
"Asik banget sampai enggak ingat aku."
Bara menghampiri Vee yang saat ini sedang menunggu makanan nya, ia langsung saja duduk di kursi depan Velia.
"Astaga....maaf Bar, aku lupa...aduh....."
Vee enggak enak, bener bener ia melupakan teman nya, karena saking asiknya bervideo call an sama Gery.
"Santai saja, aku tau kok gimana rasanya lagi jatuh cinta, apalagi LDR."
'Yah, rasanya aku masih ingat saat aku jauh sama kamu, tetapi bedanya....aku dulu tidak bisa menghubungi kamu, dan tidak bisa berkangen kengenan....tidak seperti aku yang hanya ngenes saja.'
"Idihhh ...lagak nya sok LDR an, emang sama siapa Pak, pacar saja tidak punya.", ledek Velia.
Bara tersenyum kecut, ia menatap wajah Vee lekat lekat, ternyata semakin di lihat semakin cantik dan mempesona.
"Sama kamu."
"Aku???", Vee menggeleng.
"Iya lah ....."
"Tapi aku kan bukan pacar kamu!",
Tidak perlu dijelaskan secara terperinci, memang kenyataannya Bara dan Vee tidak pacaran.
"Memang nya kalau LDR-an itu harus pacaran??? enggak kan??? sesama teman juga bisa, apalagi kayak aku dan kamu, kita sudah temenan sejak kecil bahkan sudah seperti saudara.
Bara menekankan kata saudara, lagi lagi untuk membuat Velia percaya kalau ia memang benar benar sudah berubah, dan tidak lagi mengharapkan cinta nya.
"Iya juga sih, aku pesenin makan ya?? mau apa??"
"Apa saja terserah, atau samain punya kamu aja Vee."
"Oke, sebentar...mumpung mbaknya belum ke sini."
Bara mengangguk, ia membiarkan Velia untuk menemui pelayan restoran dan memesan makanan untuk nya, dan ia akan menelpon seseorang.
Tak lama, Velia kembali dengan membawa dua buah piring yang berisi aneka macam seafood yang memang sengaja ia pesan.
"Selamat makan, tapi belum aku bayar ya....nanti bayarin.", ujar Velia dengan tersenyum senang.
Siang ini ia akan makan sepuasnya, dan tidak perlu mengeluarkan uang, karena akan meminta traktiran Bara.
__ADS_1
Bara tersenyum, yah....Vee sudah kembali seperti dulu lagi, Velia teman kecilnya yang tidak canggung untuk meminta traktiran makan.
Bara malahan senang, bahkan kalau sekarang Vee minta rumah atau mobil sekalipun...Bara tidak menolaknya.
"Pasti, tenang saja ... aku yang traktir."
"Yes .... gitu donk!! sejak kamu menjabat jadi CEO, aku enggak penjara kamu traktir kan??", ujar Vee manja dengan bahasa tubuh nya yang sangat menarik dan mempesona.
"Iya....salah sendiri, kamu pakai ngilang segala selama dua tahun, coba kalau enggak....aku bakalan traktir kamu terus."
"Hmm kalau aku enggak ngilang, mana mungkin kamu akan mencariku,....pasti nya kamu diam saja.", ujar Vee dengan senyuman.
"Ah iya ... lagipula kalau kamu enggak ngilang,. aku juga enggak tau bagaimana perasaan kamu dan juga perasaan aku kan hahaha....."
Mendengar ucapan Bara, Vee memanyunkan bibir nya...malu campur bagaimana gitu. Andai ia bisa kembali ke beberapa tahun yang lalu, pastinya ia memilih untuk tidak akan mencintai Bara.
"Hahahaha...jangan begitu, aku hanya bercanda...lagipula kita sekarang sudah seperti dulu lagi kan, ", Vee mengangguk.
Ia membenarkan ucapan Bara, dan tidak memperpanjang lagi urusan perasaan yang mungkin belum kelar.
...****...
"Mau pulang??", tanya Bara yang melihat jam di tangan nya.
Ia juga memikirkan kesehatan Vee, bukan karena Vee lemah dan sakit sakitan, tetapi... karena Bara tidak mau Vee kenapa kenapa.
"Iya....aku capek, sudah kenyang juga. Tapi kamu bayar dulu ya??"
Bara mengacak rambut Velia. "Pasti, tunggu dulu."
Bara tersenyum kemudian meninggalkan Vee untuk membayar makanan yang sudah di makan nya.
Sementara Bara membayar, Vee berdiri dari duduknya...ia menunggu Bara di luar restoran.
"Velia....", panggil seorang wanita dengan menggandeng anak kecil berusia kurang lebih dua tahun itu.
"Meli....."
Vee mendekati Meli dan mereka berdua berpelukan. Rasanya sangat kangen banget seperti tidak bertemu lama.
"Astaga....padahal kita satu kampus, tetapi...mengapa tidak pernah ketemu.", ucap Melia setelah melepaskan pelukan nya.
"Kamu benar, kamu sih...sok sibuk sekarang ... jadi aku enggak punya temen deh...", jawab Vee dengan mencubit pipi gembul balita cantik dan menggemaskan.
__ADS_1
"Hahaha ... kamu bisa saja. Yah .. beginilah kalau sudah menjadi emak emak....kamu nanti merasakan sendiri. Aku kuliah saja seperti dikejar kejar anjing, berangkat paling belakang tapi pulang nya paling cepat. Tapi nikmati aja lah...."
"Iya juga ya....cuma berdua saja??", tanya Vee yang hanya melihat Meli dengan anak nya saja
"Sama Dio juga, tapi ke toilet sebentar. Kalau kamu?? sama Gery?? mana??"
"Bukan Gery, tapi sama aku."
Bara yang sudah selesai membayar, langsung mencari Velia...Dan ternyata ia melihat Vee mengobrol dengan Meli, mantan pacar nya
"Astaga ..ngagetin aja, kalian??"
Meli menggelengkan kepala nya, ia mengira kalau Vee ada hubungan dengan Bara saat ini.
"Kita tidak sengaja bertemu, dan makan bareng...", jawab Vee cepat, ia tidak ingin Meli berpikir yang macam macam.
"Oh kirain....."
Tatap Meli masih berada di antara Bara dan juga Velia, rasanya ada sesuatu yang ia tangkap dari Bara.
"Yank......"
Dio yang baru saja dari toilet, menghampiri istri dan anaknya, yang ternyata malahan bertemu dengan teman lama.
"Eh Lo juga ada di sini Bro..."
Ujar Dio. Mata Dio juga sedari tadi menyorot ke arah Bara dan juga Vee, dan pikirannya juga sama seperti pikiran Meli.
"Kali gitu kita ngobrol berdua saja yuk Vee, di taman bermain... sembari jagain Orin main.",
Vee mengangguk, ia juga kangen pengen ngobrol dengan Meli agak lama, karena selama ini tidak ada yang diajakin ngobrol selain Brisa yang lewat sambungan udara.
"Nanti kalau sudah selesai kabari saja yank, aku sama Bara mau ngopi juga, kalian nikmati waktunya saja."
Dio membiarkan anak dan istri nya bersama dengan Velia, ia juga akan ngobrol dengan Bara siang ini.
"Kamu sama Bara??"
Meli sudah tidak sabar untuk menanyakan apa yang menggandeng di dalam benaknya sedari tadi. Tentu saja melihat Vee dan Bara bersama , padahal ia sudah mendengar rencana pernikahan Vee dengan Gery bulan depan.
"Masih sama seperti dulu, kita hanya teman rasa saudara, dan kamu jangan punya pikiran yang aneh, aku masih sama Gery.", ujar Vee menjelaskan.
Ia tidak mau kalau Meli salah paham ketika melihat dirinya dengan Bara bersama.
__ADS_1
"Syukur kalau begitu, aku kira kamu sudah pindah haluan...padahal aku denger dari Dio, bulan depan kamu akan menikah dengan Gery, dan sumpah banget...aku sempat kaget tadi saat melihat Bara dengan kamu, pikiran ku sudah macam macam."