
"Kalau yang itu aku tidak bisa. Untuk saat ini kamu tidak bisa ditinggal sendirian yank.... nurut lah!!"
Bara memang benar benar tidak mau meninggalkan Velia sendirian, jika memang ia tidak bisa menemani pastinya akan meminta Mommy atau pun Bunda Rania yang menemani, ia tidak ingin terjadi apa apa dengan Vee lagi, mengingat pikirannya yang masih tidak bisa dibuat untuk kerja sama.
"Hufffh...."
Vee mendengus kesal, ia kembali merebak tubuh nya dan berniat untuk tidak melihat Bara. Karena semakin ia melihat dan menatap wajah Bara, ia akan kembali teringat dengan perlakuan Bara beberapa hari yang lalu yang sungguh membuat nya tidak bisa melupakan kejadian itu.
Bara hanya terdiam, rupanya memang Vee butuh sendiri....tetapi meninggalkan Vee sendiri memang bukan suatu hal yang tepat.
"Nanti kalau Mommy sudah datang, aku akan pergi sebentar, yah hanya sebentar saja...."
Bara memang nya orang keras, kalau sudah bilang iya ya iya, tidak ya tidak...jadi jangan harap kalau keputusan nya akan berubah, termasuk keputusan nya yang sudah bulat untuk menikahi Velia dan membuat Velia jatuh cinta dengan nya.
Meskipun terlihat konyol dan sangat tidak masuk akal, tetapi...itulah Bara.
Sementara, Gery yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sudah sampai di parkiran Rumah Sakit, ia segera turun dari mobil dan berlari untuk masuk ke dalam.
Gery yang tidak tau di mana Vee berada, ia menghampiriku resepsionis dan menanyakan di mana ruang perawatan Velia.
"Maaf mbak, pasien atas nama Velia Putri Aditya, di rawat di ruang mana ya??"
Petugas yang jaga langsung saja mengarahkan kursor mouse nya dan mencari di mana pasien dengan nama itu di rawat.
"Ruang VVIP spesial yang ada di lantai Lima.", jawab Mbak petugas itu dengan senyuman
"Terimakasihnya."
Setelah mendapatkan informasi di mana Velia di rawat, Gery yang memang hafal seluk-beluk Rumah Sakit ini, langssung saja berlari menuju ke lift, untuk segera menemui Vee
Di dalam hati Gery, ia begitu khawatir dengan kondisi Velia dan sangat menyesal karena tadi meninggalkan Vee di pantai sendiri an.
"Ada apa sebenarnya yank?? apa yang kamu perbuat hingga masuk Rumah Sakit,??"
Berbagai macam pikiran menghantui Gery, ia yang masih marah dan dendam dengan Bara, di tambah lagi dengan kabar kalau Vee masuk Rumah Sakit.
Ting
Gery keluar dari lift ketika sudah sampai di lantai lima, dan ia pun segera mencari nomer kamar Velia.
Laki laki itu tersenyum, tatkala melihat nomer kamar perawatan Velia, dan ia kini sudah berada di depan pintu kamar.
Ceklek
Tanpa mengetuk pintu, Gery yang sudah ingin tau kabar nya Vee langsung saja masuk ke dalam, dan ia begitu kaget tatkala melihat Bara ada di dalam ruangan Vee dengan tangan Bara memegang tangan Vee dan Bara yang mendekati Vee.
__ADS_1
"Lepas kan tangan calon istri ku!!", bentak Gery yang sudah mendekam ranjang Vee.
Bara maupun Vee kaget ketika mendengar ucapan Bara. Apalagi Vee, bukan nya ia takut kepergok berduaan dengan Bara, tetapi....ia tidak ingin kedua laki laki itu terlibat adu jotos....
"Lepaskan tangan nya brengseekkk!!", ujar Gery kesal.
Tak lupa ia mengumpat Bara dengan kesalnya, dengan tangan Gery yang sudah terkepal kuat.
"Tidak!! aku tidak akan melepas nya, kamu yang harusnya pergi, kamu yang tidak harus berada di sini!!"
Bara tidak mau kalah, ia juga tidak ingin Velia yang sudah di klaim sebagai calon istri nya itu berdekatan dengan mantan, apalagi mantan yang masih sangat mencintai dan ingin kembali merebut Vee.
"Brengseekkk!!".
Bugh
Bugh
Gery dengan cepat memberikan bogeman di wajah Bara yang membuat Bara seketika langsung terhempas ke lantai karena laki lain itu tidak siap dengan pukulan yang diberikan oleh Gery.
"Astagfirullah....yank.... jangan....."
Vee berusaha bangun untuk melerai kedua, dan apa yang di takut kan oleh Vee adalah benar, jika mereka berdua akan adu jotos.
"Tidak yank, jangan perduli kan aku, aku harus memberikan pelajaran untuk laki laki brengseekkk ini, dia yang sudah membuat kamu terluka dan mendefinisikan.", tunjuk Gery pada Bara
"Dasar brengseekkk!! sejauh apapun jalan kamu untuk memisahkan aku dengan Vee, kamu tidak akan pernah bisa melakukan nya, Vee milikku dan aku yang akan menikahinya, jadi.... lupakan saja obsesi mu untuk menikahi Velia.", ujar Gery tegas dengan tatapan mata yang sangat tajam ke arah Bara.
"Hahahaha....."
Bara dengan tawanya menatap ke arah Gery, ia seakan akan menertawakan ucapkan Gery.
"Asal kamu tau, dan perlu kamu ingat....aku sudah memiliki Velia seutuhnya, aku sudah membuat nya menjadi Nyonya Bara Buminegara.....dan perlu juga kamu tau, aku sudah menanamkan benih ku dirahim Velia yang saat ini sedang tumbuh anak anak aku di dalam sana."
Bugh...
Bugh...
Gery kembali memukul Bara, ia tidak tahan dengan ucapan yang baru saja di lontarkan oleh Bara. Dsn ia tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan oleh Bara.
Bara tersungkur ke lantai. Memang kalau adu kekuatan, Gery lah yang paling menang.
"Gery!!! sudah!!!"
"Hiks.....hiks....."
__ADS_1
Velia ingin berteriak, tetapi... tenaganya tidak mampu untuk mengeluarkan suara yang bisa membuat orang yang ada di luar sana masuk ke dalam ruangan nya. Dan ia pun hanya bisa menangis sembari meminta Gery untuk tenang.
Mendengar Vee menangis, Gery yang ingin membogem Bara kembali , di urungkan niatnya dan mendekati Velia.
"Sayank...jangan menangis, maafkan aku...."
Gery menghapus air mata Velia, ia tidak ingin Vee menangis karena masalah ini.
"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu, kamu gimana kabar nya yank??"
"Aku enggak apa apa, Terimakasih telah mengkhawatirkan aku."
"Memang sudah menjadi kewajiban aku untuk selalu memperhatikan kamu, i love U yank....kita akan melewati ini sama sama, aku akan menerima kamu apa adanya."
Cup
.
Gery mencium kening Vee, kemudian mencium bibir Veelia dan melu_matnya sebentar, hingga....
"Brengseekkk!!"
Bugh
Bugh
"Jangan sentuh Velia!!"
Bugh
Bara yang melihat Vee di pegang dan di sentuh oleh Gery, tidak terima dan membogem wajah Gery, dengan bogeman yang mengenai sudut bibir Gery.
Gery memegang sudut bibirnya, ia tersenyum dan menatap ke arah Bara.
"Itu hak ku, Velia adalah calon istri ku!!"
Bugh....
Bugh.
Gery lagi lagi memberikan bogeman untuk Bara, dan membuat Bara kembali meradang dan ingin membalas nya lagi..
"Kau!!"
"Stop!! hentikan!!"...
__ADS_1
Velia yang masih lemas, berusaha turun untuk melerai kedua nya, dan itu membuat Gery dan Bara langsung gerak cepat menahan Vee dan ingin memeluk wanita cantik itu