
Tidak menunggu lama, film yang bergenre romantis itu pun di putar. Bara masih anteng, begitu juga dengan tangannya yang juga anteng tidak menggenggam tangan Vee.
Mereka berdua menikmati film itu dengan perasaan yang campur aduk, antara senang tetapi juga sedih.
'Astaga... seperti nya benar kalau aku salah nonton film.'
Vee yang menyesal karena memilih nonton film yang bergenre romantis, dan malahan teringat dengan Gery yang belum memberikan kabar sama sekali. Malihat adegan film yang sangat sangat membuat darahnya berdesir, Vee jadi teringat dengan Gery.
Ketika ia menonton film seperti ini dan ada adegan ciuman, Gery pasti memanfaatkan nya, dan Vee tidak menolak, tetapi sekarang??
'Astaga...apa yang aku lakukan, ciuman nya begitu menyiksa ku ..'
.
Begitu juga dengan Bara yang laki laki normal, melihat sepasang kekasih memperagakan ciuman yang begitu mesra, ia pun juga pengen melakukan nya
Hingga, mereka berdua menoleh dan saling pandang, entah lah apa yang dipikirkan oleh Bara dan Vee saat ini, namun sejenak Vee tersadar dan memalingkan wajah nya ke samping.
Bara terkekeh geli melihat wajah Vee yang malu malu tapi tentu saja ia mau hahaha
"Tu kan...apa aku bilang...kamu salah nonton film Vee, jadi baper sendiri kan?? apa mau seperti itu??? kalau iya aku siap, kita bisa mengulang kembali rasa bibir masing masing, aku Kangen.", ucap Bara tanpa basa basi lagi.
Laki laki itu memang tidak tau malu, tanpa malu malu mengatakan ingin mengulang kembali sesuatu yang salah, iya salah .... karena sudah jelas jelas Vee adalah tunangan Gery dan itu Bara tau.
"Eh enggak!!! aku enggak mau!!", tolak Vee.
Walaupun ia akui baper melihat kemesraan pemain utama di film itu, tetapi tidak mungkin Vee melakukan adegan ciuman dengan Bara.
"Jangan malu malu kalau menginginkan, aku akan memberikan nya dengan gratis, tidak usah bayar.".
"Ngaco!!"
Vee langsung kembali memusatkan matanya ke depan, ia fokus untuk melihat dan mendengar suara suara dari film yang masih saja di putar dan belum selesai.
__ADS_1
Sementara, Bara diam diam meraih tangan Vee, dan menggenggam nya dengan sangat erat, seakan akan tidak mau melepaskan nya.
"Biarkan seperti ini Vee, anggap aku sebagai teman rasa saudara kamu, kita berdua mengulang saat saat kecil bersama.", ucap Bara tulus, dengan tangan nya juga lembut menggenggam tangan Vee tanpa ingin dilepas kan.
Vee menggeleng, ia melihat sekilas wajah Bara, kemudian menatap lagi ke depan, seakan-akan ucapan Bara itu hanyalah alasan saja.
"Mana bisa seperti itu!! dulu kita bertiga, ada aku, kamu dan juga Brisa. Tapi kini hanya ada aku dan kamu saja."
Tentu saja ucapan Vee membuat Bara tersenyum kecut, gila saja Vee benar benar mematahkan semangat Bara berkencan saat ini.
"Bisa lah, apa kamu lupa...dulu kan kita juga berpegangan tangan seperti ini, aku dan kamu.... coba deh di ingat ingat lagi."
'Astaga, makhluk ini .... seperti nya memang tidak mau kalah '
Vee tidak menjawab, ingatan nya mengarah pada kejadian beberapa tahun yang lalu, yang mana memang ia, Bara dan juga Brisa menonton film bertiga, dan juga tangan Bara menggenggam tangan Vee.
Waktu itu , Bara sama sekali tidak ada rasa cinta untuk Velia, yang ada adalah rasa sayang seperti adiknya sendiri.
Tetapi berbeda dengan Velia, Vee sudah mencintai Bara saat itu, namun ia belum menerima cinta Gery.
"Maaf, seharusnya aku dulu nembak kamu dan mengatakan cinta sama kamu, bukan hanya sekedar sayank ..", ucap Bara.
Laki laki nampak nya menyesal dengan apa yang sudah terjadi saat ini, yah penyesalan itu memang selalu belakangan.
Vee menggeleng, "Sudahlah....lagipula semua sudah berlalu Bar, dan kita memang dari dulu dan sampai besok di takdir kan sebagai saudara saja."
'Tidak Vee, aku tidak mau hanya kamu anggap teman atau saudara, aku ingin memiliki mu. Mungkin aku harus pura pura mengiyakan ucapan kamu, supaya kamu tidak mencurigai ku.', batin Bara.
Yah, Bara lagi lagi akan berpura pura untuk mengikhlaskan Vee dengan Gery, tentu saja itu hanya akal akalan Bara saja.
Karena dengan seperti itu, Bara akan lebih mudah untuk mendekati Vee dan melancarkan niatnya.
"Iya aku tau. Tapi ada satu pertanyaan yang harus kamu jawab Vee."
__ADS_1
Vee menoleh, "Apa?? kalau sekiranya aku tidak bisa jawab, aku nanti minta tolong Mbah goooooole dulu."
"Tidak sulit, tapi aku minta kamu jawab yang jujur dari dalam hati mu.", pinta Bara dengan menunjukkan wajah yang serius.
"Iya...."
Bara menghela nafasnya, sungguh pertanyaan nya kali ini sangat berat ia ucapkan. Tetapi, demi melancarkan sebuah misi, Bara harus bisa menguasai hatinya.
"Apakah kamu benar benar mencintai Gery??"
"Ya, aku mencintai nya Bar. Terserah kamu percaya apa tidak, yang pasti aku sangat mencintai nya.", jawab Vee cepat, tegas dan tidak ragu ragu lagi.
Memang kenyataannya seperti itu, ia kini sudah mencintai Gery dengan sepenuh hatinya, mengingat laki laki itu dari dulu sampai sekarang tidak pernah menyerah untuk berjuang dan mencintai dirinya.
Mendengar jawaban Vee, hati Bara kembali sakit...padahal ini bukan pertama kalinya Bara mendengar ungkapan cinta yang keluar dari mulut Vee, tetapi sudah berkali kali.
Tiba tiba Bara menarik tubuh Vee, dan mendekatkan wajah nya di wajah Vee.
"Aku nyerah, dan aku ikhlas kalau kamu bersama dengan Gery, asalkan kamu bahagia...tetapi please....jangan jaga jarak dengan ku, aku hanya ingin menjadi teman spesial untuk kamu, seperti waktu kita masih kecil dulu. Kamu mau kan??"
Vee tersenyum, mendengar ucapan Bara....rasanya hati Vee lega, memang ia sangat mencintai Gery, tetapi tidak ingin memutuskan hubungan pertemanan dengan Bara.
Yah, tetapi hari ini, dengan tegas dan tanpa pura pura.... Bara mengatakan rela jika Vee bersama dengan Gery.
Dengan sepontan Vee langsung memeluk tubuh Bara, ia sangat senang dan tidak bisa diungkapkan dengan kata kata lagi karena akhirnya Bara menyadari semuanya, kalau cinta memang tidak harus saling memiliki.
Bara tersenyum licik, ia juga membalas pelukan Vee dengan sangat erat.
'Ini baru permulaan sayang....dan aku akan membuat kamu jatuh ke dalam pelukan ku sebentar lagi.'
Bara menang, ia bisa dengan mudah membuat Vee percaya padanya kalau benar benar sudah melepas Vee untuk bersama dengan Gery, namun....itu hanya siasat saja.
"Makasih Bar, semoga kamu mendapat wanita yang lebih baik dari aku..."
__ADS_1
Dan Bara hanya tersenyum, ia tidak mengamini maupun mengiyakan, karena yang ia inginkan adalah Velia seorang. click