Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Pasrah


__ADS_3

Setelah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, dan tentu nya tanpa Velia... akhir nya di sepakati kalau pernikahan akan di laksanakan Minggu depan, mereka tidak mau menunda nunda sesuatu yang memang seharusnya segera dilakukan.


Dan seperti yang Bara mau, akan ada pesta besar yang bukan hanya mengundang saudara saja, tetapi juga rekan rekan bisnis besar nya Daddy dan juga Papah Cesa


Jangan tanyakan lagi gimana perasaan Bara saat ini, senang bukan main .....ia tidak perduli dengan Vee yang tidak mencintai nya, karena ia yakin kalau Vee akan kembali mencintainya secepat nya.


"Senang kamu??"


Daddy Brylli menghampirinya putranya, beliau melihat Bara yang senyum senyum sendiri, meskipun wajahnya babak belur


"Jelas Dad....Bara bisa menikahi wanita yang Bara cintai...."


"Hmmm kalau kamu tidak memperkosa nya, tentu saja Vee tidak mau sama kamu, saat ini Vee juga masih menolak.."


"Tidak masalah, yang penting aku sudah mendapatkan Velia seutuhnya...dan aku akan menikahi nya ...."


"Dasar gila!!"


Daddy Brylli meninggalkan putra yang saat ini di obati oleh Mommy Cheryy.


Sedangkan Papah Cesa, ia meninggalkan kerumunan orang banyak dan menghampiri putrinya, ia tau kalau Vee sedang tidak baik baik saja.


Tok.....tok.....tok....


Papah Cesa mengetuk pintu kamar Vee, tetapi tidak ada jawaban dari dalam.


"Vee....ini Papah Sayank..."


Sengaja mengucapkan, karena mungkin Vee pikir yang ada di luar bukan Papah Cesa.

__ADS_1


"Masuk Pah, tidak dikunci."


Papah Cesa langsung masuk ke dalam kamar Vee dan melihat Vee sedang duduk di atas ranjang, dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya.


"Jangan menangis lagi....parcayalah... ini adalah yang terbaik untuk kamu sayank...."


Papah Cesa menarik tubuh Velia kedalam pelukan nya, menenangkan Vee yang masih terpukul atas kejadian yang menimpa nya.


"Maafkan Vee Pah, Vee tidak bisa menjaga diri..."


"Tidak sayank....bukan salah kamu, ini mungkin karena karma untuk Papah, karena dulu Papah juga melakukan hal yang sama kepada Bunda kamu, hingga ada kamu ini....tetapi bedanya...Papah terlambat untuk bertanggung jawab, sedangkan Bara dengan cepat mempertanggungjawabkan semua perbuatan nya "


Mereka kembali berpelukan, dan menumpahkan segala kegelisahan dan keganjalan di hati masing masing.


Vee melepaskan pelukan dari Papah Cesa. "Tapi Gery Pah?? bagaimana aku menjelaskan nya??"


Vee masih saja bingung untuk mengawali cerita nya dengan Gery, tidak sanggup dan tidak kuat melihat laki-laki baik itu kecewa dan bersedih.


"Tidak perlu Pah biar aku saja, mungkin memang lebih baik aku segera cerita dengan Gery...."


"Lebih baik seperti itu, karena Minggu depan kamu dan Bara akan menikah.."


Vee melotot kan matanya, manakala mencengkeram Minggu depan akan menikah dengan Bara.


"Minggu depan??? kenapa secepat itu Pah?? bukan nya sudah bilang kalau aku enggak mau nikah dengan Bara??"


Minggu depan terlalu cepat untuk nya, bahkan Vee pun baru saja bilang kalau tidak mau menikah dengan Bara dan juga dengan yang lainnya. Termasuk Gery.


"Tidak bisa sayank....kamu harus menikah dengan Bara, karena Bara sudah membuat ini semua nya, dan juga Bara sangat mencintai mu, meskipun Papah tau kalau saat ini kami masih mencintai Gery, tetapi... tidak menutup kemungkinan kamu juga akan mencintai Bara.... apalagi kamu juga sudah pernah mencintai laki laki itu."

__ADS_1


Vee diam sejenak, merenungi kata kata yang di ucapkan oleh Papah Cesa, dan mencoba memikirkan semua nya, tetapi...rasanya ini tidak adil...mengapa enggak dari dulu saja Bara mengatakannya cinta padanya, bukan sekarang setelah ia mencintai laki laki lain dan ingin berumah tangga dengan orang lain.


'Ya Tuhan...apakah ini memang sudah takdir ku untuk menerima Bara?? apa mungkin doa doa ku yang dulu baru terkabul saat ini....lalu bagaimana dengan Gery???'


Tidak mungkin kalau Vee tidak memikirkan tentang Gery, dua tahun lebih menjalin cinta dengan laki laki itu, yang begitu sabar menunggunya pulang dan kembali ke Indonesia, bukan hanya itu saja....Gery juga sudah mempersiapkan semua tentang masa depan yang indah, dan juga konsep pernikahan yang begitu di idam idamkan oleh kedua pasangan itu, tetapi ..sayang sekali...harus kandas dan berakhir dengan pahit.


Ceklek


Bunda Rania juga menyusul masuk ke dalam kamar Velia, sebagai seorang wanita yang juga pernah merasakan apa yang kini dialami oleh putri sulung nya, Bunda Rania pun paham.


Antara Bunda dan juga Vee tidak sama sama beruntung, kalau Bunda dulu bebas....tidak punya pacar atau sedang tertarik dan mencintai seseorang, juga Papah Cesa yang tidak bertanggung jawab awalnya, sedangkan Vee... meskipun Bara bertanggung jawab, tapi sayang sekali...hati Vee sudah terikat dengan laki laki lain, sudah mencintai dan di cintai oleh laki laki lain itu.


"Sayank ... percayalah...semua akan baik baik saja, kamu lihat Bunda kan??? bagaimana Bunda dulu nya begitu terpuruk.... tetapi...semua sudah terjadi...mungkin Bara memang jodoh mu, dan Gery laki-laki yang ditugaskan untuk menjaga kamu, hingga kamu mendapatkan seseorang yang menghalalkan mu..", ucap Bunda Rania panjang dan lebar.


"Bunda juga melihat keseriusan Bara, dan ketulusan cinta Bara pada kamu, jadi...terima Bara ya sayank??? kalau bukan demi kamu sendiri.... lakukan lah itu demi sesuatu yang mungkin tumbuh di perut kamu. Kamu paham kan sayank.??"


"Dan lusa...Kami akan pulang, dan mengatakan serta meminta maaf kepada orang tua Gery, dan untuk urusan Gery....Bunda serahkan pada kamu...."


Vee mengangguk....ia pasrah sekarang, bukan karena mencintai Bara tetapi...Vee lakukan untuk sesuatu yang mungkin akan hadir, sesuatu yang sama sekali tidak bersalah dan tidak seharusnya dipisahkan dengan orang tua kandung nya.


"Kalau begitu mandi ya, setelah itu makan...kamu pasti lapar....Mami sudah masakin makanan kesukaan kamu."


Bunda mencium kening Velia, kemudian meninggalkan putri sulungnya itu, begitu juga dengan Papah Cesa yang juga ikut keluar.


Setelah kepergian kedua orang tuanya, Vee masuk ke kamar mandi, tetapi.... sebelum nya...ia mendengar telpon nya berbunyi....


Vee mengambil ponsel nya , dan melihat siapa yang telpon...


Hatinya kembali sakit saat ia melihat nama di layar ponselnya, mau diangkat...Vee tidak sanggup untuk mengangkat telpon dan mendengar suara Gery, rasanya....dunia nya benar benar sudah gelap, tidak ada terang sama sekali.

__ADS_1


"Maafkan aku Ger...aku tidak bisa mengangkat telpon dari kamu, aku enggak sanggup... apalagi dengan kondisi ku yang seperti ini, benar benar aku tidak bisa."


__ADS_2