
"Dengan siapa Ca??"
Bara sudah menduga kalau Velia pergi dengan laki laki lain, dan itu adalah Gery.
Brisa yang di tanya hanya bisa mere_mas pakaian yang dipakai nya, ia takut kalau saudara kembar nya marah mendengar berita ini.
"Kak Ardian...", jawab Brisa dengan suara terbata bata, masih takut dengan sorot mata Bara yang sangat kejam.
"Ardian?? siapa lagi??"
Tanya Bara dengan mengepalkan tangannya, tadi siang dibuat geram oleh Gery, sekarang Ardian, Ardian...siapa lagi??
"Teman baru Bang, kita baru saja bertemu beberapa hari yang lalu."
"Brengseekkk!!"
Bara yang emosi langsung saja meninggalkan Brisa, ia akan mencari Velia dan membawa nya pulang, ia tidak ingin calon istri nya itu berdekatan dengan laki laki lain, apalagi laki laki itu baru di kenalnya.
Brisa yang melihat Bara pergi dengan emosi, ikut keluar...ia tidak ingin Bara melakukan hal yang macam macam, karena Brisa tau Bara seperti apa kalau sudah marah.
"Tunggu aku ikut!!"
Teriak Brisa dan tentu saja Bagas yang hampir saja menginjak gas mobil menghentikan aksinya.
__ADS_1
Setelah Brisa masuk ke dalam mobil, dengan cekatan Bagas melajukan mobilnya menuju ke tempat di mana terakhir kali Brisa meninggalkan Velia bersama Ardian.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di sana, tetapi...tidak melihat Velia dan juga Ardian, hanya mobil Ardian saja yang ada di depan warung itu.
"Biar aku saja!!"
Brisa ikut keluar dari mobil manakala melihat Bara yang sudah keluar lebih dulu, ia kembali tidak ingin Bara yang bertanya....nanti bisa repot.
"Permisi Buk, tau Mas yang pakai mobil itu??"..
Tunjuk Brisa pada mobil Ardian, ia berharap ibuk pemilik warung itu tau dimana Ardian membawa Velia.
"Oh den Ian??", Brisa mengangguk.
"Di belakang warung ini non, dengan seorang wanita cantik, mungkin mereka lagi pacaran."
Mendengar ucapan ibu itu, Bara langsung berteriak...tentu saja ia tidak terima kalau calon istri nya itu pacaran dengan laki laki lain.
"Diam dulu deh Bar!!", bentak Brisa.
"Terimakasih Buk."
Setelah mendapatkan informasi di mana Velia berada, Brisa menarik Bara untuk pergi meninggalkan warung, ia tidak ingin Bara marah marah yang tidak jelas di sana.
__ADS_1
Bara melepaskan tangan Brisa, setelah ia melihat Velia yang asik duduk berdua dengan tertawa penuh dengan suka cita, Bara yang cemburu dan emosi... langsung aja menghampari Ardian dan juga Velia.
Bugh....
Bugh
"Brengseekkk!!"
"Bara stop!!"
Teriak Velia yang kaget tiba tiba Ardian di pukul oleh seseorang, dan ternyata itu adalah Bara.
Velia juga sempat menghadang Bara yang ingin memukul kembali Ardian, tentu saja Bara salah paham dengan kedekatan Velia dengan Ardian.
"Diem sayank, dia harus di beri pelajaran karena sudah berani merebut kamu dariku..."
Tangan Bara ingin maju lagi, tetapi di halang oleh tubuh Velia.
"Bara stop!! tidak ada yang merebut di sini, aku dan Kak Ian hanya temen biasa...."
"Bukan!! aku sangat mencintai Velia, dan akan menikahi nya, aku lebih pantas di bandingkan dengan kamu!!"
"Astaga Kak, apa yang kakak katakan??"
__ADS_1
Velia semakin panik, manakala Ardian malahan mengucapkan kata-kata yang Velia yakin itu akan membuat Bara semakin marah saja.
"Aku bicara jujur dek, dari pada kamu menikah dengan laki laki itu, lebih baik menikah dengan ku."