
Mereka semua terdiam, tentunya yang terdengar hanya Isak tangis Meli saja yang belum bisa reda.
Semuanya menunggu keputusan dari Bara, hanya Bara lah yang akan menjadi penentu cerita siang ini.
Bara menarik nafas nya, lalu menghembuskan nya dengan sangat kasar. Bagaimana pun juga, keputusan nya saat ini sangat di nanti nya.
Laki laki itu masih terdiam, ia mengambil ponsel nya dan. "Sebentar,."
Bara meninggalkan kerumunan orang orang yang menunggu keluarnya keputusan Bara.
Semua orang melihat Bara yang melangkah kan kakinya dengan ponsel yang masih di pegang. Mereka tidak tau apa yang dilakukan oleh Bara saat ini.
Bara,...laki laki itu saat ini sedang berdiri dipojok kamar, tentunya ia mengambil ponsel yang dari tadi dipegangnya, dan menekan panggilan telpon kepada seseorang.
"Aku harap kamu datang ke sini, angkat Vee."
Ternyata Bara menghubungkan Vee, di saat seperti ini .
gadis itulah yang bisa Bara andalkan. Seperti sebelum sebelum nya, Vee lah yang bisa mengatasi Setipa masalah nya., dan ia harap kali ini juga begitu.
Setidaknya, jika Vee tidak bersedia datang, Bara bisa mendengarkan ucapan dari Vee. Tetapi..
Masalahnya, Nomer Vee tidak aktip, tidak bisa dihubungi sama sekali. Bara sudah mencoba nya berulang ulang, bahkan sudah mengirimkan pesan, tetapi nihil....
Di telpon tidak aktip, di WhatsApp juga hanya centang satu. Bara jadi pusing sendiri , tentunya malahan gantian khawatir dengan Vee.
__ADS_1
Bara mencoba menghubungi Gery, tetapi juga ponsel Gery tidak aktip.
"Sial!!"
Ia yang ingin Vee ada di sini dan menemaninya, nyatanya tidak.... gadis itu bahkan tidak bisa dihubungi.
"Kamu kenapa??"
Bara akhirnya menyerah, ia harus memberikan keputusan sekarang juga, karena sudah lama ia meninggalkan orang orang yang kini sedang menanti keputusan nya.
Akhirnya Bara menyerah untuk menghubungi Vee, meskipun ia sangat kepikiran saat ini tentang Vee, tetapi...ia sadar kalau urusannya harus segera di selesaikan.
Dengan wajah yang tidak bersahabat, ganteng tetapi menyeramkan.
'Maafkan aku Meli, mungkin berat keputusan yang aku berikan, tetapi....semua demi kamu, dan aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita.', batin Bara yang seolah olah matanya berbicara seperti itu.
'Bara, maafkan aku. Aku memang salah tidak bisa menjaga diriku, tetapi...aku mohon, jangan tinggalkan aku Bar.', batin Meli yang sudah menatap wajah Bara dengan memohon.
"Aku sangat mencintai kamu Mel...."
Bara lagi lagi mengucapkan kata kata itu, tentu nya kali ini tidak ada sautan lagi dari Dio. Dan ia menjeda ucapannya sejenak.
"Tetapi.... Maaf, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Aku melepaskan kamu.", ujar Bara dengan yakin, dengan matanya menatap tajam ke arah Meli dan juga Dio secara bergantian.
"Tidak!! aku tidak mau Bara. Aku sangat mencintai kamu. Dan aku tidak mau kalau kita putus."
__ADS_1
Meli menangis, ia tidak bisa menerima keputusan Bara, apalagi harus menikah dengan Dio. Dio memang bukan laki laki yang jahat sebenarnya, ia sangat mencintai Meli dan sengaja melakukan ini karena tidak ingin kehilangan Meli.
"Maaf Mel. Sebaiknya kamu menikah dengan Dio. Semua ini demi kamu.", ucap Bara lagi.
Walaupun itu sangat sulit dan sakit bagi Bara, tetapi... keputusan ini adalah yang terbaik, dan sudah Bara pertimbangkan semua nya.
Mungkin ia dan Meli tidak berjodoh, kalau pun diteruskan...pastinya Dio tidak akan tinggal diam, dan terus merecoki hubungan nya. Bara tidak mau itu.
"Aku tidak mau Bara!!", Meli berteriak lagi, seperti nya ia sangat frustasi dengan keputusan Bara.
"Sudahlah nak, memang apa yang di putuskan Bara sangatlah tepat. Dan mau tidak mau kamu harus menikah dengan Dio, putra Tante."
Mamahnya Dio ikut membujuk Meli, beliau juga setuju dengan keputusan Bara, terlebih lagi Dio sudah merenggut kesucian Meli, dan tidak menutup kemungkinan kalau nanti Meli akan mengandung anak Dio.
"Tante juga menyayangi kamu. Terimalah Dio.", bujuk Mamah nya Dio lagi.
Sementara Mommy Cherry tidak bisa berkata apa apa lagi, beliau juga seorang wanita, dan apa yang dikatakan oleh Bara itu memang yang terbaik.
Sedangkan Dio, ia tersenyum...inilah yang ia inginkan selama ini.
Semua keputusan sudah diambil oleh Bara, dan Bara dengan berat hati merelakan Meli. Tentunya ini sangat berat, meskipun sempat ada sesuatu yang mengusik hati Bara kemarin, tetapi....Bara masih sangat mencintai Meli.
Namun seperti nya, mamang takdir tidak berpihak padanya.
Hari ini, yang seharusnya ia bahagia, tetapi... kenyataan nya malahan kebalikan nya. Jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan Bara saat ini, sudah di pastikan hancur berkeping keping. Rencana indah malahan berakhir duka.
__ADS_1