Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Kata Siapa??


__ADS_3

Mereka berdua masuk ke dalam gedung bioskop, dan tentunya Gery sudah memesan tiket dan juga membeli camilan dan minuman untuk teman nonton nya.


"Mau cari apa lagi??", tanya Gery dengan sayang nya.


Ia tau kalau perempuan perempuan kebanyakan itu tidak cukup hanya satu buah camilan saja, yang pastinya ada beberapa jenis yang kan setia menemani acara nonton nya.


Vee menggeleng, ia tidak pengan apa apa, saat ini ia hanya ingin bersama dengan Gery dan menikmati waktu berdua saja.


Karena sejak datang kembali ke Jakarta, ia jarang bertemu dan menghabiskan waktu bersama dengan tunangan nya itu, Gery banyak menghabiskan waktunya di kantor, dan tentu saja semua itu hanya untuk dirinya di masa depan nanti.


"Yank....masih marah??", tanya Vee hati hati.


Ia yakin sekali jika Gery masih ada rasa dengan dirinya, walaupun baru ketemu.... tetapi.....dari dulu ia dan Gery sudah kenal lama, jadi ia sudah tau raut wajah Gery saat tidak enak hati.


"Marah?? kenapa???"


Gery mengeryitkan alisnya, ia melirik sekilas ke arah Vee kemudian kembali fokus ke depan, menikmati film yang saat ini sedang menjadi trending topik.


Vee kembali menyandarkan kepala nya di pundak Gery, dengan menikmati film yang baru saja di mulai nya.


"Aku takut kalau kamu marah dan cemburu, karena tadi melihat aku dan Bara pergi bersama. Tapi percayalah, aku dan Bara hanya pergi makan siang saja, tidak ada yang lebih dan perlu kamu takutkan.


Gery diam, ia melihat ke arah Vee yang sedari tadi merasa bersalah , Gery tau itu.


Memang ia sedikit cemburu karena tau sejak Vee pergi dengan Bara tadi siang, hatinya merasa tidak senang, dan ada sesuatu yang sesak di dalam dadanya.


"Hmm sudah tau .... makanya besok besok jangan pergi dengan dia, aku cemburu. Sungguh, aku enggak tenang sayank....aku takut kamu akan berpaling dari ku dan kembali bersama Bara."


"Jangan berpikiran ke arah sana, aku memang dulu cinta sama dia, tetapi....untuk sekarang dan selamanya, cintaku sudah mentok di kamu, dan maaf....mungkin ke depannya aku akan sering bertemu dengan Bara, karena ada proyek baru Papah dengan Bara dan aku harus terlibat di dalam nya."


"Aku tau ... Papah sudah kasih tau. Dan aku percaya sama kamu sayank....cuma aku minta kamu jaga jarak dengan dia."


"Baiklah....tapi beneran enggak marah kan?? dan tanpa kamu minta pun aku akan jaga jarak dengan dia yank...", jawab Vee kemudian, dengan kepalanya masih nyaman berada di pundak Gery.


"Kalau kamu enggak macam macam ya aku tidak marah, tetapi.... kalau...."


Cup

__ADS_1


Vee mencium pipi Gery sekilas setelah itu kembali lagi ke mode manjanya, bersandar di pundak Gery.


"Ih....aku kan tidak macam-macam...."


"Iya iya aku percaya, tapi kenapa enggak di bibir saja nyium nya. Seperti ini ..."


Cup


"Mphhhhh"


Gery mencium bibir Vee dengan gemasnya, kemudian melu_mat nya sebentar. Vee juga tidak tinggal diam, ia mulai membalas pagu_tan bibir Gery yang memang sangat memabukkan dan membuat nya tidak berdaya.


Setelah di rasa sesuatu di bawah sana mulai sesak, Gery melepaskan ciuman panas nya itu. Ia tidak mau bertindak yang lebih dari sekedar ciuman bibir, dan akan menunggu hingga waktu nya tepat, yah...sabar sedikit saja...enggak sampai satu tahun lamanya.


"Cukup sampai di sini saja dulu!!"


Gery menghapus sisa saliva yang tertinggal di bibir Vee, lalu mencium kening Vee dengan sayangnya.


"Aku takut kalau kebablasan, aku laki laki normal sayank ... sebenernya sih pengen lebih, boleh enggak??", goda Gery.


"Enak saja. Halalin dulu, nanti kalau kamu sudah minta lebih lalu ninggalin aku gimana?? setauku banyak perempuan perempuan yang antri di luar sana untuk jadi pendamping kamu."


Gery mencubit gemas hidung mancung Vee, hingga gadis itu mengadu kesakitan dengan sangat manjanya.


Mereka berdua menikmati malam hari ini dengan mesra dan juga penuh cinta. Baik Gery maupun Vee, sama sama merasakan cinta dan sayang yang diberikan oleh pasangan masing masing, hingga malam semakin larut dan kedua nya memutuskan untuk pulang saja.


Gery melajukan mobilnya dengan sangat hati hati, karena ia tau kalau Vee saat ini sedang memejamkan matanya , dan gadis itu berusaha untuk tidur tetapi mungkin tidak bisa.


Tiga puluh menit kemudian, mobil Gery sudah sampai di depan rumah Papah Cesa. Laki laki itu melirik sekilas ke arah Vee yang ternyata masih memejamkan matanya.


"Sayank ... bangun...sudah sampai.",


Gery menepuk nepuk pipinya Vee dengan sangat pelan, berharap kalau gadis itu akan segera bangun dari mimpi indahnya.


"Eeuh......."


Vee mengerjap ngerjapkan matanya, ia yang masih sangat mengantuk membuka matanya sedikit demi sedikit, dan mengumpulkan tenaganya

__ADS_1


"Sudah sampai ya??Makasih ya yank....aku masuk ke dalam dulu, ngantuk banget.", suara Vee sudah berat, apalagi matanya yang tidak bisa di kondisikan, masih sangatlah ngantuk tetapi....ia harus membuka mata dan berjalan menuju ke kamarnya di lantai atas.


"Aku gendong ya?? kamu ngantuk banget.", Vee dengan cepat nya mengangguk.


Ia memang tidak tahan dengan rasa ngantuk nya dan tidak dapat dihilangkan, mungkin kalau untuk jalan ke kamar saja Vee tidak sanggup, sudah lelah.


Antara sadar dan tidak, Vee mengangguk...ia pasrah dan tentu saja percaya dengan Gery...kalau tunangan nya itu tidak akan macam macam.


Gery yang tidak tega, langsung saja membuka pintu mobil dan menggendong tubuh mungil itu dengan mesra nya.


"Hmm kalau tau merem lagi seperti ini, tadinya enggak aku pulangin kamu yank, dan aku bawa ke hotel saja hahaha...."


"Enak saja!!"


Jawab Vee dengan mata terpejam, walaupun tidur....tetapi gadis itu bisa mendengar dan menjawab dengan cepat, hanya saja matanya yang tidak dapat dikondisikan saat ini.


"Oh....bisa dengar juga toh!! hmmm tau gitu lagi tadi aku bius dan aku culik saja."


"Sebelum kamu culik aku, kamu yang akan aku suntik gila yank!!"


Vee menjawab lagi, yang membuat Gery menggelengkan kepalanya.


"Nyamber saja nih bibir.".


Cup


"Diem yank, berisik. Apa jadinya nanti pas malam pertama, pasti kamu berisik sekali."


"Hmm katanya yang berisik itu enak.", jawab Vee


"Katanya?? kata siapa??"


Gery masih saja menggendong tubuh Vee, tidak sadar kalau sudah sampai di lantai atas, saking asiknya ngobrol yang enggak ada tujuannya.


"Kata Meli....."


"Hmm nakal ....suka dengerin orang dewasa cerita begituan."

__ADS_1


"Ih...enggak....kan aku dikasih tau...salahkan mereka lah....ngeracunin otak polos dan suci ku hahaha ...."


__ADS_2