Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Semoga Tepat


__ADS_3

Setelah semua nya beres, Vee meninggalkan kamar Mommy Cheryy, dan bergegas untuk pulang. Ia juga melihat Mommy yang sudah baik-baik saja. Vee pun lega, karena tidak seperti pertama meyakinkan ibu dari Bara itu.


Vee pun keluar, Ia takut, kalau lama lama berada di sini, nanti hatinya akan lebih sakit lagi dan tidak ikhlas menerima semuanya.


"Aku anterin pulang ya?? dan makasih."


Bara menggandeng tangan Vee dengan begitu mesra nya, hingga Vee melirik ke arah tangan nya sekilas dan menggeleng pelan.


'Biarlah ini jadi terakhir kalinya kamu bisa menggenggam tangan Aku Bar, dan aku pun juga begitu.'


Vee tidak membalas genggaman tangan Bara, tetapi ia begitu menikmati tangan kekar itu berpaut di jarinya.


Bara melepaskan tangan Vee ketika sudah sampai di depan mobil, dan membuka pintu mobil untuk Vee.


Sungguh pemandangan ini sangat lah menyentuh hati Vee, tetapi...ia sadar, jika ini hanyalah biasa saja, bukan Bara mencintai nya.


Di dalam mobil ke-dua nya sama sama terdiam, Bara yang memang orangnya dingin dan sombong , hanya melirik sekilas ke arah Vee yang seperti nya melamun, tetapi Bara sendiri cuek saja.


Ia masih menatap jalanan lurus ke depan, mengemudikan dengan suasana senang tentu nya karena sebentar lagi ia akan memiliki pujaan hatinya.


Apakah Bara senang?? tentu saja jawabannya iya. Karena ia sudah cinta dengan gadis yang telah dipacarinya kurang lebih tiga tahun ini


Tetapi, rasa rasanya ada yang mengganjal, namun Bara tidak tau pastinya.


"Makasih ya Vee?? semua berkat kamu. ", ucap Bara.


Vee hanya diam saja, ia tidak tau lagi harus bagaimana dan apa yang akan dilakukan nya nanti.


Melihat Bara dan Meli tunangan?? rasanya Vee sangat sulit sekali., apalagi melihat mereka menikah. Sungguh , rasanya hatinya tidak akan sanggup.


"Kamu kenapa Vee?? seperti nya tidak senang.?"


Deg


Pertanyaan Bara membuat Vee menoleh dan bangkit dari lamunan nya sendiri.


"Emang kamu tau apa yang aku rasakan Bar?", Bara menggeleng.


Yang pastinya Bara tidak tau, karena ia tipe laki laki yang sangat cuek dan tidak begitu peka.


"Emangnya apa yang kamu rasakan??"


Bukannya menjawab, Bara malahan memberikan pertanyaan itu kepada Vee.


"Tidak!! lupakan saja!", tutur Vee pada akhirnya.

__ADS_1


Tidak ingin ia mengungkapkan semua nya di depan Bara saat ini, apa jadinya jika Bara malahan marah??


'Sungguh aneh. Mengapa aku merasakan ada yang aneh dengan kamu Vee, dan yang aku lihat, kamu tidak senang dengan acara yang akan aku langsungkan nantinya. Kamu seperti nya menyembunyikan sesuatu??', batin Bara yang belakangan ini melihat Vee yang sangat aneh.


Mereka tidak ada percakapan lagi, hingga mobil Bara sampai di depan pintu rumah Vee.


"Lusa ikut aku ya? aku mau mengajak kamu melihat persiapan gedungnya.", Vee mengangguk pasrah.


"Aku turun."


Gadis itu tidak berkutik lagi, ia membuka pintu mobil Bara dan keluar dari sana dengan muka yang sudah di tekuk dan tidak enak dipandang lagi.


Vee masih ke dalam rumah dan menutup pintu rumah nya. Ia bergegas ke jendela untuk melihat mobil Bara yang sudah pergi dari depan rumah nya.


"Apa aku sanggup??"


"Aku tidak tau apa aku bisa melihat mereka bersama???"


"Apa aku??"


Vee seger menghapus air mata nya, tatkala melihat video call dari Bunda Rania.


Yah, Bunda Rania sudah tau semua yang terjadi dengan putrinya itu.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam...."


"Baru sampai Vee??"


"Iya Bun."


Di dalam layar nampak Bunda Rania memperhatikan putri sulung nya, beliau tau kalau Vee habis menangis.


"Kamu baik baik saja sayank??",


"Vee baik Bun."


Vee masuk ke dalam kamar nya dan langsung saja merebahkan tubuh nya di kasur. Tentu nya masih video call an dengan Bunda Rania.


"Vee.....Bunda sudah tau semua nya, apa sebaiknya kamu kuliah di sini saja nak??"


Vee diam, memang bukan hanya kali ini Bunda dan dirinya membahas tentang kuliah Vee. Apalagi dengan kondisi Vee seperti ini, bunda Rania tentunya tidak tega melihat nya.


Awalnya beliau tidak memaksa untuk Vee menerus kan kuliahnya di Jerman, tetapi...setelah Bunda pikir pikir, rasanya .... memang lebih baik seperti ini, meninggalkan Indonesia, tentunya meninggalkan kenangan nya bersama Bara.

__ADS_1


"Bunda sudah bicarakan dengan Papah kamu, dan dia setuju."


Entah kapan Bunda membicarakan hal sepenting ini kepada Papah Cesa, tetapi yang pasti kedua orang tua Velia sepakat untuk membuat Velia bahagia, dan tentu nya dengan meninggalkan Indonesia.


"Bagaimana sayank??"


"Jangan khawatir kan Papah, Papah sudah setuju. Lagian Papah bisa menjenguk kamu di sini, selama kamu kuliah."


Vee masih terdiam, ia memikirkan matang matang dengan sesuatu yang akan di putuskan nya.


Ia tau ini sangatlah berat, tetapi..... mungkin inilah cara satu satunya agar ia bisa move on dari Bara.


Lalu bagaimana dengan Gery??


Vee juga masih memikirkan pacarnya yang begitu mencintai nya, tetapi....Vee yakin jika Gery pastinya akan mengerti dengan keputusan nya, dan paham dengan apa yang ia alami.


Gadis itu mengambil nafas dalam dalam, dan mencoba untuk membuat keputusan yang sekira nya memang baik untuk dirinya.


"Vee mau Bun, tapi....tolong rahasiakan semua nya ini, hanya Bunda dan Papah yang tau kalau Vee kuliah di Jerman. Biarlah yang lainnya tau kalau Vee menerima beasiswa ke Amerika."


Terlihat di layar Bunda Rania mengangguk dan tersenyum, tanpa ditanya apa alasannya, Bunda pun paham.


"Bunda dan Ayah akan mengurus semuanya di sini. Kamu tinggal siapkan saja apa yang kamu butuhkan. Tidak usah banyak banyak sayank, nanti kita belanja saja di sini."


"Iya Bun."


"Mau berangkat kapan?? biar Ayah Arga yang menyiapkan."


Vee diam lagi, ia kali ini benar benar berpikir kapan akan berangkat ke Jerman.


"Minggu siang Bun. Bisa??"


Bunda Rania tersenyum, ia tau lagi dan sudah menebak tentang keberangkatan Vee ke Jerman.


Yah, hari Minggu Bara akan melangsungkan lamaran nya dengan Meli, tepat nya Minggu malam, dan Vee memilih untuk terbang ke Jerman Minggu siang, setidaknya..... keluarga Bara tidak ada yang curiga, karena rencana Vee akan membantu pagi hari nya.


"Baiklah sayank....Bunda akan kabari lagi. Jaga diri kamu."


Klik


Panggilan Video itu pun berakhir, dengan Velia yang memejamkan matanya.


"Semoga keputusan ku kali ini tepat."


Sebelum beranjak tidur, Vee mengirimkan pesan untuk Gery, dan rencananya akan memberitahukan kepada Gery. Dan mungkin ia akan memutuskan hubungan dengan laki laki yang begitu baik dan mencintai nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2