Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Gugup


__ADS_3

Hari ini, adalah hari yang di nanti nanti oleh Bara. Yah, tepat jam delapan pagi, Bara akan mengucapkan janji suci nya di depan Tuhan dan Papah Cesa, serta semua keluarga di sini.


Acara akad nikah berlangsung di sebuah gedung mewah milik Daddy Brylli, berikut langsung di lanjutkan dengan acara resepsi, baik itu dari kalangan keluarga, kolega bisnis, dan juga teman teman kampus Velia dan Bara


Semua sudah siap, meski pun mendadak... tetapi ..semua bisa diselesaikan dengan waktu yang tepat, dan juga tidak asal asalan. Karena Bara tidak ingin asal asalan saja, ia yang sudah memimpikan pernikahan ini lama, tentu saja akan membuat semeriah mungkin.


Di kediaman Buminegara. Bara sudah rapi dengan setelan jas berwarna putih,, begitu juga dengan Daddy Brylli dan asik laki laki Bara.


Laki laki itu bahkan tidak tidur semalaman, hanya karena memikirkan pagi ini...yah....Bara tidak ingin acaranya hari ini gagal, terlebih lagi Velia yang sejak siang hari berada di rumah nya.


Meskipun semalam dan pagi ini, Bara sudah menelpon dan menanyakan kabar calon istrinya, tetap saja... pikiran buruk menghantui otak nya.


"Sudah siap??", tanya laki laki yang sudah tidak muda lagi, tetapi masih sangat tampan dan terlihat awet muda.


"Siap Dad, sangat siap.", jawab Bara gugup dengan memegang ponsel nya.


"Ayok berangkat, kita tidak boleh telat dan harus di sana lebih dulu dari pada calon mempelai perempuan. Malu kalau sampai telat Bar...."


"Bara mengerti Dad, tapi.... sebentar..."


Bara menekan nomor Velia, kemudian menelpon Velia... entahlah...rasanya campur aduk saat ini. Tentu gelisah yang banyak mendominasi nya, maklum saja...ia mendapatkan Velia dengan cara yang bisa di bilang tidak baik baik saja, tetapi...jadi wajar kalau saja kalau ia takut jika akan ada yang berusaha menggagalkan pernikahan.


"Hallo ....", jawab Velia dari sebrang sana.


Bukan nya senang, wanita cantik itu kesal dengan Bara, karena pagi ini sudah lebih dari sepuluh kali Bara menelponnya. Jika tidak diangkat, Bara pasti menelpon ke nomer Brisa, dan hanya menanyakan kabar yang diucapkan oleh Bara., dan rasa kesal Velia itu terlihat dari cara bicaranya saat ini.


"Kamu baik baik saja kan sayank?? sudah siap?? aku ini mau otewe...."


Itu itu lagi yang ditanyakan oleh Bara pagi ini, kesal?? jelas saja...apa tidak ada pertanyaan yang lainnya lagi. Dan bukan hanya Velia saja yang kesal bin jengkel, mungkin wanita di seluruh dunia pasti nya akan melakukan hal sama, jika dalam waktu kurang dari satu jam....Bara sudah menelpon nya lebih dari sepuluh kali, dengan pertanyaan yang sama.


"Aku baik baik saja Bar...", jawab Velia.


Meskipun ia jengkel dengan Bara, ia masih saja menjawab pertanyaan Bara.


"Syukurlah...ya sudah kalau begitu, aku berangkat...hati hati sayank...dan kamu tau?? aku gugup!!"

__ADS_1


Velia yang mendengar ucapan Bara ingin sekali tertawa, sejak kapan laki-laki modelan seperti Bara itu mempunyai rasa gugup?? sungguh...ingin rasanya Velia tertawa, tetapi di tahan nya.


"Aku tidak tau...", jawab Velia lagi dengan menahan senyum nya.


"Ya sudah, nanti kamu akan tau....aku tutup ya??"


"Iya....."


Velia memberikan ponsel nya kepada Brisa. Ia terdiam sejenak....entah kenapa Bara pagi ini sangat manis bicara nya.


...*****...


Setelah menelpon Velia, Bara dengan langkah kaki yang yakin dan percaya diri, keluar dari rumah....


Di luar sana, sudah di sambut oleh keluarga dan juga beberapa pengawal yang memang di khususkan untuk mengawal jalan nya pernikahan dengan Velia.


Bukan hanya pengawal yang ada di rumah Bara, di rumah Velia pun sama, bahkan di sepanjang jalan dari rumah Bara maupun rumah Velia menuju ke gedung pernikahan, semua ada pengawal yang bertugas khusus di sana.


Gila, memang sangat gila...bahkan Bara reka mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membayar pengawal khusus yang sudah terlatih dan terbukti kehebatannya.


Tidak perduli dengan uang, yang ada dipikiran nya adalah keselamatan dirinya, Velia dan juga keluarga dari kedua belah pihak.


"Aman kan??"


Tanya Bara kepada salah satu pengawal pribadi nya, yang sudah ia percaya untuk mengurus semuanya.


"Aman Bos, semua tidak ada masalah.",


"Oke, di tempat calon istri ku bagaimana??"


Yah, alasan yang utama adalah keselamatan Velia tentu saja.


"Aman Bos, sudah saya cek di sana...dan tidak ada kendala."


"Hmmm.....dan satu lagi...."

__ADS_1


Bara mengambil ponsel, kemudian mengirimkan foto kepada pengawal nya.


"Kamu perhatikan baik baik orang yang ada di foto itu, awasi setiap pergerakan nya, tetapi... biarkan dia masuk ke dalam gedung. Kamu tetap memantau nya dari jarak dekat maupun dari kejauhan."


Pengawal itu melihat dengan jelas laki laki yang ada di dalam foto, yang baru saja di kirimkan oleh Bara.


Ia lalu mengangguk, tanda mengerti dan paham dengan perintah dari Bos nya.


."Baik Bos, saya sudah tandai orang nya..."


Bara tidak berkata lagi, karena Mommy nya sudah berteriak dari dalam mobil, dan ia langsung masuk ke dalam mobil, untuk menuju ke gedung pernikahan yang sudah siap menunggu kedatangan nya.


"Rileks Bar.....", goda Mommy Cherry.


"Tidak bisa Mom, Bara gugup."


"Ckk....merawanin anak orang saja kamu berani, masa' ini mau ijab qobul gugup...apa apaan!!!"


Daddy Brylli menyindir putra sulung nya, beliau mencebikkan bibirnya...heran dengan tingkah Bara yang entah kenapa menjadi gugup.


"Itu beda Dad, kalau yang itu tidak usah gugup, dengan alami langsung sreg...tapi yang ini beda, Daddy seperti tidak pernah mudah saja."


"Beda??? apanya??"


Daddy Brylli tidak mau mengalah, ia sengaja mengajak bicara Bara supaya tidak gugup. , meskipun apa yang dibicarakan oleh Daddy itu tidak ada manfaatnya sama sekali.


"Ya, be........"


Bara ingin menjawab pertanyaan Daddy, tetapi dengan cepat Mommy Cherry memotong nya.


"Sudah sudah, kalian berdua kalau urusan seperti ini cepat nyambungnya. Bara....rapikan jas kamu, jangan sampai kusut dan tidak rapi...yang membuat kamu malu nantinya...."


"Daddy juga, di pakai itu jas nya... sebentar lagi akan sampai gedung ...dari dulu kalau memakai jas pasti susah...", omel Mommy Cherry yang membuat kedua laki laki yang berada satu mobil dengan beliau langsung mengikuti apa yang diperintahkan.


Dan memang benar, mobil yang ditumpangi Bara beserta Mommy dan Daddy nya, sudah sampai di depan pintu masuk gedung..

__ADS_1


Suasana masih sangat sepi, hanya pengawal dan juga orang orang pekerja yang memang bekerja pagi ini untuk menyiapkan semua nya.


Untuk acara ijab qabul, Bara tidak mengundang banyak orang....tetapi ia juga tidak membatasi apabila ada yang ingin menyaksikan acara sakral itu nantinya.


__ADS_2