Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Rencana


__ADS_3

"Kamu kenapa yank???"


Sedari tadi Gery memperhatikan Vee, tunangan nya itu hanya diam saja dengan memegang ponsel, dan seperti nya menunggu kabar dari seseorang.


Terlihat sekali wajah Vee yang di tekuk dan muram, tidak seperti Vee yang biasa nya ceria dan berseri seri wajahnya.


Gery tidak bodoh, ia tau apa yang dipikirkan oleh tunangan nya itu, tak lain dan tak bukan adalah memikirkan keadaan Bara, dan pastinya menunggu kabar dari Bara.


Ia tau, memang kalau seandainya ia jadi Vee, itu akan sulit, apalagi perkara hati, apalagi posisinya saat ini yang memang mau tidak mau Vee lebih banyak bersama dengan Bara.


"Enggak kenapa kenapa yank, aku cuma ngantuk saja."


Bohong Vee, darimana ia ngantuk. Jelas saja matanya masih memancarkan cahaya yang terang, tidak redup dan tidak seperti orang ngantuk.


Padahal Vee sedari tadi memang memikirkan nasib Bara, apakah laki laki itu sudah sadar??? dan apalah amnesia?? mengingat luka di kepala nya yang cukup serius.


Dan ini adalah pertama kalinya ia bohong kepada Gery, dan memang Vee terpaksa melakukan nya, ia takut kalau jujur dan sedang memikirkan Bara, tunangan nya itu akan cemburu.


Mungkin bukan hanya cemburu, bisa jadi Gery akan marah marah dan buntutnya hubungan mereka retak, padahal tinggal selangkah lagi mereka berdua akan membangun rumah tangga yang sebenarnya.


Yang jelas saja, siapa yang enggak cemburu melihat tunangan nya sedang memikirkan laki laki lain, yang jelas laki laki itu pernah singgah di hati Vee.


"Tidurlah dulu yank, nanti aku bangunin."


Tidak ingin membuat suasana semakin rumit, Gery akhirnya mengalah saja, ia juga tidak mau bertengkar hanya gara gara Bara, seseorang yang jelas jelas akan menghancurkan hubungan nya.


"Iya yank...."


Terpaksa Vee memejamkan matanya, seolah olah ia memang benar benar ngantuk dan tidur, ini juga bukan keinginan nya, tetapi...ada rasa bersalah dengan kejadian yang baru saja dialami oleh Bara, dan tentu nya itu semua gara gara diirinya.


'Maaf yank, bukan bermaksud untuk menyakiti hatimu, tetapi....kamu akan lebih sakit lagi jika mendengar kejujuran ku.'


'Aku tau kamu bohong yank....dan aku juga terima alasan nya, kamu tidak mau aku sakit hati kan??? karena kamu saat ini memikirkan Bara dan mengkhawatirkan nya??'

__ADS_1


Yah, dengan segala rasa cinta yang ada, Gery menghapus semua egonya, ia tau ...bukan hanya hari ini dan malam ini saja, tetapi...ia yakin besok dan besoknya lagi ...Bara akan mendapatkan perhatian dari Vee, selain memang kondisi nya yang belum stabil, itu juga rencana nya.


Tidak ada lagi yang harus Bara khawatirr malam ini, dan ia harus berpikir untuk bisa menyelesaikan skripsi nya dalam waktu yang sudah ditargetkan oleh Gery, dua bulan....kalau bisa kurang, setelah itu bisa lega dan menikahi Velia, sehingga Bara tidak akan mengganggu hubungan nya lagi.


Yah, ancaman terbesar Gery adalah Bara saat ini, hanya Bara...yang entahlah ...apa memang cinta atau hanya terobsesi saja.


Tak terasa, mobil yang dikemudikan oleh Gery sudah sampai di halaman rumah Velia, Gery melihat ke samping dan ternyata memang Vee tertidur.


Tidak tega membangunkan, dan juga tidak ingin Vee tidur di dalam mobil, karena sudah malam dan tentu saja tidak enak posisi nya, Gery membuka sabuk pengaman nya, dan ia akan menggendong Vee.


Sebelum menggendong Vee, Gery menekan bel rumah Vee terlebih dahulu, karena dikunci dari dalam.


"Mas Gery....mana Mbak Vee nya??"


"Tidur bik, dan tolong bukakan pintu kamar Vee, aku akan menggendong nya."


Asisten rumah tangga itu mengangguk, dan segera ke atas untuk membukakan pintu kamar anak majikannya.


Gery menggendong tubuh Vee dan membaringkan nya di atas ranjang, setelah itu menyelimuti tubuh tunangan nya, dan menaruh ponsel Vee diatas meja.


Satu kecupan manis mendarat di kening Velia, "Bobok yank, aku pulang dulu. Love u...."


Tidak dijawab oleh Vee, karena gadis cantik itu masih tidur pulas. Gery dengan perlahan menutup pintu Vee, dan meninggalkan kamar Velia.


...****...


Pagi Harinya.


Masih di Rumah Sakit. Bara yang tidak bisa tidur semalaman, kini pagi pagi sudah membuat Bagas melotot kan matanya.


Bagas yang baru saja tidur jam empat pagi, kini jam enam Bara sudah membangunkan nya.


"Ada apa Bar??? ini masih pagi dan gue masih ngantuk. Astaga....."

__ADS_1


Bagas mendesah kesal, tentu saja ia yang baru tidur beberapa jam tidak terima kalau harus secepat ini bangun.


Apalagi pasti Bara membangunkan nya, tidak untuk masalah yang penting, pasti ada kaitannya dengan Vee.


"Hubungin Vee, minta dia kesini capat dan bawakan sekalian sarapan untuk gue."


"What???"


Bagas menggeleng, dan benar apa yang ada di dalam pikiran nya, kalau pasti ada hubungan dengan Vee, sampai rela bangunin dirinya pagi pagi buta.


Dan mestinya semalam, ia keluar sebentar ke counter, untuk membelikan ponsel baru Bara, supaya tidak merepotkan seperti ini.


Tentu saja ponsel lama Bara, hancur dan tidak bisa digunakan lagi.


"Enggak!!! ini masih terlalu pagi, lagipula...Vee pagi ini ada kuliah, jadi gue tidak mau ngikutin perintah Lo!! kalau Lo mau makan sesuatu pasti gue cariin, tetapi tidak dengan mendatangkan Vee kesini.", tolak Bagas.


"Tapi gue kangen Gas, Lo enggak ngerti bagaimana perasaan gue."


Tanpa mempertimbangkan kegiatan Abel apa saja pagi ini, Bara dengan seenaknya mengambil keputusan dan meminta Vee untuk menjenguk nya.


Tentu saja bukan hanya menjenguk, tetapi juga menemani nya.


"Gue tau, tapi nanti ya....setelah Vee pulang kuliah, gue lihat jadwalnya hanya sampai jam sepuluh saja, bisalah nahan kangen sampai jam sepuluh.", ujar Bagas kesal.


Daripada ia terus berdebar dengan Bara, mendingan ia mengalah dan akan membawa Vee nanti setelah pulang kuliah


"Lama Gas!!"


"Hello, Lo jangan manja....kasihan anak orang, biar dia kuliah dulu, setelah itu gue pastikan Vee akan kesini."


Mau tidak mau Bara mengangguk, padahal ia sudah kangen setengah mati dengan Velia dan akan memanfaatkan rasa sakit nya untuk menjerat gadis cantik itu dan meminta belas kasihan dari Vee


'Aku akan buat kamu nungguin aku setiap hari Vee, dan tentunya itu yang akan membuat kamu tidak bisa lepas dari ku, selama menunggu kondisi ku benar benar pulih sayank...'

__ADS_1


Bara tiba tiba tersenyum, dan membuat Bagas ngeri sendiri....bukan ngeri karena Bara yang tiba tiba menjadi gila, tetapi...Bagas tau kalau Bara saat ini sedang memikirkan rencana busuknya, yang tentu saja hanya menguntungkan untuk dirinya sendiri, dan tidak untuk orang lain.


__ADS_2