
Cukup lama mereka bertiga ngobrol di area parkiran, entah itu obrolan yang penting atau tidak, tetapi....lumayan untuk mengatasi rasa kantuk dan suntuk yang melanda.
"Gue duluan yang Vee, daaa......"
Ucapan dari Sisca, teman baru nya Vee membuyarkan ketiga orang yang masih asik ngobrol enggak begitu jelas.
Dan ketiga nya menoleh ke arah bawah tangga, di mana ada dua orang gadis yang baru saja cipika cipiki untuk berpisah.
Yah , tidak sulit bagi Vee untuk beradaptasi, karena ia adalah gadis yang baik dan juga ramah, apalagi untuk mendapatkan banyak teman, pastinya sangatlah mudah.
Mata Bara melotot sempurna, ia pun menggeleng, mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah, begitu cantik dan mempesona.
Mungkin dulu, mata Bara buta....dan hatinya tertutup rapat, tidak melihat Vee sebagai seorang gadis pada umumnya, dan tidak merasakan kalau gadis itu memendam cinta untuk nya, tetapi....setelah sadar, sayang sekali .... Bara mungkin sudah telat.
Iyah, mungkin....hanya mungkin dan keajaiban yang akan berpihak padanya nantinya.
"Vee ...."
Vee yang dipanggil hanya diam di tempat, tentunya ia masih canggung jika harus menghampiri Bara, terlebih bukan hanya Bara saja, ada dua orang yang mungkin adalah sahabatnya, kalau laki laki itu Vee sudah tau, tetapi.... perempuan nya??
'Apa dia yang namanya Vika, cantik.... tetapi kenapa Bara tidak mau dengan dia??'
Vee tersenyum, bukan caper dan menarik perhatian laki laki lain, tetapi....bukan memang seharusnya kalau bertemu orang itu senyum, supaya tidak dikira sombong.
Bara yang tidak tahan langsung saja mendekat, ia ingin segera membawa Vee dan mengungkapkan isi hatinya, siapa tau bisa merubah keputusan Vee dan meninggalkan Gery.
Kejam rasanya, tetapi....soal hati dan perasaan tidak bisa dibohongi, Bara akan melakukan segala macam cara untuk bisa mendapatkan hati dan tubuh Vee.
"Ayok...aku kenalkan dulu dengan sahabat ku."
Bara menarik tangan Vee, seakan-akan ia tau arah pandang mata Vee yang mengarah ke Vika, Bara tidak mau Vee mengira kalau Vika adalah pacar nya, meskipun diluar sana banyak yang berbicara seperti itu, tetapi kenyataannya tidak.
Vee ikut saja, ia tidak nyaman. dan berusaha untuk melepaskan tangan Bara, tetapi....tidak bisa.
"Ini sahabat aku yang satunya lagi, Vika...."
Bara mengenalkan Vika, sebagai sahabat....yah memang sahabat kan, sahabat yang merangkap sebagai sekertaris Bara ketika di kantor.
"Vika....."
__ADS_1
"Vee...."
Kedua nya saling berjabat tangan, dan tentunya juga saling mendahului, tetapi....jangan khawatirr....tidak ada kebencian di antara mereka berdua, yang ada malahan saling mengagumi satu sama lain.
'Cantik sekali, pantesan Bara tidak bisa move on dari nya.... dibanding sama aku, aku kalah .... Vee memiliki semua nya, semua yang perempuan perempuan tidak punya.', batin Vika.
'Kenapa Bara tidak menyukai nya?? bukannya dia juga sering bersama?? ah....kamu bodoh Bar, Vika gadis yang cantik dan perhatian sepertinya.'
"Tidak salah memang jika Bara jatuh cinta sama lo Vee, sampai dibela belain bolak balik Jakarta Jerman, walaupun enggak ketemu sama lo, dan..... Wow.... memang Lo.... spesial untuk Bara."
"Jangan berlebihan, gue hanya manusia biasa saja, Lo juga cantik.", puji Vee.
"Cantik kalau Bara tidak tertarik juga sama saja Vee hahahaha....."
"Bara memang gila, ngangguran gadis cantik ,pintar dan baik hati seperti Lo. Dan memang seperti nya ...Lo perlu tali yang kuat untuk menarik Bara hahaha....."
Vee membalas setiap ucapan yang dikeluarkan oleh Vika, tidak ada rasa canggung meskipun mereka baru saja bertemu, dan itulah Vee yang cepat beradaptasi dengan orang lain.
"Hmmm bagus ya .... malahan jadi ghibah, aku bawa kesini untuk kenalan dengan sahabat ku Vee, jadi...nanti kalau kamu lihat meski yang sering bersama ku, jangan cemburu ya??"
Ucap Bara serius, tidak ingin Vee cemburu melihat kedekatan Bara dengan Vika.
"Vee, kamu ya??"
"Apa??"
Bagas terkekeh, selama ini tidak ada yang berani dengan Bara, apalagi seorang perempuan. Tetapi....lihat Vee yang berani berucap dan juga sedikit menantang Bara, membuat Bagas ingin bertepuk tangan sekuat kuatnya.
"Kita pergi Vee....."
Vee mangangguk, ia juga melihat jam di tangannya, semakin lama beranjak, maka semakin lama saja mereka pulangnya.
"Iku yuk!!", ajak Vee tanpa basa basi.
"Mau sih, tetapi .. tidak diajak oleh Bara.", jawab Bagas mewakili.
"Biarkan mereka ikut lah Bar, lagian kita mau kemana sih?? asik loh kalau ramai ramai."
Bara tidak menjawab, ia langsung saja menarik tangan Vee dan membawa gadis cantik itu pergi meninggalkan kedua sahabat nya untuk menuju mobil lalu bergegas ke suatu tempat.
__ADS_1
"Jangan dilihatin. Move on Vik, seperti nya.... memang Bara tidak akan menyerah, sebelum Lo sakit terlalu dalam karena mencintai seseorang yang tidak mencintai Lo."
Vika mengangguk, "Gue tau....dan gue juga sudah lihat dengan kedua mata gue sendiri, apalagi.... tatapan mata Bara yang memandang penuh cinta kepada Vee, dan gue yakin kalau semua yang dikatakan Bara...tidak main main. Vee begitu sempurna sebagai seorang perempuan."
"Cabut yuk!! kita jalan jalan saja. Jangan sedih, masih ada gue yang akan temani Lo."
Vika mengangguk, setelah melihat kepergian mobil Bara, mereka berdua juga ikut pergi dari kampus, tidak tau mau kemana, yang jelas bukan mengikuti Bara dan juga tidak ke kantor.
...****...
"Kita mau kemana Bar??"
Vee yang sedari tadi hanya diam, kini mulai membuat suaranya, begitu juga dengan Bara yang hanya memandang nya saja, padahal dia sendiri masih menyetir.
"Coba tebak!!"
Bara tersenyum, dengan kembali melihat wajah cantik Vee yang semakin dilihat malahan semakin cantik saja.
"Ogah. Aku bukan anak kecil lagi yang suka main tebak tebakan, aku sudah besar.",
Protes Vee, Bara masih saja menganggap dirinya anak kecil, sama seperti saat dulu masih bersama.
"Hahahaha.... memangnya hanya anak kecil saja yang main tebak tebakan??"
Bara mengulum senyum nya, ia tau saat ini Vee sedang memanyunkan bibirnya, dan itu membuat Bara gemas.
Gadis itu tidak menjawab, seperti nya percuma saja jika ia mengeluarkan suara nya,. dan gadis cantik itu lebih memilih melihat ke jendela, menikmati suasana siang yang tidak begitu panas.
Tetapi, mata nya tiba tiba melotot, setelah...ia sadar dan tau kemana Bara akan mengajaknya.
"Bara kita mau ke----"
"Pantai cinta."
Belum selesai Vee berucap, Bara sudah memotong pembicaraan Vee.
"Hah??? bukannya pantai itu???"
Vee kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Bara, dan ia masih ingat betul tentang pantai cinta., dan tentang ucapan Bara waktu itu.
__ADS_1
'Kita akan kesini lagi dengan orang yang dicinta.'