
"Apa itu??"
Velia menoleh ke arah Bara yang masih mengendarai mobil nya dengan tatapan mata ke depan. Bara hanya bicara tanpa melihat ke arah Velia.
"Aku hanya ingin, kamu melupakan Gery, tentu saja setelah kita menikah...dan aku juga ingin ..kamu belajar mencintai aku lagi....dan aku rasa tidak sulit untuk kembali mencintai aku lagi Vee, karena kamu dulu pernah melakukan nya ...."
Keinginan Bara tidak aneh aneh, bahkan ia juga tidak akan menuntut Velia untuk bangun pagi pagi dan menyiapkan sarapan sekaligus makan siang dan malam untuk nya.
Bahkan Bara juga tidak akan mengekang Velia dan terus membiarkan Velia untuk kuliah sampai lulus dan juga bisa melanjutkan S2 nya, asalkan masih di Jakarta dan bersama dengan nya.
Asalkan Velia tidak neko neko, apapun permintaan Velia pasti akan di turuti nya.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bara, Velia diam sesaat ..ia bukan tidak mau melupakan Gery, tetapi apa bisa dan sanggup?? apalagi ia dan Gery berpisah dengan cara yang seperti ini...
Tetapi, sangat tidak adil jika Velia memang tidak bisa melupakan Gery, mau dibawa kemana rumah tangga nya nanti...
__ADS_1
Velia mengangguk, "Aku akan melupakan Gery, dan belajar mencintai kamu Bar...."
'Dan semoga keputusan aku saat ini tepat....'
Bara tersenyum, ia kemudian menggenggam lembut tangan Velia, dan mencium nya ..Bara sangat senang dan bahagia, bisa mendapatkan Velia....gadis yang sangat mencintai nya dulu dan kini ia juga sangat mencintai Velia....
"Terima kasih...aku tau kalau kamu masih berusaha untuk aku, oh..lebih tepatnya untuk rumah tangga kita ...aku sangat mencintai kamu Vee, dan tidak akan pernah menyakiti mu, aku akui...caraku untuk mendapatkan kamu memang salah, tetapi... hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan kamu dan memiliki kamu seutuhnya...".
Velia hanya tersenyum tipis, ia pun tidak menanggapi lagi apa yang diucapkan oleh Bara ...karena kalau Bara sudah bicara tentang itu, Velia jadi teringat dengan kejadian beberapa waktu yang lalu, di mana hari itu membuat nya benar benar hancur dan berantakan...
Pagi harinya....
Yah, hari ini adalah hari yang paling berat untuk Velia, dua tahun menjalin hubungan dengan Gery, dan sudah merencanakan masa depan yang begitu indah ..
Hari ini, ia harus benar benar melepaskan dan melupakan Gery. Memang tidak mudah untuk Veelia, mungkin begitu juga dengan Gery, tetapi... tidak ada yang bisa Velia lakukan...sekalian menerima pernikahannya dengan Bara.
__ADS_1
"Sudah siap??"
Bara sudah rapi dengan balutan jas yang melekat di tubuh nya, padahal ia hari ini tidak ke kantor. Dan hanya fokus untuk mengantarkan Velia dan juga fokus itu pernikahannya besok pagi ..
Semua pekerjaan sudah di serahkan kepada Bagas, entah sampai kapan, Bara sendiri tidak tau
Bara berencana akan bulan madu keliling dunia bersama dengan Velia, tetapi... semua nya belum di bicarakan kepada Vee, dan keputusan nya ada di tangan Velia tentunya.
Velia mengangguk, ia pagi ini terlihat sangat cantik. Bukan karena make up yang berlebihan karena ingin bertemu dengan Gery, tetapi.. entahlah...mungkin karena calon pengantin baru yang aura nya sudah terlihat dengan jelas hari ini.
Bara memandang kagum dengan pesona Velia, ia pun menggeleng karena tidak yakin untuk mengijinkan Vee menemui Gery... entahlah...ada rasa takut di dalam hatinya, takut kalau Gery bertemu dengan Velia dan akan membawa kabur calon istri nya itu
Bukan lebay sebentar, tetapi. apa yang dirasakan dan ditakutkan oleh Bara itu tidak salah, apalagi dalam kasus ini, Bara lah yang bersalah karena telah merebut Velia dari tangan Gery.
"Apa tidak meminta seseorang saja untuk mengantarkan undangan nya???"
__ADS_1
Bara benar benar takut dengan Velia dan juga Gery. Ia bahkan meminta Velia untuk membatalkan pertemuan nya dengan Gery, padahal kemarin Bara sudah menyetujui nya.