
Sampai di depan rumah, Bara langsung keluar dan tentu saja ia membukakan pintu untuk Velia.
Velia mencebikkan bibir nya kesal, melihat ulah Bara yang sok manis itu.
Lagi dan lagi, Bara menggendong tubuh Velia dan membawa wanita cantik itu masuk ke dalam rumah.
Velia memelototkan matanya, ia memukul punggung Bara dan minta diturunkan, apalagi Bara sudah masuk ke dalam rumah dan melewati begitu saja ruang tamu.
Velia semakin ketat ketir, karena Bara tidak menurunkan diirinya di ruang tamu, tetapi malahan membawa nya ke lantai atas, dan tentu saja di atas hanya ada kamar saja.
'Apa Bara sudah tau di mana kamar ku??'
Wanita cantik itu bergidik ngeri, saat Bara mulai melangkahi kakinya menuju ke dalam kamar yang tidak di tempati nya, karena kamar itu sebenarnya untuk Brisa, tetapi...karena Brisa tidak mau... jadinya...kamar itu kosong...
"Bara jangan!!"
Velia resah dan gelisah, karena Bara sudah menurunkan nya tepat di atas ranjang, kemudian Bara yang gemas dengan Velia langsung saja menindih tubuh Velia.
"Mas Jangan aku mohon...."
Jujur saja Velia takut dengan ulah Bara, ia takut kalau Bara akan menidurinya seperti sebelum sebelum nya .. tentunya...ini masih sore dan juga ada Brisa dan Bagas, tidak mungkin Bara melakukan itu depan mereka.
"Mphhhhh...."
Tidak merespon ucapan Velia, Bara mendaratkan ciuman nya di bibir ranum Velia. Ia mencium, melu_nat dan menggigit kecil bibit itu.
Bara jadi teringat dengan foto yang dikirimkan oleh anak buahnya tadi siang, dan saat ini ...Bara ingin menghapus jejak dari Gery, tidak ada ciuman dari Gery yang membekas di bibir calon istri nya.
Velia hanya diam saja, ia tidak membalas...kalau ia membalas...maka Bara akan kebablasan....ini saja Bara sudah terlihat begitu sangat menginginkan nya.
Bara melepaskan pagu_tan bibir nya, lalu ia mencium kening Velia dengan sangat lembut. Padahal, ularnya sudah bangun sejak tadi dan sudah siap untuk masuk ke dalam sarang nya....
Tetapi, ia ingat...kalau ini belum waktunya... Bara memang melepaskan Velia untuk saat ini, tetapi.. tidak nanti malam, ia akan membuat Velia bertekuk lutut di hadapannya, dan tidak membatalkan pernikahan nya, bahkan Bara akan bertekad untuk membuat Velia hamil secepat nya.
"Aku hanya menghapus bekas bibir Gery...."
Dengan menahan sesuatu di bawah sana, Bara meninggalkan Velia dan masuk ke dalam kamar mandi, tentu saja ... laki laki itu ingin mendinginkan pikiran dan juga ularnya yang sudah berdiri tegak.
Sementara Velia, ia hanya mematung sembari meneteskan air mata. Jujur.....kalau ia boleh memilih, ia tidak ingin menikah dengan Bara, juga tidak mau dinikahi oleh Gery ataupun Ardian, laki laki yang baru dikenalnya itu.
__ADS_1
Setelah sadar dari lamunannya, Velia bangun dari atas ranjang, kemudian merapikan pakaiannya lalu meninggalkan Bara.
Velia kembali ke kamar nya, yang sudah beberapa hari di tempati nya. Velia membuka kamarnya, dan ternyata Brisa belum sampai...ia pun mandi dulu, karena gerah.
Beberapa menit kemudian, Velia sudah selesai mandi, ia juga bergegas untuk keluar dari kamar nya setelah semua nya beres.
"Malam sayank, cantik banget...", sapa Bara yang sudah duduk di dapur, menunggu airnya mendidih untuk membuat kopi.
"Bibik ke mana?? kenapa kamu di sini??"
Velia celingak-celinguk mencari bibik yang malam malam sebelum nya selalu ada di dapur untuk menyiapkan makan malam, tetapi...kenapa malam ini tidak ada??
"Sudah aku suruh pulang,...", jawab Bara enteng dengan melangkahkan kakinya untuk mematikan kompor, karena air nya sudah mendidih.
"Kamu suruh pulang?? lalu makan malam nya gimana?? duh...mana belum masak lagi, aku sudah lapar sekali...."
Bara menyunggingkan senyuman nya, ia tau kalau Vee sangat lapar dan ia juga tau kalau Velia adalah wanita yang mandiri.
"Duduk yank,...."
Gimana mau duduk, perut lapar tapi Bara malahan santai saja, apa tidak perduli dengan nya.
"Bara!!"
Kembali Velia was was, karena merasa Bara sudah mulai tidak waras.
Velia lagi lagi mencari sosok Brisa dan juga Bagas, tidak mungkin kalau mereka langsung pulang ke Jakarta, sementara meninggalkan dirinya di sini dengan orang gila.
"Cari Brisa??"
Seakan akan Bara tau kalau Velia saat ini mencari Brisa, Bara juga tau kalau Velia takut dengan nya.
"Iya, aku mau ajak dia beli makan, aku lapar Bar....."
Rengek Velia manja, yang membuat Bara semakin gemas dan tergila gila dengan wanita cantik yang beberapa hari lagi akan menjadi istri nya.
"Brisa sudah beli makan dengan Bagas, tunggu saja di sini sayank...enggak nyaman banget kelihatan nya, padahal aku dulu nya suka nempel nempel loh!!"
"Haishhh....apa ada yang seperti itu .... enggak ya??"
__ADS_1
Brisa mencoba mengelak , padahal dulunya memang ia sering nempel dengan Bara, bahkan minta gendong dan mengikuti Bara kemanapun laki laki itu pergi.
"Enggak?? apa perlu aku ingatkan lagi??"
Bara mendekatkan bibirnya ke wajah Velia, dan tangannya menarik dagu Velia....
"Aku ingin memakan kamu sayank, kalau kamu seperti ini....ah....tapi sayank sekali.... sebentar lagi pasti kedua orang itu pulang...."
"Bodoh banget, kenapa enggak aku suruh mereka pulang saja, biar aku bisa berduaan sama kamu ...."
Cup
Bibir Velia tidak bisa lolos dari terkaman bibir Bara, dengan penuh kelembutan Bara mema_gut bibir yang membuat nya candu setiap hari.
Velia sama sekali tidak membalas pagu_tan bibir Bara,, entahlah...mungkin untuk saat ink tidak,, dsn tidak tau kalau sudsh menikah, yang jelas ia berusaha mendorong tubuh Bara, dan .....
Brukk
Bara terjatuh di lantai, yang membuat tubuh nya sakit semua, terutama bagian pinggang dan punggung nya.
"Sayank....kamu!!"
Bukan nya menolong, Velia malahan tertawa setelah menghabiskan susunya. Mantan gadis itu langsung meninggalkan Bara yang masih meringis karena kesakitan.
Velia pergi ke luar, tentu saja ia menunggu Brisa dan Bagas yang katanya tadi membeli makanan, tapi entah mengapa tidak kunjung kembali.
Tiba tiba, pandangan mata Velia melihat ke arah samping, ia memicingkan matanya...karena mengenali mobil yang masih terparkir di sana.
"Gery....."
Velia yakin sekali, kalau yang ada di samping rumah adalah mobil Gery.
Wanita cantik itu melihat ke dalam sekilas, dan dirasa aman...ia menghampiriku Gery, ...
Begitu juga dengan Gery, yang melihat Velia melihat Velia menghampirinya....ia pun keluar dari mobil.
Happ...
Tanpa di duga, Gery menarik tangan Velia....memeluk Velia dengan sangat erat....
__ADS_1
Velia juga sama, ia pun membalas pelukan dari Gery, dan .. merasakan kenyamanan di sana.