Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Ke kantor Gery


__ADS_3

"Kamu jangan aneh Bar, kemarin kamu sudah menyetujui nya, tetapi...kenapa sekarang berubah??"


Velia kesal setengah mati, apa apaan Bara pagi ini. Sungguh benar benar laki laki yang plin plan, padahal kemarin tidak ada masalah dan menyetujui nya ..bahkan dengan syarat Bara ikut, dan itu tidak masalah untuk Velia, tetapi.. pagi ini.


Velia menggeleng dan menatap tajam wajah Bara, membuat Bara tersenyum karena merasa gemas sendiri, buka malahan ketakutan.


"Aku hanya khawatir saja, kalau Gery bawa kabur kamu, hari ini kamu cantik banget sayank...."


Memang yang ada di dalam pikiran nya seperti itu, bukan hanya hari ini saja..... tetapi kemarin juga saat Velia meminta ijin nya, sebenarnya.....Bara juga berat untuk mengiyakan.


"Jangan macam macam deh, aku kan sudah bilang...tidak ada yang perlu kamu khawatir kan lagi...aku hanya ingin bertemu, itupun hanya memberikan undangan dan juga mengembalikan cincin nya saja....", ujar Velia lagi dengan mengusap dadanya, rasanya ia ingin memukul laki laki yang ada di depannya.


Lagi lagi Velia kesal, pagi pagi sudah dibuat jengkel dengan calon suami nya, dan alasan nya hanya itu saja. Males, dan bosan mendengar ucapan Bara


"Oke ... oke, aku antar...dan jangan lama lama ...."


Akhirnya Bara mengalah, ia lebih memilih menurunkan egonya daripada membuat Velia marah marah, dan berujung batalnya pernikahan yang akan diselenggarakan besok.


Velia mengangguk, ia memang tidak akan lama lama untuk bertemu dengan Gery, bukan nya tidak mau... tetapi..ia sendiri tidak sanggup untuk melihat sekaligus menata wajah Gery.


Velia masuk ke dalam mobil tanpa mengajak Bara, yang membuat Bara sedikit kesal namun juga tersenyum. Laki laki itu sudah terbiasa dengan sikap Velia yang jutek dan kadang kadang menyebalkan.


Baik Velia dan juga Bara sudah berada di dalam mobil. Bara yang sudah siap dan akan memasang kan sabuk pengaman nya, melirik sekilas ke arah Velia yang hanya diam saja dan juga tanpa memasang sabuk nya ..


Bara menggeleng, kemudian ia mendekati tubuh Velia, yang membuat Vee merinding seketika.....kaget pastinya karena tiba tiba Bara sudah berada di samping nya . Velia juga takut kalau Bara melakukan perbuatan yang tidak tidak.


"Mau apa kamu Bar??"


Velia yang kageet, langsung saja menahan tubuh Bara...wanita cantik itu sudah siap siaga untuk memberikan pukulan kepada Bara, jika Bara berbuat macam macam.


"Jangan takut, aku hanya ingin memasang kan sabuk pengaman saja...."


Velia tidak menolak, ia pun menurunkan tangan nya karena sudah mendengar alasan Bara. Melihat ekspresi Velia yang sudah tenang...Bara segera mengambil sabuk pengaman dan memasangkan nya.


Klik ..


Sabuk pengaman sudah terpasang, tetapi...Bara masih betah berada di depan tubuh Velia, rasanya candu sekali, tetapi...ia sudah janji untuk tidak menyentuh Velia hingga sah besok.

__ADS_1


'Aku harus menahan nya....'


Cup


Bara mencium kening Velia dengan sangat lama dan penuh kasih sayank. Yah, yang mampu ia lakukan adalah hanya itu saja ...


"Aku sangat mencintai kamu, Velia...."


Velia hanya menganggukkan kepala nya saja, untuk mambalas cinta Bara, walau pun itu hanya diucapkan di bibir saja, Velia belum bisa melakukan nya.


"Aku anter ya....."


"Iya, Bar....."


Bara melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Gery, di dalam perjalanan... mereka berdua sama sama terdiam, tidak ada yang berbicara atau berinisiatif untuk bicara terlebih dahulu.


Velia larut dengan pikirannya masing masing, mencoba tenang dan menata hatinya, sementara Bara....laki laki itu juga tidak tau apa lagi yang mau di bicarakan dengan Velia....dan mencoba untuk memberi kesempatan Velia untuk memikirkan apa yang sedang dipikirkan Velia.


Beberapa menit kemudian, mobil yang di kemudikan Bara sudah sampai di depan kantor Gery, ia melihat Velia hanya diam saja sembari memegang undangan dan kotak kecil berwarna merah.


"Mau aku temenin masuk ke dalam?"


Karena Bara melihat Velia hanya diam saja dan tidak bergerak sedikit pun, padahal Velia tau kalau sudah sampai di tempat tujuan.


"Oh...tidak perlu Bar...aku hanya sebentar saja..."


Velia kaget, karena tadi sempat tidak fokus, karena memikirkan tentang pertemuan nya dengan Gery nantinya.


Yah, Vee sengaja memang tidak menghubungi Gery...bukan ingin memberikan kejutan, tetapi...ia tau dak sanggup untuk menghubungi Gery lagi.


"Aku turun dulu...."


Velia membuka sabuk pengaman nya, ia menarik nafas dalam dalam dan menguatkan hatinya.


"Aku tunggu di sini...."


Tidak mungkin Bara meninggalkan Velia sendiri an, meskipun ia tidak ikut masuk ke dalam kantor, tetapi....ia akan menunggu Velia di depan kantor saja ...

__ADS_1


Velia mengangguk, ia tidak mau menghabiskan waktu untuk berdebat dengan Bara, dan membiarkan laki laki itu untuk menunggu nya


Velia turun dari mobil, tampaklah dua orang satpam yang tersenyum manis padanya, lalu membukakan pintu.


"Selamat pagi Non Velia...."


Sapa pak satpam yang sudah tau siapa wanita cantik yang ada di depannya.


"Pagi Pak ...", jawab Velia sopan.


"Silahkan langsung naik ke atas saja Non....", ujar Pak Satpam itu lagi


Pak Satpam paham siapa yang baru masuk ke dalam kantor nya, karena setaunya...Velia adalah calon istri dari Bosnya, maka dari itu....ia membiarkan Velia untuk langsung naik ke atas, ke ruangan Gery.


Tidak tau saja kalau diantara Velia dan Gery sudah putus, bahkan ini adalah terakhir kalinya Velia menginjakkan kakinya di kantor ini.


Dengan senyuman manisnya, Velia masuk dan menuju ke lift. Wanita cantik itu langsung saja menekan tombol untuk ke lantai atas.


Ting ...


Pintu lift terbuka, Velia segera keluar dari kotak besi dan melangkahkan kakinya menuju ruangan Gery...


"Velia....."


Alex yang kebetulan baru saja keluar dari ruangan Gery, melihat Velia, ia pun menyapa wanita cantik itu


"Kak ...apa Gery ada??"


Tanya Velia, ia sendiri tidak tau apa Gery ada di dalam atau tidak, karena ia tidak menghubungi nya dulu.


Alex menggeleng, "Gery sudah berangkat meeting satu jam yang lalu....mungkin satu jam lagi pulang, kamu enggak menghubungi nya??"


Velia mematung di tempatnya, ia pun menggeleng, karena nyata nya Vee tidak menghubungi nya dulu.


"Oh...tunggu saja di dalam ruangan nya, aku akan menelpon nya, siapa tau bisa dipercepat meeting nya...."


Alex tidak banyak tanya, ia seakan akan tau ada apa Velia datang ke kantor untuk bertemu dengan Gery, apalagi Velia yang tidak menghubungi Gery terlebih dahulu...

__ADS_1


Alex juga paham, dan melihat ke arah Velia yang nampak tidak senang dan tidak semangat, seperti yang Gery alami saat ini.


__ADS_2