Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Takut


__ADS_3

"Papah...."


Vee melepas pelukan Gery, ketika ia mendengar lengu_han dari bibir Papan Cesa.


Vee yang melihat Papah Cesa sudah membuka mata, segera menghampiri.


Ia begitu senang, tatkala Papah Cesa melihat ke arah nya, dengan bibirnya tersenyum.


"Vee ....."


Ucap Papah Cesa dengan terbata bata, antara sadar atau tidak kalau Vee benar benar ada di depannya.


"Iya, Pah....ini Vee ... Vee tidak akan ninggalin Papah lagi, Vee akan menemani Papah selamanya."


Vee memeluk Papah Cesa, wajah yang pucat tidak mengurangi ketampanan dari seorang Cesa Aditya yang dulunya seorang Casanova.


"Papah cepat sembuh ya, Vee sudah putuskan untuk melanjutkan kuliah di sini Pah, dan membantu Papah di Perusahaan."


Vee juga sudah memutuskan untuk membantu Papah Cesa di Perusahaan, ia tidak ingin Papah nya sampai drop lagi, karena terlalu banyak pekerjaan yang di kerjakan nya.


Gadis itu juga sudah berunding dengan Gery dan juga Opa nya, kalau Vee akan ikut terjun ke sana, tentunya sembari kuliah.


Papah Cesa mengangguk, dan tersenyum...hingga membuat beliau meneteskan air mata nya, terharu pastinya karena putri tunggal nya sudah kembali.


"Sekarang Papah istirahat dulu, Vee panggilkan Dokter."

__ADS_1


"Biar aku saja sayank, kamu di sini saja."


Gery yang melihat Vee mau keluar, segera ia cegah dan menggantikan Vee untuk memanggil Dokter.


"Apa yang Papah rasakan??"


"Enggak ada, Papah bahagia kamu di sini.", ucap Papah Cesa dengan suara yang pelan, belum sepenuhnya pulih.


Ceklek


Dokter yang menangani Papah Cesa datang dengan Gery yang setia mendampingi Vee di samping nya.


Dokter itupun langsung memeriksa, setiap bagian tidak ada yang terlupakan, dan memeriksa dengan detail.


"Alhamdulillah....."


Vee memeluk Gery, ia reflek hingga tidak menyadari masih ada orang di dalam sana.


Sedangkan Dokter melepas selang selang yang sudah tidak di butuhkan lagi.


"Kapan saya bisa pulang Dok??", tanya Papah Cesa.


"Kalau tidak ada keluhan lagi, dan semua baik-baik saja, lusa bisa pulang."


"Dan kita bisa tunangan sayank.", bisik Gery di telinga Vee, dan membuat gadis itu malu.

__ADS_1


"Saya permisi Nona."


Vee mangangguk, dan kembali menghampiri Papah Cesa.


"Papah istirahat ya....Jangan banyak gerak dan jangan banyak ngobrol dulu."


Gadis itu meninggalkan Papah Cesa, dan duduk di sofa dengan Gery.


"Ayah sudah daftarkan kamu di kampus, sama dengan kampus aku yank.", ujar Gery.


"Oh ya?? cepat banget, kapan??"


"Tadi, setelah sampai , Ayah pergi sebentar ke kampus dan mengurus semua nya, untuk yang masih di Jerman nanti bisa menyusul."


"Lalu aku mulai kuliah kapan??"


"Besok sudah mulai kuliah, tetapi.... terserah kamu saja, mau nunggu sampai Papah keluar dari Rumah Sakit juga bisa."


Gery mengusap rambut Vee dengan sayangnya, ia juga memegang lembut tangan Vee.


'Entah....semakin kesini, aku semakin takut untuk melangkah, bukan nya aku tidak mau berjuang, tetapi....ada rasa takut, andai saja Vee tau kalau Bara tidak jadi menikah, dan sampai sekarang juga belum menikah, apalagi kalau mereka sampai ketemu.', batin Gery.


"Kamu mikir apa??"


Vee tidak sengaja menangkap Gery melamun, ia sendiri belum tau kenapa kekasih nya itu melamun.

__ADS_1


__ADS_2