
Sudah tiga hari Velia menghilang tanpa jejak, dan itu membuat Bara kalang kabut di buat nya. Berbagai macam pikiran menghantui nya saat ini, apalagi dalam waktu dekat ini ... ia dan Vee akan melangsungkan pernikahan nya.
Bagaimana Bara tidak panik, Vee bahkan tidak memberikan kabar sama sekali selama tiga hari ini, yang membuat Bara gelisah dan tentu saja berpikir yang tidak tidak.
Tentu saja Bara Veliko gagalnya pernikahan nya nanti, karena Vee yang asalnya hanya ingin menenangkan diri nya sendiri untuk beberapa hari , malahan akhirnya kabur dan Bara tidak menemukan keberadaan nya.
Sungguh, Bara sedang dilema. Tidak ada yang ia tanya untuk saat ini, bahkan Papah Cesa juga tidak tau di mana Velia berada.
"Gery...."
Terucap satu nama yang belum ia temui untuk beberapa hari ini, jujur ..Bara sendiri malas bertemu dengan Gery, apalagi... mengingat betapa mesra dan romantis nya perlakuan Gery kepada Vee, yang membuat ia cemburu bahkan tidak segan segan ingin membunuh laki laki yang sudah mengambil ciuman calon istri nya....
Hallo Bara, lalu bagaimana dengan Gery?? yang sudah jelas jelas tunangan nya malahan sengaja kamu perkosa....sungguh Bara tidak berpikir seperti itu
"Ya, Gery....."
Bara mengambil ponselnya, dan berniat ingin menghubungi Gery, tetapi....setelah ia pikir pikir....tidak ada gunanya kalau bicara lewat telpon, yang ada Gery malahan menyembunyikan sesuatu dari nya dan ia juga tidak bisa melihat ekspresi Gery.
"Tidak bisa!! aku harus menemui nya...."
Bara mengurungkan niat nya untuk menelpon Gery, dan ia putuskan untuk bertemu saja dengan laki laki itu.
"Mau kemana??"
Bagas yang baru saja masuk, melihat Bara mengambil kunci mobil dan seperti nya akan keluar.
"Kantor Gery.", jawab Bara dengan sedikit tergesa gesa.
Bagas mengeryitkan alisnya, ia tau kalau sudah beberapa hari Velia tidak ada dirumah, dan ia juga tau kalau Bara ingin bertemu dengan Gery, tentu saja untuk bertanya di mana Vee berada, atau malahan jangan jangan Bara ingin membuat perhitungan dengan Gery.
'Tidak!! ini tidak bisa dibiarkan... gue harus ikut!!'
Bagas yang sudah melihat amarah di wajah Bara, tidak akan membiarkan Bara pergi bertemu dengan Gery seorang diri, bagaimana kalau Bara dan Gery akan adu jotos nantinya, dan pastinya akan membuat keduanya dalam masalah besar.
"Gue ikut!! gue enggak mau Lo salah ambil langkah!!"
Tidak ada jawaban dari Bara, dan itu tanda nya Bagas bebas ikut dengan Bara saat ini.
__ADS_1
Setelah beberapa menit berkendara, mereka berdua sudah sampai di kantor Gery
"Ingat Bar, Lo harus bersikap baik dan sopan...kalau tanya ya tanya saja, jangan emosi nan.", ujar Bagas mengingatkan Bara, takut saja kalau emosi Bara tidak terkendali.
"Tergantung, kalau Gery nya nyolot...ya gue bisa apa selain memberikan pelajaran untuk nya!!"
Brakk
Setelah mengatakan itu, Bara keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan keras, untung saja....mobil itu adalah mobil Bara sendiri yang rusak Bagas tidak tanggung jawab.
Melihat emosi Bara, Bagas dengan cepat juga keluar dari mobil nya, ia akan memastikan kalau Bara tidak berbuat yang merugikan dirinya sendiri.
"Selamat pagi mbak, mau bertemu dengan Pak Gery..."
Bukan Bara yang bertanya tetapi Bagas, Bara mana mau melakukan hal seperti itu.
"Maaf Tuan Bagas, Pak Gery nya tidak ada di tempat, sudah tiga hari ini keluar kota.", ucap Resepsionis cantik yang memang sudah hafal dengan Bara maupun Bagas.
Deg
Bara yang kalut dan juga emosi seketika langsung menatap resepsionis dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Kalau Alex ada??"
Tanya Bara dengan ketusnya, Alex adalah asisten pribadi Gery. Kalau Alex ada berarti fix Gery dan Vee melakukan pertemuan khusus dan tertutup.
"Tuan Alex ada, silahkan naik ke lantai atas saja Tuan...."
Tidak ingin ditatap sangat tajam oleh Bara, akhirnya Bara di minta langsung saja menemui Alex di atas.
"Shittt....awas saja kamu Ger, sampai sampai membawa lari calon istri ku, akan aku bunuh kamu!!"
Bara mengepal tangan nya, di dalam otaknya saat ini sudah diliputi dengan amarah, Bara sudah berpikir jika Vee dan Gery bersama, apalagi Gery juga sudah tiga hari keluar kota, dan ditambah dengan Alex sang asisten yang ada di kantor dan tidak ikut dengan Gery yang membuat keyakinan Bara semakin besar saja.
"Tenang Bar, siapa tau Gery ada urusan di luar kota, bukan untuk bertemu dengan Velia...."
Bagas menepuk pundak Bara, ia pun tau apa yang saat ini ada di dalam otak Bara, pastinya sudah membayangkan kalau Vee berdua dengan Gery.
__ADS_1
"Bagaimana aku tidak berpikir yang tidak tidak, Lo dengar sendiri kan kalau Gery sudah tiga hari tidak ada di kantor dan Alex pun tidak ikut.. dan tidak salah kalau aku curiga dengan mereka...."
Tidak ada yang dikatakan lagi oleh Bagas, meskipun itu kemungkinan ada benar nya juga tetapi....Bagas tidak akan membuat suasana semakin panas saja.
Mereka sudah sampai di lantai atas, dan tentu saja mereka berdua disambut baik oleh Alex.
"Ada apa Tuan Bara, maaf....Tuan Gery tidak ada di kantor.", ucap Alex dengan ramahnya.
"Di mana Gery??"
Bara yang emosi langsung saja menarik kerah Alex, tidak mau basa basi dengan kedatangan nya saat ini.
"Bara, tenang Bara!! lepaskan Alex!!"
Bagas mencoba untuk menahan tangan Bara, agar tidak memukul wajah Alex, karena tangan satunya sudah di gunakan untuk mencengkeram kerah Alex.
"Tenang Tuan, Tuan Gery sedang ada di luar kota, mengurus bisnis nya yang di sana!!", ucap Alex jujur....
Memang nyatanya seperti itu, Gery ke luar kota untuk meninjau proyek nya di sana, dan tentu saja Gery tidak tau tentang Vee yang tidak ada kabarnya sama sekali....
"Bohong!!! Gery pergi dengan Velia kan??", sentak Bara lagi.
Ia masih tidak terima dengan penjelasan Alex, meninjau proyek apaan, yang ada berdua an dengan Velia, itu yang ada di pikiran Bara saat ini.
"Benar Tuan...dan ada apa dengan Nona Velia??"
Alex sungguh tidak tau apa yang sedang terdiri dengan calon istri Bosnya itu, bahkan Gery sendiri juga tidak cerita tentang keadaan Velia dan hubungan nya.
"Gery membawa kabur calo istri ku??"
Bara melepaskan cengkeraman tangannya, rasanya memang membuat Alex mengaku itu sangat lah tidak gampang.
"Calon istri Anda??"
.Alex semakin dibuat bingung....yang ia tau Nona Velia adalah calon istri Bosnya, bukan calon istrinya Bara.
"Iya, Velia calon istri ku dan Gery sudah membawa nya pergi.. sekarang kata kan di mana Gery berada??", tanya Bara lagi dengan penuh emosi.
__ADS_1