Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Tunggu Tanggal Mainnya


__ADS_3

"Auwww sakit Bar!!"


Bara yang tiba tiba datang seperti jalangkung saja, langsung menarik kedua telinga gadis cantik yang ada di hadapannya.


Baik Vee maupun Vika meringis menahan sakit dan panas akibat jeweran Bara.


"Sakit Bar. Lo gila!!", ujar Vika yang kini sudah memberontak, mencoba melepaskan tangan Bara dari telinganya.


"Iya Bar, sakit...panas kupingku!!"


Vee juga ikut ikutan meringis, ia protes karena selama dua tahun ini tidak mendapatkan jeweran dari Bara.


Kalau boleh jujur, Vee kangen dengan perlakuan manis Bara dulunya, yang tidak ada perbaikan atau rasa tidak enak sama sekali dan murni teman rasa saudara. Bukan seperti saat ini yang malahan canggung setiap kali bertemu.


Bara yang melihat dua gadis itu sudah meringis, ia tidak tega dan langsung melepaskan tangan nya, laki laki kemudian duduk di samping Vee, dengan kursinya yang sengaja di arahkan untuk menghadap ke gadis pujaannya itu.


"Dasar gila!! sakit tau Bar!!", oceh Vee.


Ia merasakan panas di telinga nya akibat jeweran Bara, untung saja telinga nya tidak putus, kalau putus mana mau Gery dengan nya, cantik cantik tapi enggak punya telinga, bisa bahaya....


"Sakit?? yang mana??"


"Ckk masih nanya yang mana?? emangnya yang kamu jewer apa ku??", kesal Vee malahan Bara bertanya yang mana yang sakit, apa dia sudah amnesia?? setelah membuat telinga kedua teman nya panas??


Melihat Vee yang menyentuh telinga nya, tangan Bara langsung saja gerak cepat dan melihat telinga Vee, ia bahkan tidak sadar kalau telah membuat telinga kesayangan nya itu menjadi merah dan tentunya panas.


Cup


Bara dengan memajukan wajahnya langsung mengecup telinga Vee yang merah dan panas, entahlah... pikiran Bara apa lagi konslet atau memang enggak waras. Mungkin yang ada di otaknya, setelah memberikan ciuman mandi di telinga Vee, maka merah merah dan panas akan hilang?? tidak Bara??, walaupun kamu kecil seratus kali pun juga tetap sama, tidak akan berubah.


Vee melotot kan matanya, tindakan Bara yang tiba tiba mencium telinga nya, membuat Vee jengkel dan segera mendorongnya Bara, bahkan Vee tidak enak dengan Vika, yang sedari tadi melihat interaksi antara dirinya dengan Bara.


"Ishhh .... "


"Kenapa?? mau lagi??? itu obat yang paling mujarab sayank.", ujar Bara menggoda.


Bukannya Vee tertarik dan terpesona, tetapi gadis itu malahan jengkel dan juga melihat ke arah Vika.

__ADS_1


Vika sedari tadi hanya diam saja, jujur ia iri melihat kemesraan antara Bara dan Vee, bukan hanya mesra saja, tetapi begitu sangat akrab. Bahkan dirinya saja yang sudah dua tahun menjadi sahabat Bara, tidak diperpanjang seperti itu.


"Masih sakit?? tanya Bara lagi."


Ia begitu perhatian dengan Vee, hingga lupa dengan Vika. Selain Vee, Vika juga mendapatkan jeweran dari Bara,, tetapi kenapa hanya Vee yang diperhatikan tetapi Vika tidak.


"Kamu amnesia??? harusnya kamu juga tau sama Kak Vika."


"Astaga....maaf Vik, gue lupa kalau Lo juga habis kena jeweran tangan gue."


Bara beralih menatap Vika, dengan tangannya yang juga menyibak rambut Vika dan melihat, apa telinga sahabat nya itu merah tau tidak.


Merasa di perhatikan, dan juga mendapat sentuhan dari tangan Bara, membuat Vika memejamkan mata menikmati sentuhan sentuhan tangan Bara yang mulai berada di telinga nya.


Tidak munafik, Vika juga ingin merasakan seperti yang Vee rasanya, di cium pas di telinga nya yang merah, tetapi.....


Ternyata Bara hanya melihat saja, tidak mengusap apalagi mencium seperti apa yang dilakukan nya pada Velia.


Mau protes??? untuk apa?? Vika bukan siapa siapa nya Bara, ia hanya sahabat yang sudah lancang mencintai Bara, dan sayang sekali rasa cintanya bertepuk sebelah tangan.


Vika menggeleng, "Santai aja, gue enggak apa apa. Mau makan atau minum Bar??"


Vika menarik nafas nya dalam dalam, ia tidak boleh cemburu dan sakit hati, meskipun yang ia rasakan saat ini adalah begitu adanya. Tetapi...percuma saja....Bara juga tidak akan memperdulikan nya dan menganggap nya sebagai sahabat saja tidak lebih.


"Makasih Vik, aku minum dan makan ini saja!!"


Tanpa permisi Bara minum minuman yang ada di depan Vee dan tentu saja itu adalah bekas dari bibir Velia.


"Minuman ku Bar!!! ih ngeselin!!"


Bara tidak menggubris, ia malahan sengaja memutar gelas dan minum dari berbagai sudut gelas, seakan akan Bara sedang menikmati ciuman tidak langsung nya.


"Manis!! rasanya seperti bibir kamu sayank...."


Pukkk


"Astaga Bara,!! bibir kamu itu kalau ngomong memang tidak pernah di saring."

__ADS_1


Vee memukul pundak Bara, tetapi laki laki itu malahan terkekeh geli, tidak berteriak ataupun membalas.


'Ya Tuhan, mereka tadi benar benar ciuman bibir???', batin Vika.


Ingin sekali Vika meninggalkan cafe itu, ia tidak kuat melihat kemesraan dan keakraban Bara terhadap Vee, yang memang seperti nya Bara tidak akan pernah bisa melepaskan Vee, dan merebut Velia dari tangan Gery, apapun caranya.


Hatinya sangat sakit, tetapi...pergi dari cafe itu juga bukan merupakan cara yang tepat.


"Bodo' amat. Salah sendiri kamu tidak tanggung jawab. Kamu lihat sendiri sayank....bibirku bengkak dan berdarah karena kamu, karena gigitan kamu!!"


"Allahuakbar....Bara!!", terikat Vee.


Untung saja cafe sudah sepi, dan hanya ada beberapa orang saja, padahal tadi sangat ramai. Gadis itu malu sendiri karena ucapan Bara, walaupun memang benar adanya, tetapi....tidak harus diucapkan di tempat umum, apalagi ada Vika yang terang terangan mencintai Bara.


Vee melihat ke arah Vika, kedua pasangan mata mereka saling bertemu, dan Vee langsung menggeleng. Ia tidak ingin Vika berpikir yang macam macam tentang nya, apalagi soal ciuman tadi yang benar adanya tetapi ia sama sekali tidak membalas.


'Maafkan aku Kak, aku sama sekali tidak membalas ciuman Bara,.', batin Vee


'Aku tau Vee, kamu tenang saja.!'


Vika seolah oleh membalas apa yang diucapkan dalam hati oleh Vika, ia sebenarnya sudah tau kalau Vee juga tidak membalas ciuman Bara.


"Maaf sayank....aku terlambat."


Suara seorang laki laki yang baru saja masuk membuat mereka bertiga menoleh seketika.


Cup


Gery yang baru datang langsung saja mencium kening Vee dengan mesra nya, ia bahkan tidak memperdulikan banyak orang di cafe itu, apalagi memperdulikan Bara.


"Mau kopi yank?? atau cokelat anget??", tawar Vee mesra.


"Susu kalau boleh tetapi langsung dari sumbernya.", bisik Gery nakal di telinga Vee.


Tetapi sayang sekali, Bara yang ada di sebelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Gery, dan ia mengepalkan tangannya.


'Jangankan cuma kening dan susu murni, aku bahkan akan mendapatkan semua yang ada di dalam tubuh Vee, tidak terkecuali perawan Vee yang hanya untuk ku. Tunggu saja tanggal mainnya Ger, akan aku pastikan Vee menjadi milik ku seutuhnya dan selamanya.', batin Bara yang sudah emosi dengan kedatangan Gery.

__ADS_1


__ADS_2