
Seperti yang dikatakan oleh Alex, Velia masuk ke dalam ruangan Gery.
Ia menghela nafas nya, saat sudah berada di dalam ruangan dan menghirup aroma yang ia tau betul ini adalah parfum Gery.
Velia memejamkan matanya, berharap semua nya hanya mimpi dan saat membuka mata, ia berada di dalam pelukan Gery dan menikah dengan nya, tetapi...sayang sekali...kalau ini adalah nyata...
Ia harus menerima kenyataan dan juga takdir nya, kalau besok dirinya sudah resmi menjadi Nyonya Bara Buminegara.....impian yang pernah ada di dalam hatinya dulu, waktu masih sekolah...
Tetapi, setelah dewasa...rasa itu tidak ada, dan impian bersama Bara juga sudah hilang, ganti dengan Velia yang merajut kasih dengan Gery dan merencanakan akan menikah dengan laki laki pujaan hatinya itu.
Tetapi, takdir berkata lain ....semua berubah dalam waktu sekejap, bukan karena sebuah penghianatan tetapi.. tetapi karena sebuah kejadian yang sudah direncanakan.
Velia sadar, kalau ia dan Gery sudah berakhir.. dan berharap hubungan ke depan nya akan baik baik saja, walaupun tidak sebagai sepasang kekasih... tetapi.. bisa jadi teman atau saudara...
Wanita cantik itu menghampiri meja kerja Gery, ia kembali meneteskan air mata nya, manakala melihat fotonya dengan foto Gery yang masih terpasang rapi di meja Gery .. dengan senyuman manis dan juga penuh cinta dan kasih ..
Tangan Velia mengambil pigura itu, kemudian mendekap erat seakan akan memeluk tubuh Gery....
Hingga, ia yang sadar... segera meletakkan pigura itu kembali ke tempat nya, kemudian..... mendudukkan bokongnya di sofa.
Lima menit..
Lima belas menit..
Hingga akhirnya...
Tiga puluh menit...
Velia menunggu kedatangan Gery. Ia bisa saja menaruh undangan dan juga kotak perhiasan itu diatas meja Gery, tetapi...tidak ia lakukan.
Untuk yang terakhir kalinya, Vee ingin bertemu dengan Gery, menyerahkan undangan dan juga mengembalikan cincin yang pernah diberikan Gery padanya...
Velia merebahkan tubuh nya di sofa, ia bertekad kalau tiga puluh menit lagi Gery tidak datang, ia memutuskan untuk pulang saja, terpaksa...karena sudah menunggu sampai satu jam lamanya.
...***...
Di tempat lain, Gery yang baru saja mendapatkan kabar dari Alex yang mengatakan kalau Velia ada di kantor, buru buru mengakhiri meeting nya.
__ADS_1
Jujur saja, ia kangen dengan Velia, wanita cantik yang entah apa statusnya dengan diirinya saat ini, tetapi..jauh di dalam lubuk hatinya....masih menyimpan nama dan cinta yang begitu besar untuk Velia.
Gery melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia tidak ingin kehilangan Velia, apalagi Alex mengabarkan kalau Velia sudah menunggu tiga puluh menit yang lalu.
Tanpa menghiraukan pengendara yang lainnya, Gery menyalip kanan dan kiri , ia juga menerobos lampu merah, demi untuk melihat dan bertemu dengan Velia.
Tidak sampai tiga puluh menit, mobil mewah nya sudah berada di depan kantor nya, sengaja ia tidak memarkirkan di area parkiran karena ingin segera ke atas.
Keluar dari mobil, Gery menyunggingkan senyuman nya, manakala ia melihat mobil Bara yang berada di depan kantor nya juga, ia tau persis...apa yang dilakukan oleh laki laki yang sudah merebut calon istrinya.
Tidak memperdulikan adanya Bara di sana, Gery melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kantor nya.
Ia berlari sekencang mungkin, sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Velia..
Di tempat yang sama, Velia melihat ke arah jam ..ia sudah menunggu selama satu jam tetapi Gery tidak kunjung datang, ia akhirnya berdiri dan memutuskan untuk pulang saja, dan lagi...pastinya Bara sudah menunggu lama di luar sana.
Ceklek...
Tatapan mereka bertemu, ya....bukan hanya Velia yang membuka pintu, tetapi...Gery juga, dan mereka sama sama saling memandang.
Satu detik...
Hingga....
Grepp...
Tidak tahan hanya melihat saja, Gery memeluk erat tubuh Velia, ia pun membawa Velia masuk kembali ke dalam ruangan nya.
"Aku kangen...."
Setelah lama memeluk, akhirnya Gery melepaskan pelukannya..ia pun merangkum kedua pipi Velia dengan mata yang berkaca-kaca tentu nya.
"Aku juga...."
Tidak tahan dengan tatapan mata Gery, Velia memalingkan wajahnya...ia tidak sanggup jika melihat wajah apalagi mata Gery, yang membuat nya merasa sangat bersalah saja.
"Ger....maaf ...aku datang ke sini untuk ini...."
__ADS_1
Masih berada di depan Gery, Velia langsung saja mengatakan apa yang ingin dikatakan nya,, kenapa ia datang ke kantor Gery.
Velia juga menyerahkan undangan berwarna pink kepada Gery, tentu saja dengan memejamkan matanya, karena ia tidak sanggup melihat ekspresi wajah Gery.
Dengan berat hati Gery menerima nya, ia sudah menata hatinya setelah pulang dari Bogor kemarin... dan hari ini, apa yang ditakutkan nya benar benar terjadi, mau tidak mau...ia harus melepas kan Velia...
Gery membuka undangan, ia sekuat hati untuk tidak mengeluarkan air matanya, meskipun ia tau....yang dilihat nya di depan mata begitu sangat menyakitkan.
"Seharusnya nama aku yang ada di sini, bisa diganti kan sayank??"
Air mata yang tadinya ditahan, kini menetes sudah....Gery tidak dapat menahan kesedihannya.. melihat nama tunangannya dengan laki laki lain tertulis di undangan pernikahan....
Gery menangis sejadi jadinya, ia bahkan mere_mas undangan itu, ketika melihat hari dan tanggal pernikahan yang akan dilangsungkan besok pagi.
Jangan tanyakan lagi bagaimana perasaan Gery saat ini, hancur dan juga hati nya sakit....ia tidak tau lagi apa yang akan dilakukan juga dikatakan kepada Velia.
"Sayank... kamu yakin?? apa tidak bisa di batalkan??? dan apakah kamu sudah tidak mencintai aku lagi???"
Gery masih tidak terima, ia terus berusaha untuk membujuk Velia supaya membatalkan pernikahan nya besok, meskipun itu mustahil dilakukan Velia.
"Kamu tau sendiri jawaban nya Ger, aku tidak pernah mengkhianati kamu, dan di dalam hatiku..kamu juga tau siapa yang ada di sini...."
Velia menekan dadanya, ia juga sedih dan terluka dengan keadaan ini.
"Dan please.... ikhlaskan aku, mungkin kita hanya ditakdirkan menjalin hubungan selama dua tahun saja, dan seterusnya ...kamu dan aku tidak berjodoh."
"Maaf....aku percaya, suatu saat nanti...kamu akan menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari aku....dan aku tidak berharap kedatangan kamu, karena aku tau bagaimana perasaan kamu saat ini....."
"Dan ini...."
Velia mengambil kotak cincin dari dalam tasnya dan memberikan kepada Gery, ."Aku kembalikan, terimakasih sudah menjadi bagian dari hidup ku beberapa tahun ini, dan juga menjaga dan menemani aku...aku kembali ini dengan baik baik, karena kamu dulu memberikan dengan baik pula."
"Aku pamit....bahagia lah meskipun bukan dengan aku....."
Cup
Velia mencium sekilas bibir Gery, kemudian ia pergi dari ruangan Gery. Ia tidak sanggup lagi untuk berlama lama berada bersama Gery.
__ADS_1
Velia menghapus airmata nya, ia pun keluar dari ruangan Gery dengan berlari dan menuju ke lift, berharap kalau Gery tidak mengejarnya.