... benar saja kalau Velia ketuk ketuk pintu sedari tadi."
Menyadari kalau Velia masih ada di luar, Brisa pun langsung meninggalkan ruang tivi dan membukakan pintu....
Ceklek...
"Bara??"
"Brisa??"...
Dua saudara kembar itu saling kaget, tidak menyangka kalau bertemu di tempat ini.
"Kau, bukannya masih di London??", tanya Bara menyelidik dengan tatapan mata yang sangat tajam, ia merasa di bohongi oleh kembaran nya sendiri, yang diam diam juga ikut menyembunyikan Velia.
"Dan di mana Velia??"
Dua pertanyaannya Bara ucapkan begitu saja, tidak memberikan kesempatan untuk Bisa menjawab.
"Duduk dulu, aku bisa jelasin."
Brisa jelas saja ketakutan, apalagi melihat mata Bara yang menyorot nya tajam.
__ADS_1
"Ckkk....rupanya adikku sendiri yang membawa kabur calon istriku....",
"Iya, aku kasihan sama Velia, kamu juga jadi laki laki sadis amat...tidak punya peri kemanusiaan....sudah tau Velia tidak mencintai mu, dan sudah tau Velia adalah calon istri nya orang, tapi melahan kamu perkosa, kamu waras Bang??"
"Sangat sangat waras adikku sayank....bahkan dengan cara ini, Abang mu yang ganteng ini bisa mendapatkan Velia, wanita yang aku cintai.....kamu juga senang kan?? kalau Velia jadi kakak iparmu??"
Brisa reflek mengangguk, ia kemudian memeluk tubuh saudara kembar nya, beberapa tahun tidak ketemu...jujur ... membuat Brisa kangen.... meskipun Bara sangat menyebalkan.... tetapi....ia juga setuju kalau Bara menikah dengan Velia.
"Aku kangen bang"
"Abang juga kangen... nakal...pulang tidak memberikan kabar, sudah seminggu lagi ....".
"Kejutan ... belum seminggu...masih ada nanti malam....."
Pertemuan yang awalnya menegangkan, setelah nya berakhir manis. Saudara kembar itu melepas rindu, karena sudah lama tidak bertemu.
Bara sendiri yang tidak mau ikut ketika kedua orang tua nya mengunjungi Brisa di London yang akhirnya... beberapa tahun ini ia tidak bertemu dengan adik kembar nya
"Lalu kuliah mu??"
"Aku tidak sebodoh kamu, aku sudah lulus dan tinggal wisuda saja bukan depan, makanya aku pulang...."
"Hmmm meskipun kamu sudah lulus, tetap saja ..aku yang akan nikah duluan....."
"Enak saja, bulan depan setelah aku wisuda...pacarkua akan datang melamar...jadi....aku tetap yang menang...."
"Eh sudah punya pacar.... awas saja kalau tidak sesuai dengan kriteria ku, dan tidak mapan....."
"Siapa yang mau nikah siapa juga yang sewot.... tenang saja....sudah lulus audisi...mantunya Daddy Brylli...tentu saja dia tidak kalah sukses nya dibandingkan dengan kamu dan Daddy....."
"Hah?? tua donk Ca??"
Bara berpikir kalau laki-laki sudah sukses itu tua, tetapi.. Nyatanya ia salah, padahal diirinya dan juga Gery juga pengusaha sukses.... tetapi... masih muda...
"Enak, saja...beda empat tahun lah...yang jelas lebih gantengan dia dari pada kamu, dan enggak neko neko seperti kamu, katanya sayank....tapi kenapa malahan diperkosa duluan ...."
Bukannya marah, Bara malahan tersenyum...ia bahkan sudah membayangkan yang tidak tidak dengan Velia.
"Ngeres aja pikiran kamu!!"
"Biarin, sama calon istri sendiri... membayangkan wajar lah, tapi di mana Velia??"
Jelbb
Brisa sampai lupa saking senangnya bertemu dengan Bara, ia pun kini tidak tau harus berkata apa kepada Bara, kalau di jawab jujur...pastinya Bara akan marah ..ia tau bagaimana sifat saudara kembar nya itu.
Tetapi, kalau tidak.....ia akan membuat alasan yang bagaimanapun lagi, Velia di mana??? padahal di sini tidak ada sanak saudara yang ada, kecuali bibik dan mamang yang mengurus rumah ini.
"Di mana Velia, Ca??"
Tanya Bara sekali lagi, karena Brisa tidak memberikan jawaban....ia pun sedikit membentak yang membuat Brisa kaget seketika.
"Jangan coba coba membohongi aku, dan menyembunyikan Velia!!"
Mode garang nya Bara nampak, padahal ia tadi sangat manis sekali, tetapi .. sekarang kenapa galak seperti macan kelaparan.
"Keluar Bar, tadi kita mencari makan, dan setelah itu??"
"Setelah itu apa??"
Tidak sabaran sekali Bara, ia bahkan sudah menunjukkan sisi jahatnya, yang ada di pikiran Bara adalah Velia bersama dengan Gery, dan mereka sedang memadu kasih dengan sangat mesra.
"Setelah itu....kita pergi jalan jalan, tetapi....aku pulang karena perutku sakit...."
Jawab Brisa dengan terbata-bata, ia sudah takut dengan aura yang menyeramkan dari wajah Bara
"Dengan siapa Ca??"
Bara sudah menduga kalau Velia pergi dengan laki laki lain, dan itu adalah Gery.
__ADS_1