Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bersama Bara


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


"Hati hati di jalan, kalau sudah sampai kabari aku yank."


"Pasti, aku langsung kabari kamu, kamu juga hati hati."


Yah, hari ini adalah hari di mana Gery harus terbang ke Jepang, tentu saja karena permintaan Papah nya yang memang keadaan Perusahaan di sana belum membaik.


Dan Gery sebagai penerus Perusahaan itu, mau tidak mau harus membantu sang Papah untuk memperbaiki Perusahaan yang ada di Jepang, meskipun berat...terapi harus ia lakukan.


Cup


Satu buah kecupan manis mendarat di kening Velia, dan kemudian beralih ke bibir manis Velia yang sudah menjadi candu nya.


Di tengah ramai nya orang orang yang hilir mudik di bandara, sepasang kekasih itu malahan asik dengan kegiatan nya bertukar saliva.


Gery dengan lembut melu_mat bibir Vee, ia juga menekan tengkuk Velia supaya lebih memperdalam lagi ciuman nya.


Begitu juga dengan Vee, ia membalas setiap sentuhan sentuhan yang Gery berikan, menyesap lembut bibir Gery yang juga membuat nya mabuk kepayang.


"Aku mencintaimu sayank, jaga diri ya??", ujar Gery setelah melepaskan pagu_tan bibir nya, ia juga mengusap lembut bibir Velia.


"Aku juga mencintaimu dan cepat lah pulang.", ujar Vee dengan mata yang berkaca-kaca , mengapa saat ini dirinya begitu lebay, pakai acara tangis tangisan segala.


Sekali lagi, Gery memeluk tubuh Velia. Ia merasa ada sesuatu yang di rasa aneh dan sangat menyesak dalam dadanya.


Entahlah, perasaan takut kehilangan Velia tiba tiba muncul di benak Gery saat ini. Ingin sekali laki laki itu membawa serta Velia untuk bersama nya, tetapi tidak mungkin dilakukan nya saat ini.


"Aku pergi dulu ya...."


"Iya Sayank..."


Gery melepaskan pelukan nya, ia kemudian meninggalkan Velia untuk menuju ke negara Sakura. Tentunya bukan untuk jalan jalan dan bersenang-senang, tetapi...untuk membantu Perusahaan Papah Gery yang sedang mengalami masalah.


Gery melambaikan tangannya, dan ia berharap kalau ini bukan pertemuan yang terakhir kalinya. Entahlah.... rasanya sangat berat dan ia memang merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati nya.


"Aku akan menunggu mu yank....", ucap Vee.


Gadis cantik itu kemudian meninggalkan bandara setelah tidak melihat lagi Gery di depannya. Tentu saja kepergian Gery membuat Velia sedih dan kehilangan semangat nya.


Padahal Gery hanya pergi selama tiga hari, bukan dua tahun seperti diirinya dulu yang dengan tega meninggalkan Gery.

__ADS_1


"Hanya tiga hari saja aku sudah merasa sedih, bagaimana rasanya jadi Gery yang dua tahun aku tinggal...sungguh ...maafkan aku yank ... aku memang egois."..


Velia meninggalkan bandara, ia mengendarai mobil nya sendiri karena memang sengaja setelah mengantar Gery, Vee akan jalan jalan ke mall, tentu saja untuk menghilangkan sedih dan juga suntuk nya.


Vee juga hari ini bolos tidak kuliah, bukan karena mengantarkan Gery, tetapi ia juga males untuk melakukan apa apa.


...****...


"Hari ini aku akan menghabiskan hari ku di mall saja, makan, nonton dan belanja."


"Aku temenin."


"Astagfirullah...."


Vee menoleh, memegang dadanya karena kaget, tiba tiba tidak ada wujudnya Bara sudah berada di samping nya saat ini, tentu saja Vee kaget, apalagi sudah beberapa hari ini ia tidak melihat sosok Bara.


"Jangan kaget, aku bukan setan!!"


Vee melengos, "memang kamu bukan setan tetapi lebih dari setan yang sangat menakutkan."


Gadis itu kemudian meninggalkan Bara yang masih memaku di tempat nya.


Sementara Bara, ia tersenyum dan mengikuti Velia dari belakang, karena ini adalah kesempatan emas bagi nya untuk mendekati Velia.


Tiga puluh menit menunggu, loket pembelian tiket itu di buka, tentu saja Velia sangat senang, meskipun hatinya sedang gundah memikirkan kekasihnya yang baru saja terbang ke negara Sakura.


"Oh rupanya mau nonton!!", gimana Bara.


Laki laki itu langsung saja menghampiri Vee dan ikut membeli tiket.


"Yakin mau nonton film romantis, nanti baper lagi enggak ada pacarnya", goda Bara.


Ia yang sudah tau kalau Gery ke Jepang, dan saat ini tentu Vee sendiri an. Bara sengaja menggoda Velia dan membuat Velia dekat lagi dengan nya seperti dulu lagi.


"Yakin lah, kenapa enggak. Daripada nonton film horor malahan nanti enggak bisa tidur."


"Aku temenin ", ucap Bara dengan merogoh sakunya, untuk mencari dompet.


"Temenin tidur?? ngarang!!"


Velia sudah sewot duluan, padahal bukan temenin tidur yang Bara maksud kan tetapi temenin nonton.

__ADS_1


"Boleh...dengan senang hati."


"Satu lagi tiket nya mbak, dan ini uang nya."


Bara memberikan uang kepada kasir, otomatis Vee langsung melongo, gadis itu juga menggeleng karena ia salah paham dengan Bara.


"Tidak usah, aku bayar sendiri saja, aku enggak mau berhutang sama kamu."


Vee juga menolak dibayarkan oleh Bara yang ujung ujungnya nanti malahan laki laki itu meminta ganti rugi.


"Sudah aku bayar, lagian kayak sama siapa aja.",


Bara tidak terima penolakan dari Velia, laki laki sudah mendapatkan dua tiket nonton bersama dengan seseorang yang di cintai nya.


"Nyebelin!! sana pergi!!"


"Tapi aku mencintaimu, mana mungkin aku akan pergi, apalagi melihat kamu yang sedang galau saat ini. Dan aku akan menjadi teman kamu."


Teman apa an?? teman kok maksa untuk cinta. Kalau bukan Bara orang nya, tidak ada lagi yang seperti itu.


"Ckkk dasar gila!!"


"Gila karena kamu. Aku beli camilan dan minuman dulu, kamu duduk saja."


Tidak ingin berdebat terlalu panjang dengan Vee, akhirnya Bara meninggalkan Vee untuk membeli camilan dan minuman ringan.


"Masuk yuk, aku temenin."


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan Bara, Bara segera menghampirinya Velia dan tak lupa menggandeng mesra tangan Vee.


Vee berusaha untuk melepaskan tangan Bara, tetapi Bara makanan semakin erat menggenggam nya.


"Jangan di lepas, kita nikmati hari ini bersama, hanya ada aku dan kamu, untuk mengganti waktu kita selama dua tahun yang sudah hilang ", ujar Bara dengan senyuman yang mengembang di bibir nya, ia yakin kalau Velia tidak menolah nya


Vee mengangguk pasrah, entah mengapa kali ini Bara benar benar tulus mengucapkan nya, dan mengapa juga Vee tidak lagi melepaskan tangan Bara.


Bukan karena rasa nyaman, tetapi ia merasa kalau Bara adalah teman masa kecilnya, dan kembali mengingat masa kecil nya lagi.


Bara membawa Vee untuk masuk ke dalam, ia juga menuntun Vee untuk mencari tempat duduk yang sesuai dengan yang ada di tiket.


"Sini.... aku bukain minum nya?"

__ADS_1


Dengan sangat perhatian, Bara membuka minuman kaleng yang baru saja di belinya, tentu saja Vee menerima dengan senang hati, meskipun ada sesuatu yang membuat nya tidak tenang.


__ADS_2