Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Menghapus Kenangan


__ADS_3

Penyesalan memang datangnya belakangan, seperti yang Bara rasakan saat ini. Menyesal??? iya....Bara akui, ia menyesal karena telat mengetahui semuanya, tetapi....kalau Bara mengetahui dari dulu, apa yang ia lakukan?? menerima perjodohan ini?? atau menolak?? bahkan membenci Vee, seperti yang Vee pikirkan.


"Entahlah....aku tidak tau."


Dengan lelehan air mata yang membasahi pipi, Bara mengambil diary Vee dan mendekap diary itu.


Ia seperti mendekap Vee, walaupun tidak mungkin ia lakukan untuk saat ini. Tetapi.....


Bara menghempaskan tubuhnya dikasur, sembari tangannya masih memeluk erat diary berwarna pink itu.


Ada rasa sedih, kecewa, tetapi juga senang, semuanya campur aduk jadi satu.


Bahagia, karena Bara tau kalau Vee sebenarnya mencintai nya, meskipun ia sendiri belum tau sebenarnya mencintai Vee atau tidak.


Tetapi, ada secuil rasa yang ada di dalam hatinya untuk gadis cantik yang belum tau di mana keberadaan.


Laki laki itu memejamkan matanya , rasa lelah membuat dirinya cepat untuk menutup mata, berharap ia akan bermimpi indah, mimpi ketemu dengan Vee. Yah.....sekarang yang ada di pikiran nya hanyalah Vee.


.


.


.


Beberapa jam kemudian.


Pesawat yang ditumpangi Vee sudah mendarat, Bunda Rania serta Ayah Arga sudah menjemput nya., bahkan mereka berdua meninggalkan pekerjaan nya hari ini hanya untuk menjemput Velia.


"Bunda....."

__ADS_1


"Ayah ....."


Gadis cantik itu memeluk kedua orang tuanya secara bergantian, menumpahkan rasa kangen yang sudah hampir satu tahun ini tidak bertemu.


Yah, walaupun tinggal di negara terpisah, baik Bunda maupun Vee, menyempatkan berkunjung minimal satu bulan sekali, tetapi... karena kesibukan masing-masing, baru bisa bertemu saat ini.


"Bagaimana perjalanan nya??"


Bunda Rania tidak menanyakan bagaimana kabar kamu, beliau sudah memastikan kalau keadaan Vee tentu tidak baik baik saja.


"Menyenangkan, tetapi sangat lelah. Bahkan Vee dapat kenalan laki laki muda nan tampan. "


Bunda Rania menyentil kening Vee, "Nakal!! mau kamu kemanain Gery??"


"Kan hanya kenalan saja Bun. Kenalan..."


"Ayah gimana kabarnya?? adikku jadi berapa lagi?? nambah apa enggak??"


Ayah Arga merangkul pundak Vee, beliau sudah menganggap Vee seperti anak kandung nya sendiri.


"Nakal. Mau nya sih nambah banyak, tetapi Bunda kamu tidak mau. Jadi, adik kamu tetap dua, laki laki semua."


Vee bertepuk tangan, "Asik .... aku cantik sendiri donk!!!"


Mereka bertiga berjalan bersama sama, saling merangkul seperti keluarga kandung sendiri. Apalagi Ayah Arga yang sangat menyayangi Velia, dan tidak ada nya anak perempuan membuat rumahnya jadi sepi.


"Ayah sudah daftarkan kamu di universitas terbaik di sini, sesuai dengan jurusan yang kamu mau."


Cup

__ADS_1


Velia mengecup pipi Ayah Arga, "Makasih Ayah."


"Dan soal yang lainnya, kamu tidak perlu khawatir, Ayah punya sebuah apartemen yang tidak jauh dari rumah dan kampus, jadi sewaktu waktu ada yang genting, kamu bisa memakai nya."


Vee mengangguk, ia paham apa yang dimaksud oleh Ayah sambung nya itu. Tentu saja berkaitan dengan Bara. Tidak menutup kemungkinan kalau Bara akan mencari Vee, walau pun status nya sudah menikah pun, baik Ayah maupun Bunda nya Vee yakin kalau Bara bakalan ke sini, setelah tidak menemukannya di Amerika.


Bukannya mereka tidak suka dengan Bara, tetapi tentu nya tidak ingin putrinya kembali bersedih, terlebih dengan status Bara yang sudah menjadi milik orang lain. Yah..... keluarga di Jerman tidak tau tentang batalnya pertunangan dan pernikahan Bara.


Jarak dari Bandara ke rumah Ayah Arga tidak terlalu jauh, dan kini mereka sudah sampai di sebuah rumah yang sangat mewah.


Vee langsung masuk saja ke kamar yang memang sudah disiapkan oleh Bunda nya, dan ia menghempaskan tubuh nya di kasur.


"Apa kabar mu Bar???"


"Mungkin saat ini kamu sudah bahagia. Selamat ya?? Dan bahkan kamu mungkin juga belum menyadari kalau aku sudah pergi. Tidak apa?? aku hanya tidak ingin merusak acara kamu saja. Berbahagialah, aku juga akan bahagia di sini."


Vee mengambil sebuah korek, kemudian ia mengeluarkan foto dari dompet nya, yah....foto Bara. Satu satunya foto yang tersisa, karena yang lainnya sudah Vee bakar.


Gadis itu membakar foto Bara, tentu dengan airmata yang menetes di pipi nya, yah....mungkin ini untuk yang terakhir kalinya, terakhir kali memandangi foto Bara dan terakhir kali menangis untuk nya.


"Selamat tinggal Bar. Biarlah aku menyimpan rasa cinta ku untuk kamu di hati saja, dan akan aku hilangkan seiring berjalan nya waktu."


Foto Bara sudah mulai terbakar, Vee tak lupa juga tersenyum, sudah cukup ia menangis, apalagi menangisi orang sudah bahagia dengan pilihannya sendiri.


Setalah terbakar habis tak tersisa, Vee mengambil ponselnya. Ia baru ingat kalau masih menyimpan foto Bara di ponsel nya.


Buru buru gadis itu membuka galeri dan menghapus satu persatu foto Bara. Biar ia tidak melihat bahkan tidak mengingat laki laki itu lagi.


Sama seperti Bara, Vee juga memejamkan matanya. Ia berharap bangun nanti, semua kenangan tentang Bara akan hilang.

__ADS_1


__ADS_2