
Satu Bulan Kemudian.
Kondisi Bara semakin membaik, bahkan tangannya juga tidak di gendong lagi dan sudah lepas perban dan juga sudah bisa digerakkan seperti semula.
Bara tersenyum senang, entah kekuatan dari mana yang membuat laki laki itu bisa pilih dalam waktu yang singkat.
"Terimakasih Dokter...."
"Sama sama..."
Bara menjabat tangan Pak Dokter, kemudian meninggalkan ruangan Dokter itu.
"Mommy.... Mommy pulang ke rumah ya, dianter sama Bagas."
Mommy mengeryitkan alisnya, baru saja tangan Bara sembuh tetapi mau pergi sendiri, dan Mommy Cherry tentu saja melihat gelagat yang aneh dari Bara.
"Kamu mau ke mana?"
Kini Mommy menatap tajam mata Bara, tentu saja ia sangat curiga dengan putra sulung nya itu. Padahal tadi berangkat bertiga, tetapi...kini malahan Bara pergi sendiri.
"Ke kampus Mom..."
Kampus?? bukannya hari ini tidak ada jadwal kuliah, jadwal bimbingan pun juga tidak ada. Mommy Cherry tau betul jadwal Bara kuliah dan juga bimbingan skripsi, begitu juga dengan jadwal meeting dengan klien.
"Mau apa kamu??? tangan mu saja masih sakit."
"Ketemu Velia Mom....Bara kangen."
Kangen....tentu saja Bara kangen dengan Velia, karena sudah beberapa hari ini Bara tidak bisa bersama dengan gadis cantik itu, hanya memandang nya dari jauh karena setiap mau mendekat, Gery pasti nya sudah lebih dulu menghampiri Vee.
"Kamu kan tidak bawa mobil Bar??"
"Sudah ada di depan Mom, baru saja Bara minta untuk nganterin mobil ke sini.", jawab Bara senang.
Belum bertemu dengan Velia saja, wajah Bara sudah sumringah seperti itu, apalagi kalau nanti sudah bertemu.
"Tapi kan tangan kamu??"
Terlihat cemas di wajah Mommy Cheryy, yang benar saja...baru saja tangan nya di buka perban nya dan memang sudah di nyatakan sembuh oleh Dokter, tetapi tidak semestinya Bara menyetir sendiri.
"Bara sudah sembuh Mom, Bara akan pelan pelan, jangan khawatirr."
__ADS_1
Bara menyakinkan Mommy Cherry, ia juga sebenarnya kasihan dengan wanita yang sudah mengandung dan melahirkan nya itu, tentu saja tidak tega jika melihat Mommy yang cemas mengkhawatirkan nya, tetapi....memang nyatanya tangan Bara sudah baik baik saja, bahkan tidak ada rasa ngilu sedikit pun.
"Hati hati...."
Hanya itu yang di ucapkan oleh Mommy Cherry, beliau tau bagaimana anak nya itu, pastinya tidak mau di bantah sedikit pun juga.
Bara tersenyum, kemudian mengantar Mommy dan juga Bagas ke parkiran rumah sakit, kemudian ia batu menuju ke mobil nya.
Sementara Bagas, dari tadi hanya diam saja....ia tidak komen sedikit pun juga, percuma....Bara kalau di bilangin juga ngeyel, kapan sadar nya tuh orang.
Lebih baik kalau amnesia, tidak usah pusing pusing lagi, memang nyatanya tidak ingat sama sekali, tidak ini....waras dan otaknya tidak gesrek sedikit pun, namun membuat orang baik darah saja.
...***...
"Yank...."
Gery sudah menunggu Velia di dalam kelas nya, ia berniat untuk mengajak Velia makan siang terlebih dahulu, dan mengatakan kabar gembira, baru ia akan ke kantor.
"Sudah lama?? maaf ya?? dosennya tidak bisa diajak kompromi.", ucap Vee ngasal sambil nyengir.
Diajak kompromi gimana?? kan memang belum waktunya keluar, apalagi Dosen yang baru saja mengajar.
"Kami ada ada saja."
"Mau ke mana??"
Tanya Velia yang sudah sadar jika dari tadi tahan Gery terus menggandengnya.
"Makan sayank, aku lapar. Apa kamu tidak lapar?? nanti ada kuliah lagi kan??", Vee mengangguk.
"Tapi jangan jauh-jauh ya, di kantin saja...males keluar kampus, nanti yang ada kita cepet cepetan makan nya."
"Oke .. tidak masalah, lagian aku juga ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kamu."
"Apa?? jangan main rahasia an deh.", sewot Vee kesal. Ia paling tidak suka jika diajak main tebak tebakan.
"Nanti sayank...kita makan dulu...jangan terlalu penasaran...."
"Ih sebel deh!!"
Velia mencebikkan bibirnya kesal, dan itu membuat Gery menggelengkan kepalanya tanda ingin mencium bibir Vee. Andai saja tidak di kampus, sudah habis bibir Velia.
__ADS_1
Gery masih menggandeng tangan Vee hingga sepasang kekasih itu masuk ke kantin, dan memilih tempat duduk yang nyaman, karena bukan hanya untuk makan, tetapi ..untuk mengatakan sesuatu juga.
Ada dua berita yang akan Gery katakan kepada Velia, tentu saja itu bukan berita yang baik semua nya.
"Mau makan apa??"
Tanya Gery dengan lembut nya, sembari tangan nya menyingkirkan anak rambut Velia. Padahal ia juga tau apa makanan kesukaan Velia, tapi siapa tau Vee pengen makan yang lainnya.
"Samain kamu aja yank....lagi enggak pengen makan sesuatu."
"Oke...."
Sembari menunggu makanannya, Gery tak henti henti nya menatap wajah cantik Velia, memang sangat cantik sampai sampai Bara tidak rela melepaskan nya.
Tidak menunggu lama, makanan yang di pesan pun datang...Gery dan Vee langsung saja mulai makan nya.
Beberapa menit kemudian, makanan di depan mereka sudah habis dan kini saatnya Gery mengatakannya hal yang begitu sangat penting.
"Yank...ada yang mau aku katakan, ini ada dua hal ... mau berita baik atau berita jelek dulu."
Memang Gery akan mengatakan dua hal itu, antara berita senang dan tidak senang.
"Yang jelek dulu lah...biar nanti terakhir sebagai pemanis nya."
"Oke ...tapi janji jangan terikat ataupun nangis ya, aku tidak bisa memeluk kamu di sini."
"Iya deh....jangan bikin aku sedih sebelum waktu nya yank....."
"Dengerin aku dulu sayank....", Gery memegang tangan Vee, dan menatap lekat mata indah milik Velia.
"Aku Minggu depan mau ke Jepang .. Perusahaan Papah yang ada di sana mengalami kendala,. Bahkan Papah saat ini sudah ada di sana, tadi pagi berangkat....Berdoa aja mudah mudahan sebelum Minggu depan kondisi perusahaan Papah sudah stabil lagi....", ucap Gery dengan tatapan mata yang sendu.
Sejak semalam ia ingin memberitahu kan kepada Velia, tetapi rasanya tidak enak kalau lewat telpon.
"Berapa lama??"
Terlihat Vee yang kurang semangat, jujur...saat ini ia paling nyaman dengan Gery, selain bersama Papah Cesa.
"Tidak lama sayank ... mungkin paling lama tiga hari, doakan saja semoga semuanya baik baik saja."
Vee tersenyum, walaupun tidak rela.... tetapi ia harus menerima nya. Apalagi ia tau seluk beluk Perusahaan Papah nya Gery yang ada di Jepang, dan tentu saja bukan hanya kepentingan pribadi, tetapi menyangkut orang banyak.
__ADS_1
Sedangkan Bara yang sedari tadi mencari Velia ke mana mana, akhirnya menemukan Vee dan Gery di kantin, ia juga mendengar pembinaan Gery yang akan pergi Ke Jepang.
'Bagus, ini adalah kesempatan aku untuk dekat dengan Velia, dan memiliki Vee seutuhnya.', batin Bara tersenyum penuh kemenangan.