Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Ujian


__ADS_3

Vee mengambilkan alih satu kotak makanan dari tangan Bagas, ingin sekali tidak perduli dengan Bara yang menyebalkan, rasanya tidak tega.


Bukan tidak tega dengan Bara nya, tetapi dengan Bagas nya. Tentu saja karena Bagas tidak salah dan juga makanan Bagas masih banyak, belum habis.


Sedangkan Vee, ia sudah lebih dulu menyelesaikan makanan nya, maklum saja kalau lapar ya cepat ngunyah nya.


"Kakak lanjutin makan nya saja, enggak usah ngelihatin aku kayak gitu!"


Vee bahkan tau kalau Bagas mengamati dirinya sedari tadi, bahan laki laki itu saking senangnya sampai tidak melanjutkan makanan nya lagi, malahan memilih untuk melihat Vee yang akan menyuapi Bara.


"Enggak, ni aku makan Vee....kamu lanjutin saja nyuapin Bara, aku enggak ngintip."


Vee menghela nafas, ingin rasanya menjahit mulut Bagas yang seenaknya saja ngomong seperti itu, dipikir Vee akan beesikap romantis seperti pasangan kekasih?? tidak lah....kalau enggak ingat tangan kanan Bara yang tidak bisa digerakkan, Vee juga ogah melakukan itu.


"Suapi ya?? tangan ku masih belum bisa makan."


Dengan terpaksa Vee mengangguk, memang keadaan Bara seperti itu, mau di apaiin lagi.


"Buka mulut kamu!!", ketus Vee.


Laki laki di depannya ini memang harus dibuat seperti itu, kalau di baikin nantinya malahan ngelunjak. Tidak mau dibilang mem PHP ini anak orang, lebih baik sedikit judes saja.


"Makan!! jangan banyak ngomong. Labih cepat kamu makan , aku lebih cepat pulang."


Rencana Vee setelah selesai menyuapi Bara makan, ia akan pulang dan meminta jemput Gery. Tentu saja tidak ingin berlama lama bersama Bara.


Bukan karena Bara yang terkena penyakit menular, tetapi...tidak aman jantung kalau terus terusin bersama Bara, apalagi hanya berdua saja.


Dengan wajah yang tidak senang, Bara membuka mulutnya...ia akan mengunyah makanan nya pelan-pelan supaya Vee tidak segera pulang.


Yah, walaupun kepala dan tangan nya sakit, tetapi....otaknya masih bisa berpikir tentu saja tidak pernah lepas dari pikiran pikiran kotor nya.


"Aaaak lagi.....jangan manja deh."


Vee merasa kalau Bara memang sengaja tidak mengunyah makanan dengan benar, malahan matanya sedari tadi melihat ke arah Vee terus dan tanpa berkedip.


"Galak banget, kamu tau sendiri kan kalau aku sakit, jadi pelan pelan lah ngunyah nya."


Bohong..... padahal tidak apa apa, hanya tangan kanan nya yang sedikit ngilu dan pegal saat tak sengaja di buat gerak...naasnya lagi itu tangan kanan, yang membuat Bara tidak bisa melakukan apa apa dulu selama belum sembuh.


"Ckkk kenapa enggak amnesia saja kamu, menyebalkan!!"

__ADS_1


Gerutu Vee kesal. Dari tadi Vee sudah geram dengan tingkah Bara, kalau tidak mengingat kebaikan dan juga kebersamaan nya sejak kecil, mungkin Vee sudah pulang dari tadi sebelum Bagas datang.


"Kamu mengharapkan aku amnesia??? kalau aku amnesia, kamu yang akan rugi."


"Rugi?? kok bisa??"


Sambil menyuapi Bara, Velia juga mikir....rugi dari mana nya....bingung juga dengan manusia modelan kayak Bara.


"Bisalah....aku akan mengaku kalau kamu adalah istri ku, bukan calon lagi....."


"Hah??? gila!!! memang benar benar gila!!"


"Jangan sembarangan!!"


Tiba tiba Gery datang, dengan cepat ia menyahut omongan Bara, tentu saja rahang laki-laki itu mengeras mendengar ucapan dari Bara, apalagi melihat calon istri nya malahan menyuapi Bara.


Cemburu??? tentu saja iya...bahkan saking cemburu nya, Gery tidak bisa berbuat apa apa, apalagi marah ... cukup menyahut omongan Bara tadi setelah itu menghampiri Velia.


"Yank...."


Vee langsung menaruh makanan Bara di meja, ia kemudian menghampiri Gery yang sudah duduk di sofa bersama Bagas.


Tau saja kalau Gery cemburu, Vee buru buru meminta maaf.


Dengan senyuman manis nya, Gery mengusap lembut rambut Velia, dan aksi itu dilihat sempurna oleh Bara.


"Enggak apa apa, aku ngerti kok, udah??"


Mau bilang belum, tetapi enggak enak...pastinya kalau Vee yang menyuapi Bara lagi, Gery akan semakin marah. Walau bagaimanapun ia harus menjaga perasaan Gery.


"Biar aku yang lanjutin, kalian pulang saja."


Melihat suasana yang tidak enak, Bagas mengambil alih peran Velia...ia tidak mau terjadi adu mulut karena hal sepele.


"Biar gue saja. Maaf baru bisa ke sini."


Vee semakin lega, manakala Vika datang tepat pada waktunya, ia memang harus memberikan banyak waktu untuk Vika dan Bara, supaya mereka bisa mengerti perasaan satu dengan lainnya.


"Enggak telat kok Kak, kakak datang di waktu yang tepat, dan terimakasih.", ujar Vee pelan ketika ia menghampiri Vika dengan cipika cipiki.


Vika mengangguk, ia paham dengan ucapan Vee, yang memang ada Gery di dalam sana.

__ADS_1


Vee menghampiri Bara, ia harus berpamitan dulu dengan Bara.


"Aku pamit ya, cepat sembuh...."


"Tapi aku maunya kamu disini , nyiapin aku makan dan nemenin aku.", ucap Bara pelan.


Vee menggeleng, "Tidak bisa, dan jangan manja....sudah ada Vika. Aku pamit."


Tanpa menunggu jawaban dari Bara, Vee menghampiri Gery dan menggandeng tangan tunangan nya itu untuk segera keluar dari ruangan Bara.


.


.


.


.


.


.


Mereka berdua kini sudah sampai di dalam mobil, dengan Gery yang begitu perhatian memasangkan sabuk pengaman untuk Velia.


"Makasih yank, dan maafkan aku .... aku tadi benar benar lupa."


Vee memagang tangan Gery setelah tangan itu memasangkan sabuk pengaman. Tentunya di balas Gery dengan memeluk tubuh Velia dan membuka lagi sabuk pengaman nya. Benar benar percuma....


"Aku ngerti dan aku paham. Meskipun ada rasa cemburu di dalam hatiku, tapi...aku anggap ini adalah bumbu dalam hubungan kita. Selama hampir dua tahun lebih kita jalani hubungan ini, tidak ada orang yang berusaha mengganggu hubungan kita, selama itu pula kita adem ayem tanpa hambatan. Nah....mungkin ini juga ujian menjelang pernikahan kita, ."


Dengan begitu lembut Gery mencium kening Vee, mungkin apa yang dikatakan nya adalah benar, kalau Bara adalah ujian terberat nya sebelum pernikahan.... kesungguhan dan keseriusan Vee dan Gery akan di uji di sini.


"Makasih banget, aku beruntung mendapatkan kamu yank....maafkan aku yang selalu membuat kamu cemburu."


"Dan mungkin akan begitu yank sebelum Bara bener bener sembuh. Bara mungkin saja akan memanfaatkan keadaan nya untuk bisa lebih dekat dengan kamu, apalagi Perusahaan Papah Cesa dengan Perusahaan Bara kini sedang bekerjasama sama, pastinya kalian akan tetap bertemu, dan semoga aku kuat sayank...doakan saja."


"Pasti...kamu harus kuat, aku hanya mencintai kamu yank,.... jadi jangan pernah berpikir yang tidak-tidak....katanya ini adalah ujian, dan kita akan melewati ujian ini dengan sama sama."


Gery melepaskan pelukannya, ia kemudian meraih bibir manis Velia dengan tangannya, memegang lembut bibir manis yang menjadi candu nya itu.


Hingga , bukan hanya tangan nya saja yang mengusap lembut bibir Velia, tetapi...kini kedua bibir mereka saling berebut, saking mema_gut lembut dan penuh dengan cinta dan kasih sayank.

__ADS_1


__ADS_2