
Ting
Velia mengambil ponselnya dari dalam tas secara diam diam tentu saja supaya Dosen nya tidak tau, untung tadi ia mengecilkan dering ponsel nya.
[Aku jemput ya??? kamu harus ke kantor?? karena ada sedikit masalah dengan proyek kita.]
Pesan dari Bara membuat gadis cantik itu membela nafas panjang. Belum belum sudah kena masalah proyek nya, yang Vee sendiri tidak tau masalah nya apa, karena ia juga baru terjun di dalam dunia bisnis.
[Aku bawa mobil Bar, nanti aku langsung saja ke kantor. Keburu enggak??? kalau enggak biar aku ijin sekarang.]
Velia membalas pesan yang dikirimkan oleh Bata tadi, dan ia juga sedang gelisah dengan apa yang terjadi.
[Mobilnya gampang, lagu pula aku saat ini sedang berada di dekat kampus, lagi meeting dengan klien, dan nanti pas kamu selesai kuliah...aku juga selesai...dan kebetulan juga aku sendiri an , Bagas di kantor.]
[Oke]
Tanpa banyak kata lagi, Vee mengiyakan apa yang menjadi keinginan Bara, percuma juga menolak, dan seperti kemarin juga...ia yang dari mall langsung diantar oleh Bara dan mobil nya di antar oleh anak buahnya Bara.
"Ada apa??", tanya Nisa, teman yang duduk di dekat Velia.
"Tidak ada apa apa."
"Oh kalau begitu fokus, sedari tadi Dosen nya ngelihatin Lo, kalau naksir Lo enggak apa apa, tapi kalau enggak...kan gawat...bisa bisa Lo kena omelan.", ucap Nisa yang memperingatkan Velia, selain melihat Vee Nisa juga melihat ke arah Dosen yang sedari tadi mengamati Velia.
"Oh iya, sudah selesai juga urusan nya."
Tidak mau di omelin oleh Dosen nya, Vee memasukkan ponselnya ke dalam tas, dan kembali matanya fokus ke depan.
Dua jam kemudian.
Velia sudah selesai kuliah nya, ia dan teman-temannya keluar dari kelas kalau segera ke parkiran, karena mata kuliah pagi ini memang sudah selesai.
Dari kejauhan, Vee sudah melihat mobil Bara yang terparkir tepat di samping mobilnya, ia pun menampilkan senyum manis nya.
"Gue duluan ya??"
Vee meninggalkan teman teman nya, ia lalu menghampiri Bara yang sudah berada di samping mobilnya .
"Maaf lama, jadi bareng?? atau aku pakai mobil saja??? biar enggak susah susah untuk balikin mobil ke rumah."
__ADS_1
"Tidak apa apa, lagian kalau siang kan macet, lihat kamu saja sudah pengen tidur tuh mata ..gimana mau bawa mobil sendiri."
Memang Vee belakangan ini lelah dan mudah sekali mengantuk, padahal juga tidak begadang tiap malam, tapi entahlah..
"Oke lah ..kalau aku enggak mau, kamu juga maksa kan??"
"Nah, itu kamu tau .... yuk keburu macet."
Vee mengangguk, ia kemudian masuk ke dalam mobilnya Bara, yang tentu saja sudah di buka oleh laki laki itu.
Begitu Vee sudah masuk, Bara pun masuk dan duduk di belakangnya setir kemudi.
Bara tersenyum, manakala ia melihat wajah cantik Velia yang sebentar lagi akan menjadi miliknya, yah...tanpa disadari oleh Velia dan juga Bagas....Bara siang ini akan melancarkan aksinya.
Ia bahkan sudah meminta seseorang untuk membersihkan dan menyiapkan semua kebutuhan nya di apartemen yang memang jarang banget di tempati.
"Memang ada masalah apa Bar, kelihatannya serius banget??", tanya Vee yang memang sangat penasaran dengan masalah yang membuat proyek nya sedikit terhambat.
"Bukan masalah besar, tetapi mereka butuh aku dan kamu untuk datang ke sana."
"Hah?? Surabaya??? tapi Bar??"
"Aku tau, kalau kamu pasti keberatan ke sana, tetapi...tenang saja....aku sudah meminta orang kepercayaan untuk ke sana, hanya saja mereka meminta data data mengenal proyek itu,."
"Syukur deh....aku kaget dan tidak bisa kalau sampai ke sana."
Bara tersenyum, ternyata... membohongi Velia itu tidak susah...bahkan gadis itu menurut saja ketika Bara bercerita tentang proyek barunya si Surabaya, yang saat ini sedang membutuhkan perhatian khusus, padahal proyek itu tidak ada masalah sama sekali, lancar jaya...
"Aku tau...."
Hoamm.....Vee mulai menguap, entah memang ia beruntung bisa bersama dengan Bara saat ini atau tidak, tetapi nyatanya memang ia ngantuk berat.
"Bobok saja, lagi pula di depan macet."
Vee yang dengan mata mengantuk, melihat ke depan...dan benar saja sudah berjejer mobil mobil mewah di depan sana.
"Nanti aku bangunin ya Bar, jangan di gendong...aku malu."
"Iya, tapi kalau enggak bangun bangun ya aku gendong, seperti kemarin."
__ADS_1
Yah, kemarin Bara menggendong Velia...karena setelah sampai rumah...Vee ternyata susah di bangunin nya.
"Kamu ya ...ah sudah lah, aku ngantuk Bar...."
"Makanya bobok saja, jangan banyak ngomong nya, macetnya masih panjang, maklumlah jam makan siang."
Vee tidak menganggap, karena matanya perlahan lahan sudah mulai terpejam.
Saking ngantuk nya, Vee bahkan tidak menyadari kalau mobil yang dikemudikan oleh Bara itu tidak menuju Perusahaan BM Group, tetapi berbeda jalur yang mengarah ke apartemen Bara.
"Bobok dulu, dan jangan kaget nanti kalau kamu sudah bangun.",
Bara mengusap lembut rambut Velia dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk fokus mengemudi kan mobil nya.
Bara tersenyum, ia akan memastikan kalau rencana nya kali ini tidak akan gagal, ia juga tidak mengatakan pada Bagas tentang rencananya ini yang nanti nya Bara takut kalau Bagas akan menggagalkan nya.
Bara juga tidak perlu berasalan dengan Bagas, di mana ia berada. Karena Bagas tau nya kalau Bara saat ini sedang meeting...dan seperti biasanya....setelah meeting pasti ada jamuan makan siang, atau sekedar ngobrol ngobrol dan itu membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Walaupun macet, Bara malahan santai saja ...bahkan laki laki itu tenang dan berharap tidak segera melewati kemacetan, supaya lama berdua an dengan Velia.
Hingga...
Tiga puluh menit kemudian, Vee mengerjap ngerjapkan matanya, ia begitu kaget karena mobil Bara berhenti di salah satu restoran cepat saji, dengan Bara yang sudah tidak ada di sampingnya.
"Maaf....aku tidak membangun kan kamu, aku tau kamu lelah....dan makanlah...."
"Ha??"
Vee tidak percaya, karena Bara membelikan makan siang untuk nya.
"Makan saja, sembari jalan... takut nya macet lagi.."
'Macet lagi?? emang sedari tadi belum sampai?? dan ini mau kemana??'
"Jangan heran gitu, kita ke apartemen aku sebentar, ambil berkas yang di minta oleh orang kepercayaan ku."
"Kamu semalam tidur di sana??"
"Iya, kalau enggak tidur di apartemennya...aku tidak bisa mengerjakan beberapa proyek dengan waktu yang hampir bersamaan."
__ADS_1
Bohong Bara, karena tidak ada sama sekali berkas yang akan di ambil Bara, dan semua hanya akal akalan laki laki itu saja.