
Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh , tetapi sayang sekali....pagi ini jalanan sangat macet dan membuat Bara memakan waktu yang lumayan lama hingga sampai ke kampus.
"Sial!!" , Bara mengumpat kesal, jika tidak karena terlambat bangun dan Bagas yang tidak membangunkan nya, ia tidak akan lama di perjalanan.
"Jika membangun jalan tol di bolehkan, aku akan bangun jalan tol dari rumah ke kampus dan ke kantor,.", ucapnya asal.
Tanya nya hanya sekedar ucapan saja, karena itu tidak mungkin.
"Dan juga ke rumah Vee."
Menyebut nama Vee, Bara jadi teringat dengan gadis cantik itu dan tentunya Vee sekarang sudah ada di kampus ini, karena Bara tau jadwal kuliah Velia.
Bara keluar dari mobil dengan wajah yang sangat tidak seperti biasa nya, aura ganteng yang ada di dalam diri Bara keluar, seiring dengan rasa senang di dalam hatinya.
Tetapi, tiba tiba senyum nya hilang, ketiak melihat mobil Gery yang sudah terparkir rapi di ujung sana, yang menandakan kalau laki laki itu sudah sampai dari tadi dan tentunya membawa Velia.
Bara mengepalkan tangannya, belum apa apa ia sudah cemburu, belum melihat Velia ia sudah terbakar amarah nya, entahlah.... seperti nya memang saat ini setaan sedang bersarang di benak Bara, yang akan membantu nya untuk mendapatkan Velia bagaimana pun caranya.
"Bro!!"
Bagas yang dari tadi memang menunggu Bara langsung saja menghampiri ketika melihat mobil Bara yang masuk ke area parkiran. Tetapi tidak dengan Vika, gadis itu mungkin saja terlambat untuk pagi ini, biasanya juga mereka bertiga selalu berbarengan jalan ke mana mana.
"Shitttt!!? gara gara Lo, gue telat!!"
Bara masih saja menyalahkan Bagas, lagi lagi karena tidak membangunkan pagi tadi.
"Kenapa??"
"Kenapa lagi??? gue telat!! dan susah keduluan Gery."
'Oh....gara gara gue enggak bangunin, dia rupanya jadi sensi gitu!!:
"Wajarlah....dia kan tunangan Velia, jadi biasa aja donk!!"
Bara menyorot tajam, ia sudah kesal malahan dibuat kesal lagi. Dan apalagi ini, tadi pagi meminta nya untuk berjuang dan Bagas akan membantu tetapi....saat ini....malahan seperti nya berbalik arah, atau ingin manas manasin saja, seberapa besar cinta Bara kepada Velia.
"Sorry sorry....ke kelas yuk!!"
Bagas yang tau arti tatapan Bara, segera menepuk pundak Bara dan mengajak sahabat nya itu untuk ke kelas.
Bara mengangguk, memang dirasa ini tidak waktu yang tepat untuk menemui Vee.
__ADS_1
Tetapi....Bara menghentikan langkahnya, bukan karena sudah sampai di kelas, tetapi....masih di area parkiran dan mendengar kasak kusuk teman-teman kelasnya membicarakan tentang Gery dan seorang gadis cantik yang tadi mereka lihat.
"Gila, cewek yang digandeng Gery cantik banget. Gue rasa enggak ada yang modelan seperti itu di kampus ini."
"Betul.... selain cantik dan mempesona, juga seksii abis!!"
"Apalagi tadi Gery dengan mesra nya menggandeng gadis cantik itu, seperti mereka adalah pasangan yang serasi."
"Gue malahan denger denger itu adalah tunangan Gery, yang baru pindah dari Jerman"
Fix.....bisa dipastikan yang dibicarakan oleh teman-temannya Bara adalah Velia, gadis cantik yang sudah sangat di rindukan.
Bara mengepalkan tangan nya, selain cemburu.... ia juga tidak suka kalau ada yang melihat tubuh Velia dan mengatakan kalau seksii, biar dirinya saja yang menikmati keindahan itu, bukan orang lain.
Bara mendekati teman teman nya, tentunya bukan untuk mencari masalah meskipun diirinya juga geram dengan ucapan teman teman nya.
Tetapi, ada yang lebih penting lagi, dan juga mumpung jam pertama kuliah nya belum di mulai.
'Ma**mpus!! kalian.'
Bagas susah ketar ketir, ia segera mengikuti langkah Bara.... tidak ingin Bara melakukan kekerasan di kampus nya.
Tetapi....
Tanya Bara dengan raut wajah yang sudah campur sedikit emosi.
Mereka tidak curiga, karena Bara dan Gery juga sangat akrab, walaupun bukan sahabat.
"Gue tadi lihat di kantin Bro!!"
"Oke, thanks.!!"
Apa yang dipikirkan oleh Bagas ternyata salah, bukan Bara yang akan menghajar teman temannya itu, tetapi...malahan menanyakan di mana Gery berada.
Setelah mendapatkan informasi dimana Gery berada, Bara dengan langkah cepat menyusul ke kantin, ia sudah yakin kalau Gery bersama dengan Velia saat ini.
Begitu juga dengan Bagas, sebagai asisten dan sekaligus sahabat Bara, ia mengikuti langkah kaki Bara , takut saja kalau Bara tidak bisa mengendalikan emosi nya.
Dan
Deg
__ADS_1
Bara menghentikan langkahnya, ketika melihat sekarang gadis cantik dengan rambut yang di gerai, sungguh ... membuat jantungnya berdetak sangat cepat.
Bara masih diam di tempat, melihat dari arah jauh, melihat Vee yang kini sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan mempesona, juga seksii.
Sungguh memang benar apa yang dikatakan oleh teman-temannya, kalau Vee bukan hanya sekedar cantik tetapi wow.
Apalagi ketika Bara melihat senyum Velia, tambah cantik dengan dua lesung di pipinya, yang menambah mandi saja.
Tidak sabar, Bara yang sudah kangen....dan belum puas memandangi Velia dari jarak jauh, langsung saja mendekati gadis itu, ia tidak peduli dengan tanggapan Vee atau pun Gery nantinya.
"Vee ...."
Panggil Bara dengan suara yang bergetar, seakan akan sudah puluhan tahun lamanya mereka tidak bertemu.
Deg
Vee menoleh, ia kaget karena Bara tiba tiba datang dan kini berada di depan nya, yang tentu saja akan membuat masalah besar di dalam hidup nya.
Bukan ia masih cinta, tetapi.... karena Gery. Dan pastinya Bara dan Gery tidak akan pernah akur.
Bukan hanya Vee yang menoleh, tetapi Gery juga. Ada rasa cemburu ketika Bara menatap tunangannya, tetapi....Gery tidak kaget jika Bara tiba tiba ada di sini, karena cepat atau lambat, Vee dan Bara pasti akan bertemu.
"Bara..."
Balas Vee, ia mencoba biasa saja, meskipun ada rasa kangen di dalam hatinya. Yah, hanya kangen sebagai teman masa kecil saja, tidak lebih.
"Hai...apa kabar, aku kangen."
Dengan seenaknya Bara mengucap kan kata kata itu, bahkan tubuhnya spontan memeluk Velia, tetapi...
"Stop!! bukan muhrim Bar."
Tolak Vee, yang dengan tangan nya mendorong tubuh Bara, tidak mau kalau Gery salah paham apalagi menyakiti hati laki laki yang sudah resmi menjadi tunangan.
"Oh...its oke!! aku duduk ya??"
Walaupun kecewa, tetapi Bara mencoba menahan nya, ia tidak mau merusak pertemuan pertama nya setelah masa pencarian dan penantian selama dua tahun lamanya.
Bara dengan santainya duduk di depan Vee, di samping Gery....dan tentunya matanya juga melirik ke arah Gery yang sedari tadi memperhatikan interaksi nya dengan Vee.
Sedangkan Bagas, tidak ada tempat lain selain duduk di samping Velia, karena tidak mungkin juga ia berdiri, atau meninggalkan Bara. Takut kalau terjadi sesuatu yang tidak tidak.
__ADS_1
'Canyik banget....kalau modelan kayak begini, gue juga mau menunggu bertahun tahun, pantesan saja Bara tidak mau berpaling sedikitpun...benar benar mempesona.', batin Bagas yang diam diam memperhatikan tunangan orang.