
Bara melajukan mobilnya untuk segera menuju ke kantor Papah Casa, meskipun sudah malam, tetapi Papah Cesa juga belum pulang, dan Bara berpikir kalau calon Papah mertuanya itu lembur dan di temani Velia.
"Semoga kamu ada di sana sayank....", gumam Bara yang sangat berharap Velia ada di sana, dan tentunya supaya pikiran nya tidak kemana-mana.
Beberapa menit kemudian, mobil Bara sudah sampai di parkiran. Sebelum turun, Bara melihat ke sekeliling parkiran, dan ternyata ia menemukan mobil Papah Cesa di sana, tetapi tidak menemukan mobil Vee.
"Mobilnya tidak ada, lalu Vee ke mana???", tanya Bara di dalam hatinya.
Tidak adanya mobil Vee membuat hati Bara semakin gelisah dan khawatir saja, menurut info...Vee keluar dengan membawa mobil nya, tetapi kenapa di kantor tidak ada???
Tidak mengurungkan niatnya, Bara keluar dari mobil nya dan segera masuk ke kantor Papah Cesa.
Suasana sudah sepi, hanya ada beberapa orang saja yang ikut lembur, sedangkan yang lainnya sudah pulang.
Bara dengan langkah kaki panjangnya, segera ke lantai atas, di mana Ruangan pribadi Papah Cesa berada.
Tok ...tok...
Bara sudah sampai di atas, dengan sopan ia mengetuk pintu terlebih dahulu, meskipun rasanya ingin sekali langsung membuka saja, karena penasaran dengan Vee yang ada di dalam atau tidak.
__ADS_1
"Masuk!!!"
Terdengar suara dari dalam, yang membuat Bara langsung saja masuk .
"Pah....."
Bara memanggil papah Cesa, matanya juga melihat ke segala arah, di mana ia tidak menemukan Velia ada di sana, dan itu membuat Bara semakin berpikiran yang tidak tidak.
Mengerti dengan kedatangan Bara, Papah Cesa meminta asisten dan juga sekertaris nya untuk keluar dari ruangan nya, karena pastinya Bara akan mengatakan dan bertanya pada dirinya.
"Ada apa???", tanya Bara setelah kedua laki laki anak buah Papah Cesa keluar.
Langsung saja, tanpa basa basi.. laki laki itu bertanya pada Papah Cesa.
"Duduk dulu dan minumlah......"
Papah Cesa membawa kan minuman instan untuk Bara, dan beliau juga ikut duduk di sofa, menemani Bara.
"Papah, Vee di mana?? bukannya tadi siang ada di sini??"
__ADS_1
Papah Cesa menghela nafas nya, ia juga harus mengatakan kepada Bara, meskipun tidak tau kemana tujuan Velia pergi.
"Iya, tadi siang dari sini, tapi setelah itu dia pergi....."
"Pergi?? ke mana Pah?? kenapa Papah tidak mencegah nya??"
Papah Cesa menggeleng, "Vee tidak mengatakan di mana ia berada, yang jelas dia pamit dengan Papah kalau akan menenangkan diri sebentar sebelum resmi menjadi istri mu."
"Jadi Vee sudah bicara sama Papah kalau dia setuju menikah Bara??", Papah Cesa mengangguk.
"Dan Vee juga bilang sama Papah kalau dia mau liburan sebentar selama satu Minggu, tanpa ada yang menggangu nya, dan Papah sendiri juga tidak tau di mana Vee berada saat, yang Papah tau dia ingin memenangkan dirinya, tanpa ada satu orang pun yang tau....."
"Arghhhh......."
Bara mengacak rambut nya asal, ia merasa kecolongan dengan Velia, kalau saja tadi siang ia tidak pergi...maka Vee tidak akan pergi dan ia tidak akan kehilangan jejaknya...
"Atau Vee pergi dengan Gery Pah??"
Otak Bara yang tidak waras membuat ia berpikir kalau Vee pergi dengan Gery, padahal....Vee sendiri mati matian untuk tidak lagi bertemu dengan Gery.
__ADS_1