
"Kenapa?? kamu enggak suka sayank??"
Tanya Gery setelah ia memarkirkan mobil nya di depan angkringan. Ia lupa tidak bertanya kepada Vee mau makan di mana dan asal memutuskan sesuatu nya saja.
"Bukan tidak suka, aku malahan sangat suka dan senang banget kamu bawa aku ke sini."
Gery tersenyum, ia pikir kalau Vee tidak suka dengan tempat nya, mengingat gadis itu sudah dua tahun tinggal di Jerman.
"Aku pikir kamu tidak suka yank....turun yuk, cari tempat yang enak."
Vee mengangguk, ia membuka sabuk pengaman kemudian turun dari mobil, begitu juga dengan Gery.
Gadis itu mencari tempat yang sekiranya enak untuk menikmati pemandangan malam ini.
"Disini saja gimana yank??",
Vee memilih tempat yang agak sedikit jauh dari gerobak angkringan, dengan nuansa malam yang hanya ada sedikit cahaya lampu, dan itu cukup membuat kesan malam ini semakin romantis saja.
"Biasa ya??, tanya Gery yang mendapat anggukan kepala dari Vee.
Yah, angkringan ini adalah tempat di mana Vee dan Gery dulu nya menghabiskan malam Minggu berdua sebelum Vee memutuskan untuk tinggal di Jerman.
Dan setelah dua tahun, akhir nya mereka kembali lagi di tempat yang sama
Terlihat Gery yang membawa nampan yang berisi makanan dan minuman kesukaan Vee. Ia pun menaruh satu persatu di atas meja.
"Makasih yank, dan aku minta maaf yang tadi." ucap Vee yang masih tidak enak masalah di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Makan dulu, keburu selera makannya hilang, nanti di bicarakan lagi."
Jlebb
Ucapan Gery memang sangat pelan, tetapi kata katanya sangat menyentuh di hati. Ia tau kalau Gery masih marah dengan nya, dan mungkin. kecewa.
Vee sadar dan ia mengakui kesalahannya, memang semua karena diirinya yang tidak menuruti apa permintaan Gery, karena ia tau itu semua demi kebaikan nya.
Mareka berdua makan dengan diam, tidak ada sepatah katapun yang terucap. Sungguh aneh, padahal mereka tidak pernah seperti ini dan selalu bercanda di saat makan, tetapi saat ini??
Beberapa menit berlalu, baik Vee maupun Gery sudah menyelesaikan makanan nya. Meraka pun kini masih saling diam dan tidak berucap sesuatu.
Hingga Vee yang tidak tahan, langsung saja membuka suara nya. Gadis cantik itu menarik tangan Gery dan menggenggam nya.
"Maafkan aku yank, aku tau aku salah."
Gery mengangguk, meskipun ia kecewa dengan Velia, tetapi memaafkan adalah solusi yang terbaik saat ini. Dan Gery pun tau kalau Vee melakukan itu hanya karena khawatir saja.
"Boleh??", tanya Vee dengan aura bahagia, setelah mendengar ucapan Gery.
Gery menatap mata Vee, kemudian mengangguk. Entahlah....kalau ia boleh jujur, ia terluka malam ini, apalagi melihat ekspresi wajah Vee yang begitu senang saat dirinya mengijinkan Vee untuk menjenguk Bara besok pagi.
'Ya Tuhan, apakah ini tanda tanda kalau Vee memang bukan jodoh ku?? aku tau bagaimana khawatir nya dia, tetapi...kenapa rasanya hatiku sakit melihat eskpresi nya saat ini. Haruskah aku mengalah dan melepaskan nya?? dan apakah memang masih ada rasa cinta di hati Vee untuk Bara??'
"Boleh."
Vee memeluk tubuh Gery, entah kenapa mendengar jawaban dari Gery...hati Vee menjadi senang, tetapi....
__ADS_1
Ia langsung menatap tajam mata Gery, dan gadis itu baru paham kalau Gery sebenernya kecewa padanya.
"Yank... jangan berpikir yang macam macam. Aku tau apa yang kamu pikirkan. Percayalah, aku sudah tidak menaruh hati kepada Bara, dan hatiku sudah terisi penuh oleh kamu."
"Aku...aku hanya merasa bersalah saja, karena aku ..Bara sampai kecelakaan, dan ..aku hanya menganggap ia saudaraku saja, tidak lebih."
Gery menarik tubuh Vee dan memeluk nya, ia merasa bersalah karena sudah mencurigai Vee, yang nyatanya gadis itu tidak memiliki perasaan untuk Bara.
"Maafkan aku yank, aku hanya takut kehilangan kamu, aku...sangat mencintai kamu."
"Kamu tidak akan kehilangan aku Ger, aku juga mencintai kamu."
Gery melepaskan pelukan nya, kemudian menatap wajah cantik Velia malam ini. Laki laki itu memiringkan wajahnya dan...
Cup
Gery mendaratkan bibirnya tepat di bibir Vee, kemudian memainkan bibir itu dengan begitu lembut, mangunyah dan menye_sap nya dengan penuh kasih sayank.
Tidak tinggal diam, Vee yang sudah merasakan sentuhan lembut bibir Gery, ia pun ikut membalas nya. Mereka berdua larut di dalam suasana yang begitu romantis, dengan masih saling berbagi saliva.
Dirasa sesuatu sudah mengeras dibagian bawah, Gery langsung saja menghentikan aksinya, ia tidak mau sampai kebablasan.
"Kamu nakal yank!!", ucap Gerry yang sudah melepaskan Vee, dan kini ibu jarinya mengusap lembut bibir Vee.
"Kamu yang mulai yank!!",
Jelas saja Vee tidak terima, Gery yang mulai duluan kenapa dirinya yang di salah kan.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, besok pas aku nyium kamu dan dia tiba tiba bangun, aku tidak akan melepaskan kamu, tetapi aku akan melepaskan ular ku."
"Gila!!! hahaha...."