
Plakk
Plakk
Tangan Velia menampar kembali pipi Bara, Vee tidak ingin menyerah begitu saja dengan apa yang sudah terjasi pada nya, meskipun bagian atas sudah sedikit terjamah oleh Bara, tetapi setidak nya ..ia masih bisa menyelamatkan perawan nya.
"Sayank......."
Bara kaget, kalau tidak Vee...mungkin laki laki itu akan menampar kembali pipi orang yang sudah menampar nya, tetapi...karena ini adalah Vee, gadis yang ia cintai... Bara tidak akan membalas nya.
"Lepas Bar!! aku tidak mau!! aku benci kamu!!"
Teriak Vee dengan tangannya terus memukul dada Bara, tidak lupa dengan mulut nya yang terus mengumpat.
Bara yang tidak tahan dengan pukulan Vee, dan kalau dibiarkan seperti ini, ia tidak akan bisa mendapatkan apa yang dimau.
Bara tersenyum penuh kemenangan, manakala melihat sobekan baju Vee yang tergeletak di atas ranjang, dan tentu saja itu akan di gunakan nya untuk mengikat tangan Vee ke atas.
"Bara, kamu!!"
Vee berontak...ia mencoba untuk melepaskan tangan yang sudah di pegang oleh Bara.
"Kamu yang membuat aku seperti ini sayank, tenang lah... setelah kamu merasakan enak, aku akan melepaskan ikatan tangan kamu."
Vee masih berontak, tetapi...Bara tidak memperdulikan nya, lagi lagi...ia harus egois untuk bisa mendapatkan Vee selamanya.
Dan kini, tangan Vee sudah diikat ke atas, tidak ada lagi tangan yang akan menampar bahkan memukul nya.
Bara tertawa, ia sudah siap untuk melakukan aksinya, menanam benih penerus Buminegara...dengan gadis yang sangat ia cintai.
Happ
Bibir Bara kembali melu_mat bibir manis Vee, meskipun Vee tidak membalas nya, tetapi....bagi Bara itu tidak masalah....ia akan tetap melakukan nya.
Setelah puas memakan dengan lahap bibir Vee sampai bengkak, laki laki itu kemudian menciumi leher Velia, hingga gadis itu mende_sah dan mendongakkan wajah nya, tentu saja ... rasa yang baru pertama kali di rasakan ini membuat ada sesuatu yang berbeda dari tubuh nya.
"Eeuh....."
__ADS_1
Padahal Vee sudah berusaha untuk tidak mengeluarkan suara itu, tetapi.... bibir nya tidak bisa diajak untuk kompromi.
"Teriaklah sayank....enak kan, bahkan kamu akan merasakan yang lebih enak lagi...."
"Kamu jahat Bar!! aku benci kamu!!"
"Tapi aku mencintaimu sayank.."
"Ah ...."
Suara suara indah nan merdu yang keluar dari bibir Velia, membuat Bara semakin bersemangat untuk memberikan tanda cinta di seluruh tubuh indah hasil cantik itu.
Bara yang nakal, mulai meng_hisap leher jenjang Vee, memberikan tanda cinta di sana, sampai tidak ada ruang yang tersisa lagi.
Suara desa_han pun lolos begitu saja dari bibir Velia, meskipun airmata nya terus saja mengalir, tetapi... sentuhan sentuhan dari tangan dan bibir Bara tidak bisa lolos begitu saja dari tubuh nya.
Bara semakin semangat, bibirnya kini sudah semakin nakal dan turun ke bawah, begitu juga dengan tangan nya yang sudah mere_mas gunung kembar Velia.
Tidak bisa di elakkan lagi, tubuh Velia memang benar benar membuat Bara menggila, bahkan laki laki itu tidak memperdulikan tangisan dan teriakan serta umpatan dari Velia.
"Euhhhhh....."
Seperti bayi yang sedang menyusu, Bara juga melakukan itu, memainkan gunung kembar Velia, bukan hanya dengan tangan Bara saja, tetapi juga dengan bibir dan lidah Bara.
Laki laki itu bahkan tidak melepaskan tangannya dari salah satu benda kenyal yang sudah di depannya.
Lengu_han dan desa_han keluar dari bibir Velia, manakala Bara dengan lihat memainkan lidah dan juga gerakan tangan nya yang memutar mutar benda kenyal itu, berkali kali Bara meng_hisap dan juga mengigit benda kenyal yang mencuat dan berwarna pink itu.
"Bara... brengseekkk kamu!!"
Setelah Bara melepaskan bibir nya, Velia kembali mengumpat kasar, ia bahkan tidak perduli lagi dengan siapa yang ada di depannya itu.
Tetapi, lagi lagi...Bara tidak perduli...setelah puas meng_hisap...laki laki itu mengarah kan pandangan matanya ke arah bawah, bagian inti Velia yang sudah ingin ia sentuh.
Melihat tatapan dan juga pergerakan tangan Bara yang sudah turun ke bawah dan membuka rok nya, Vee menggeleng.....
"Jangan Bar, aku mohon......jangan lakukan itu....aku mohon Bar!!"
__ADS_1
Vee masih belum berhenti menangis, dan kali ini suara tangisannya pun semakin kencang, tapi lagi lagi...Bara seakan akan tuli di buat nya, ia bahkan sama sekali tidak mendengar kan apa yang dikatakan oleh Vee.
Bara yang sudah berada di bawah, di bagian kaki Vee.... segera membuka rok yang dipakai oleh Velia, tentu saja dengan merobek nya, hingga hanya tersisa segitiga pengaman yang berwarna merah menyala itu.
Bagai mendapatkan durian runtuh, Bara melotot kan matanya dan meneguk salivanya, ia benar benar begitu terpana ketika melihat kaki yang mu_lus dan juga pa_ha yang putih bersih tanpa goresan sedikitpun.
Tanpa menunggu lama, Bara merentangkan kedua kaki Vee. Awalnya agak susah, karena Vee benar benar tidak mau merilekskan kakinya, bahkan kalau bisa ia tidak akan mengubah posisi kakinya.
"Rileks sayank....aku akan melakukan dengan pelan, aku tau..ini pertama untuk kamu dan juga untuk aku...."
Velia menggeleng, tangisnya sudah tidak dapat terbendung lagi. Ia sudah tidak punya harapan untuk bisa lari dari Bara. Tangan nya saja masih terikat , bagian atas sudah terjamah oleh Bara, dan kini.... bagian bawah yang hanya tinggal selangkah lagi akan menjadi milik Bara seutuhnya.
Bara sendiri masih berpakaian komplit, walaupun celana yang dipakai nya sudah sesak, karena ular yang di bawah sudah meronta untuk segera dilepaskan.
"Tenang sayank, jangan khawatirr...aku akan tanggung jawab, besok aku melamar kamu dan kita langsung menikah...aku mencintaimu.... percaya lah...aku melakukan ini bukan karena n@fsu saja, tetapi...aku tidak ingin kehilangan kamu dan juga sangat sangat mencintai mu Velia...."
"Brengseekkk!!"
"Brengseekkk!!"
"Sampai kapanpun aku tidak mau menikah dengan mu, meskipun ada anak di dalam rahimku."
"Kamu baj***ingan Bara!!"
Umpat Vee kesal, ingin sekali ia menghabisi laki laki yang ada di depannya, dan ia pun sangat menyesal karena dulu pernah mencintai Bara.
"Sayank tenang ya...."
Bara membuka kedua kaki Velia, kemudian ia memposisikan kepala nya agar menyentuh bagian inti Velia yang masih tertutup oleh segitiga pengaman itu.
"Jangan Bara...aku tidak mau, aku benci kamu!! hiks...hiks ...."
Tangan Bara yang sudah gatal, dengan nakal mengusap lembut bagian luar inti Velia, mengusap dan memberikan sentuhan sentuhan memabukkan yang membuat tubuh Vee bereaksi sangat hebat.
"Wangi banget sayank....."
Setelah puas mengusap dan memainkan di area luar ingin Velia, bibir Bara juga ingin merasakan nya.
__ADS_1