
Kediaman Brylliant Buminegara.
Bara yang sudah tidak karu-karuan rasanya setelah melihat Vee datang, ia pun jadi merenungkan diri.
Entahlah, perasaan nya saat ini bener bener galau. Antara iya dan tidak, maju atau mundur.
Bara menarik rambut nya berkali kali, tetapi....sama saja, tidak membuat diri nya merasa baik baik saja.
Tetapi, akal pikiran nya masih normal, ia tidak mungkin membatalkan acara nanti malam, ia tau akan banyak yang terluka jika sampai batal.
"Maafkan aku Vee."
Bara menghela nafas panjang, ia meraih ponsel nya untuk menghubungi Meli. Dari semalam gadis nya itu tidak menjawab panggilan telpon nya dan juga tidak membalas pesan dari nya.
"Kamu kenapa??"
Ada setitik rasa khawatir dengan kekasih nya itu, hingga sampai saat ini, ponsel Meli juga tidak bisa dihubungi.
Bara yang sudah banyak kepikiran, malah tambah harua berpikir lagi setelah mengetahui Meli tidak ada kabar. Ia pun mencoba rileks dan tidak berpikir yang macam macam.
Ting
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel nya, Bara pun buru buru untuk membuka nya, karena berharap pesan itu dari Meli.
[Datanglah ke hotel Melati kamar No. 99, jika ingin melihat seseorang yang kamu tunggu.]
"Meli??"
Bukan hanya sebuah tulisan saja, tetapi nomor yang tidak dikenal itu juga mengirimkan foto mengenai Meli yang sedang berada di kamar hotel dengan seorang laki laki."
"Dio??"
"Brengseekkk!!"
Pyar!!
Bara menggebrak meja, hingga gelas yang ada diatasnya jatuh ke bawah, dan membuat Mommy Cherry dan Daddy Brylli kaget, lalu melihat ke arah Bara.
"Bara kamu kenapa??"
__ADS_1
Bara tidak menjawab, ia mengambil kunci mobil dan langsung keluar rumah, ingin segera membuktikan apa yang sudah dikirim kan kepada nya, benar atau tidak.
"Mas, Bara??"
Mommy Cherry merasa khawatir dengan keadaan Bara, apalagi putranya itu keluar dari rumah dengan keadaan yang tidak baik baik saja, karena bisa dilihat dari wajah nya.
"Kita ikuti sayank. Mas juga khawatir.", ucap Daddy Brylli yang masih mesra diusia yang sudah tidak muda lagi.
Mommy dan Daddy Brylli langsung beranjak untuk segera mengikuti Bara, mereka tidak pernah melihat Bara seperti ini sebelumnya. Bahkan saat marah dengan Vee pun, tidak seperti saat ini.
Sementara Bara, tangan nya sudah terkepal kuat, giginya bergemelatuk, ia sudah siap untuk membogem laki laki itu jika memang benar apa yang yang telah dikirim kan nya sesuai dengan kenyataan nya.
Mobil Bara sudah sampai diparkiran hotel, tidak lama karena posisi hotel itu dekat dengan rumah Bara.
Dengan amarah yang memburu, Bara berlari untuk mencari kamar 99, ia tidak sabar menyaksikan drama yang mungkin akan merubah keputusannya nanti.
Brakk
Bara membuka pintu kamar hotel dengan sangat keras, dan ia melihat dua orang sedang bercumbu di atas ranjang, dengan perempuan berteriak dan menangis di bawah kungkungan seorang laki laki.
"Brengseekkk!!"
Meli yang sudah menangis dari semalam, ia dikejutkan dengan suara yang tidak asing lagi bagi telinga nya.
Dengan keras , ia mendorong tubuh Dio yang sudah berhasil merenggut kesucian nya.
"Bara, aku??"
"Kamu jahat Mel.!!"
Bara memejamkan matanya, ia tidak bisa melihat kakasihnya bersama dengan laki laki lain dalam keadaan tidak berpakaian, apalagi ia menyaksikan sendiri kalau calon tunangannya itu di tiduri oleh laki laki lain.
"Brengseekkk kamu!!"
Bugh
Bugh
Bara membogem wajah Dio yang sudah kembali menggunakan celana karetnya, Dio pun tidak mengelak, ia malahan menyambut pukulan Bara dengan senyuman.
__ADS_1
Sedangkan Meli, ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh nya dan bergegas ke dalam kamar mandi, walau pun rasa perih melanda di bagian intinya.
"Pukul aku Bar, pukul.!!", tantang Dio.
"Kamu!!"
Bugh.
Bugh
Kembali Bara memukul wajah Dio, Dio pun hanya diam saja.
"Kamu pukul aku berkali kali, itu tidak akan mengembalikan perawan Meli yang sudah aku renggut."
"Kamu!!"
Bara ingin kembali melayangkan pukulan di wajah Dio, tetapi tangan nya langsung di cekal oleh Dio.
"Lihat lah Bar. Kamu bisa melihat yang ada di sprei itu apa?? jadi, tinggalkan Meli, dia akan menikah dengan aku, bukan dengan kamu.!"
"Aku tidak mau!!", teriak Meli yang sudah keluar dari dalam kamar mandi, dengan rambut yang masih acak acakan, dan juga muka yang pucat.
Meli menghampiri Bara, ia kemudian berlutut di bawah Bara,. "Maafkan aku Bar, aku dijebak, semalam Dio menculikku dan dia menyuntikkan obat perangsang ke dalam tubuh ku."
Deg...
Bara tidak menjawab, ia masih mengepalkan tangannya, bingung dengan apa yang dilakukan nya.
Di satu sisi, ia sangat mencintai Meli, tetapi di sisi lain...ia tidak mungkin melanjutkan hubungan dengan wanita yang sudah tidak perawan lagi, apalagi dengan jelas di mata nya sendiri, Meli di tiduri oleh Dio. Bara tidak terima itu.
Brakk
Bara belum menjawab, tetapi kedua orang tuanya sudah datang, begitu juga dengan kedua orang tua Meli dan Dio, yang memang sengaja di hubungi oleh Dio.
"Meli."
Mamah Meli menghampiri putrinya yang masih duduk di bawah, di kaki Bara.
"Ada apa sebenarnya??"
__ADS_1
Mommy Cherry ikut melihat Bara dan calon menantu nya, beliau menutup mata nya ketika melihat bercak darah di sprei putih, dan juga melihat ke arah laki laki yang dengan wajah babak belur hanya memakai celana karet saja.