
"Bara.."
Ucap Vee ketika melihat mobil Bara yang berada di depan gerbang. Tentu saja, Vee baru melihat setelah Gery pergi.
Vee yang meyakini kalau yang dilihat adalah Bara, ia pun menghampiri nya.
"Hei...masuk yuk!! aku mau mandi sebentar. Enggak apa apa kan??"
Bara menggeleng, "Aku tunggu di sini saja. Cepatlah!!"
"Oke!!"
Tambah membantah, atau memaksa Bara untuk masuk ke dalam rumah, Vee hanya mengiyakan saja ucapan Bara.
Gadis itu langsung meninggalkan Bara dan masuk ke rumah, ia tidak lupa kalau sudah ada janji dengan Bara sore ini, makanya ia yang seharian jalan dengan Gery langsung memutuskan untuk segera pulang, karena ingat janji ya dengan laki laki menyebalkan itu.
"Tetapi kenapa dia jadi aneh begitu??", gumam Vee
Ia merasa ada yang aneh dengan Bara, memang biasanya Bara cuek dan tidak banyak bicara, tetapi... sore ini .... Bara terlihat berbeda dengan biasanya.
"Ah mungkin hanya perasaan aku saja."
Vee segera masuk ke rumah dan bergegas mandi, ia tidak ingin Bara marah karena kelamaan menunggu, apalagi menunggu nya di dalam rumah yang pasti nya sangat panas dan gerah.
Beberapa menit kemudian, Vee dengan celana panjang dan juga kaos santai nya menuruni anak tangga satu persatu. Ia kaget karena ternyata sudah ada Papah Cesa dengan Bara di ruang tamu.
Takut saja jika Papah membocorkan rahasia nya yang akan ke Jerman, dan tentu nya ia tidak ingin Bara tau.
__ADS_1
"Masuk juga kamu Bar!!", ucap Vee dan langsung membuyarkan ucapkan kedua laki laki beda generasi itu.
"Papah yang minta, tidak baik menunggu di depan. Lagian kasihan Bara nak.", ucap Papah Cesa
"Ya sudah, yuk Bar....cabut!! takut kemalaman."
Vee sengaja meminta Bara untuk segera pergi, Karana tidak mau terlibat banyak dengan Papahnya.
"Tadi ngobrol apa dengan Papah??", tanya Vee ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Tidak ada, hanya masalah pekerjaan saja. "
Vee menoleh ke samping, melihat ke arah Barat sekilas, dan ternyata menang benar... Bara tidak berbohong.
Gadis itu merasa lega, karena apa yang dipikirkan nya tidak terjadi. Bukannya tidak mempercayai Papah Cesa, tetapi...takut saja kalau sang Papah keceplosan berucap.
Sementara Vee sudah terdiam dan asik bermain ponsel nya, kini gantian Bara yang melirik ke arah Vee.
"Hah??"
Pertanyaan macam itu, pertanyaan yang keluar dari bibir Bara, yang membuat Vee mengeryitkan alisnya, bingung dan merasa aneh dengan sikap Bara.
"Ya, aku mencintai nya."
Nyess.....sesak rasa di dalam hati ketika mendengar ucapan dari Vee, ia pun langsung terdiam dan tidak bersuara lagi.
'Aneh, kenapa dia??.', batin Vee yang melihat Bara hanya diam saja setelah mengetahui kebenaran nya.
__ADS_1
Hotel Cantika
Di sebuah ruangan khusus, tampaklah seorang laki laki dengan busana santai sudah berada di ruangan tempat akan di langsungkan nya acara beberapa hari nanti.
Yah, hotel ini yang memilih adalah Bara sendiri, dengan desain ruangan Vee lah yang ikut andil di dalamnya.
Sedangkan Meli, ia sibuk dengan kuliah nya yang memang tidak bisa di tinggalkan.
"Maaf Pak saya terlambat. "
Bara menghampiri seorang laki laki tadi dan bersalaman padanya.
"Tidak apa apa, saya juga baru sampai."
Mareka berdua terlibat obrolan yang serius, sehingga Vee memutuskan untuk berkeliling ruangan., melihat ke segala arah, tata dekorasi yang sedikit demi sedikit sudah disiapkan.
Hati nya kini terusik kembali, tatkala melihat sebuah tulisan yang bertengger dengan nama Bara dan Meli, dan hiasan bunga bunga di sebelahnya....
'Seharusnya aku menciptakan dekorasi itu untuk diriku sendiri nanti nya, mengapa kini aku memberikan nya kepada kamu Bar?? ah.... mungkin dengan cara ini, aku juga bisa melepaskan kamu dengan ikhlas.'
Vee menghapus air mata yang mengalir di pipinya, ia tidak ingin Bara melihat apa yang telah ia lakukan.
Tragis...menangis bahagia??? dan pura pura bahagia?? itu yang Vee lakukan saat ini. Memang terlihat bodoh, tetapi memang hati manusia siapa yang tau, walau sekeras apapun berjuang untuk melupakan nya.
'Nangis?? kenapa dia??'
Bara tidak sengaja melihat Vee yang mengusap air mata nya, ia tau kalau Vee tidak baik baik saja. Ia semakin yakin jika sudah ada yang tidak beres dengan diirinya dan teman kecilnya itu.
__ADS_1
Tetapi, meskipun iya....Bara sendiri tidak bisa berbuat apa apa. Tidak bisa membatalkan acara pertunangan yang sudah dirancang dan disiapkan apik.
'Lalu apa artinya Meli di dalam hatiku??'