Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Memainkan Peran


__ADS_3

Mereka berdua sudah sampai di perusahaan BM Group. Bara yang sudah berulang kali di telpon lelah Bagas segera melangkahkan kakinya, ia sedikit berlari dan menarik tangan Velia.


"Bar ....jangan di tarik!!"


Gerutu Velia kesal, enak saja main tarik tarik tangan mana sambil lari lagi.


"Kita susah ditunggu sayank...."


"Sayank sayank.... gundul mu. Salah sendiri mengapa tadi jalannya kayak siput. Nah situ yang berulah sekarang bingung sendiri karena sudah telat."


Bara hanya tersenyum, ia sama sekali tidak menggubris ucapan Velia, bagi nya Vee bisa berbicara panjang dan secrewet ini, Bara sangat senang sekali.


"Kemana saja kalian??"


Bagas menyambut kedatangan Bara dan Vee dengan kedua tangan yang sudah di lipat di dada, rasanya ia gemas sendiri dengan tingkah Bara.


Ya, pasti ini adalah ulah Bara yang membuat terlambat untuk menemui klien siang ini.


"Sabar, jangan marah marah. Nanti cepat tua dan tidak dapat jodoh!!"


"Shitttt!!!"


Bagas menyunggingkan senyum tipisnya, kalau Bara tidak bosnya sudah ia tonjok sedari tadi.


"Sekarang mereka di mana??"


"Sudah ada di ruang meeting Bar.", jawab Vika kalem, dengan matanya yang melirik ke arah Vee.


Memang lagi lagi ia kalah dengan Vee, Vee yang sangat cantik dengan pakaian yang sopan dan juga bicaranya yang lemah lembut, membuat Vika akhir nya mengalah.


"Ayok yank...."


Bara dengan sengaja meraih tangan Vee dan segera membawa gadis cantik itu masuk ke dalam ruangan meeting.


"Yank??"


Sementara kedua sahabat nya mematung dan saling lempar pandangan, mendengar ucapan dari Bara yang memanggil Vee dengan sangat mesra.


"Apa gue enggak salah dengar??"


"Kuping Lo masih waras kan??",


Mereka malahan saling lempar pertanyaan, tanpa ada yang mau menjawab nya.


"Haishhh .... malahan saling tanya, buruan Gas ke sana!"

__ADS_1


Vika mengambil laptop nya kemudian menyusul Bara dan Vee yang sudah sampai di ruangan meeting.


Ruangan Meeting.


"Selamat siang. Maaf kami terlambat."


Ujar Bara dengan sopan nya ketika memasuki ruangan meeting. Ia langsung saja menyalami beberapa tamu penting siang hari ini.


"Oh tidak masalah."


Salah satu laki-laki itu bersalaman dengan Bara tentu saja dengan pandangan matanya yang tidak pernah lepas dari memandang wajah cantik Velia..


"Ini?? putri Tuan Cesa Aditya??"


Tanya laki laki itu lagi, dan memandang Vee dari atas sampai bawah dengan tatapan yang menginginkan sesuatu.


"Iya ... Velia, putri Tuan Cesa sekaligus calon istri saya.", ucap Bara dengan cepat., dan langsung saja mendapatkan pelototan tajam oleh Vee.


Seenaknya saja Bara mengatakan kalau ia adalah calon istrinya, tidak tau saja kalau Vee sudah menjadi milik laki laki lain, dan tentu saja itu bukan Bara.


"Diem dan ikuti saja. Kamu mau di jadikan istri ke lima oleh laki laki itu??", bisik Bara.


Bara tau kalau Vee mau protes dan mengatakan yang sebenarnya kalau ia bukan calon istri Bara, tetapi....setelah mendapatkan bisikan dari Bara, ia menjadi ngeri sendiri dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Bara.


"Bagus!!!"


Mendengar ucapan Laki laki itu, Vee ngeri sendiri.. melihat wajah nya saja sudah eneg dan pengen muntah, apalagi menjadi istri kelima nya.


Jangan kan satu perusahaan, seluruh dunia pun diberikan kepada Vee, gadis itu tidak akan sudi menerima nya.


"Maaf sekali Tuan, saya sudah mempunyai calon suami, dan akan segera menikah beberapa bulan lagi.", jawab Vee sopan.


Tentu nya dengan tangan yang sengaja menggenggam tangan Bara, dan berucap semanis mungkin. Lebih baik ia pura pura menjadi calon istri Bara daripada menjadi istri beneran laki laki tua bangka yang mata keranjang.


'Amin...'


Bara mengamini ucapkan Vee, ia yakin kalau ucapkan adalah doa...dan ia ingin sekali menjadikan doa itu sebagai kenyataan.


'Astaga... mulutku... semoga apa yang aku ucapkan tidak di catat oleh malaikat.'


Vee malahan ketar ketir sendiri...setelah mengucapkan itu ia merutuki dirinya sendiri yang dengan seenak nya berucap tanpa dipikir terlebih dahulu.


"Sayang sekali, saya tunggu undangan nya. Kalau sudah milik Tuan Bara, saya tidak berani mengganggu."


"Oh bagus kalau begittu Tuan, silahkan duduk dan kita mulai meeting nya."

__ADS_1


Bara tersenyum penuh kemenangan, ia masih menggenggam tangan Vee dan mendalami peran sebagai pasangan calon pengantin.


Meeting di mulai, dan Vee hanya menjadi pendengar setia saja, karena ini adalah pengalaman pertama nya berhadapan dengan orang lain.


Ada rasa entah di dalam hati Vee saat ini, apalagi setelah ia mengatakan suatu kebohongan yang pasti nya membuat Bata senang dan berpikir kalau itu akan menjadi kenyataan.


Hingga beberapa jam, ia masih diam dengan sesekali melempar senyum kepada klien dan juga Bara.


"Terimakasih, saya setuju dengan konsep Anda Tuan Bara."


Laki laki itu sekali lagi menjabat tangan Bara, dan menyetujui kerjasama yang akan di langsung kan.


"Sama sama, saya juga senang dengan ide cemerlang Anda."


Setelah kedua nya menjalin sebuah kesepakatan, lagi dan lagi mata laki laki tua bangka itu melihat ke arah Velia.


Memang pesona kecantikan Velia tidak usah di ragukan lagi, begitu memikat lawan jenis yang melihat nya.


"Kalau berubah pikiran, bisa hubungi saya nona Velia."


Velia tersenyum, "Sayang sekali, saya tidak akan berubah pikiran Tuan, dan terimakasih atas tawaran nya. Dan calon suami saya sudah mempunyai segalanya."


Vee merangkul tangan Bara, walaupun sebenarnya yang dimaksud dengan calon suami nya yang mempunyai segalanya adalah Gery.


"Kalau begitu saya permisi."


Laki laki itu meninggalkan ruangan meeting dan dengan cepat Vee melepaskan rangkulan tangan nya.


"Ngapain di lepas??"


Tetapi, sayang sekali....Vee kalah cepat, Bara lebih dulu membaca pikiran Vee, dan tentu saja....tangan nya kini masih berada di tangan Bara, bahkan Bara menggenggam nya dengan sangat erat.


"Bara ih... lepasin!! aku mau pulang!!!"


Vee meronta, ia berusaha melepaskan tanah Bara, tetapi tidak bisa. Bara semakin kuat untuk menarik tangan Vee dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Vee, dekat dan sangat dekat.


Bara tersenyum, ini adalah kesempatan untuk nya karena kebetulan ruangan meeting hanya ada ia dan Vee saja, sedangkan Bagas dan Vika sudah lebih dulu keluar.


"Kamu mau apa??"


Vee sudah khawatir....apalagi wajah Bara yang semakin didekat kan dengan wajahnya...hingga ia bisa melihat nafas Bara yang sedang memburu dan menginginkan sesuatu....


Cup


Bara mencium bibir Velia dengan sangat lembut, hingga gadis itu melototkan matanya.

__ADS_1


Vee ingin mendorong Bara, tetapi kekuatan nya tidak sebanding dengan kekuatan yang di miliki oleh Bara, hingga....


Bara yang tadinya hanya mencium saja, kini semakin gemas karena Vee mencoba untuk melepaskan diri, hingga...laki laki itu kembali mencium bibir Vee dan melu_mat dengan gemas bibir ranum yang menjadi candu nya selama dua tahun ini.


__ADS_2