Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Pertama


__ADS_3

"Kamu yakin dengan keputusan mu itu??"


Tanya Gery menyelidik kepada Velia.


Yah, mereka berdua kini sudah berubah di sebuah cafe di pojokan kota, cafe yang biasanya memang mereka buat untuk nongkrong.


Dan memang suasana siang ini tidak begitu ramai, jadi mereka lebih bebas dan leluasa saling mengungkapkan apa yang akan di ucapkan, dan apa yang mengganjal di hati.


Seperti apa yang semalam sudah di bahas Vee dengan Bunda Rania, kalau dirinya sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Jerman, tentunya tidak banyak alasan, dan alasannya hanya satu....yaitu hanya ingin menghindar dari Bara saja.


Karena ia sendiri sebenarnya tidak ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, apalagi harus meninggalkan Papah Cesa sendiri di Indonesia, meskipun masih ada Opa dan Oma nya yang menemani, tetapi.... karena rasa di dalam hatinya yang semakin lama susah untuk di kendalikan, maka Vee mau tidak mau memutuskan untuk meninggalkan Indonesia.


Vee mengangguk yakin, ia sudah yakin seyakin-yakinnya dengan keputusan nya itu.


"Maaf Ger, bukan niat aku untuk meninggalkan mu, tetapi......"


Shutttt


Gery menutup bibir Vee dengan telunjuknya, seakan akan ia tau apa yang akan di ucapkan oleh kekasihnya.


"Aku paham, dan aku hargai keputusan kamu."


Meskipun berat, tetapi Gery mencoba untuk menerima nya, daripada melihat Vee di sini yang tersiksa batin nya.


Gery bukan laki laki yang bodoh, ia bisa merasakan sesuatu yang ada di dalam hati Vee, namun ia hanya diam saja. Karena Gery percaya.....cepat atau lambat, hati Vee akan menjadi milik nya seutuhnya, meskipun ia harus berjuang sangatlah keras.


Tidak apa, karena Gery benar benar mencintai Vee, bukan hanya cinta monyet yang akan singgah dan pergi begitu saja.


"Kapan kamu berangkat nya???"


"Minggu siang.", Jawab Vee dengan pelan.


Sebenernya ia juga tidak tega untuk menyakiti laki laki yang ada di depannya. Laki laki yang sudah begitu baik padanya dan banyak bersabar untuk nya.


Gery hanya tersenyum, hari Minggu...berarti ia hanya punya waktu sekitar lima hari saja bersama dengan Vee. Rasanya ia ingin mengulur waktu yang lama agar sang pujaan hati tidak begitu cepat meninggalkan nya.

__ADS_1


Dengan pelan-pelan, Vee melepaskan gelang yang diberikan oleh Gery. Ia ingin melepaskan laki laki baik itu, karena empat tahun di Jerman itu bukan waktu yang singkat, ia tidak tau bagaimana di sana dan bagaimana Gery di sini.


Atau mungkin Gery akan menemukan seseorang yang terbaik untuk nya, dan bisa lebih menyayangi dia. Vee ikhlas, karena dirinya yang meninggalkan Gery.


Gery melihat pergerakan tangan Vee yang diam diam ingin melepaskan gelang pemberian nya, dengan cepat Gery menggeleng dan memegang tangan gadis itu.


"No sayank, jangan dilepas. Tetap lah di tempat nya, biarkan di situ."


Vee melongo , kemudian matanya menatap ke arah Gery yang seperti memohon tidak mau ia lepaskan.


"Maaf, bukannya aku tidak sayank kamu Ger, dan bukan kamu tidak baik untukku, tetapi...aku empat tahun di Jerman, itu waktu yang sangat lama, aku takut kalau------."


Lagi lagi Gery menutup bibir Vee dengan telunjuknya, lalu menggeleng. "Aku akan menunggu mu, jangan akhiri hubungan ini. Aku tidak bisa sayank."


Tangan Gery kemudian meraba wajah Velia yang begitu cantik, kemudian menatap tajam mata kekasihnya, mencoba meyakinkan apa yang baru saja ia katakan.


"Tapi...kalau misal di sini kamu menemukan perempuan yang lebih dari aku bagaimana?? aku tidak mau jadi penghalang kebahagiaan kamu Ger."


Gery menghela nafas panjang, ia pun tau apa maksud dari ucapan Vee tadi.


Dan akhirnya Vee luluh juga, ia tidak jadi melepaskan gelang pemberian dari Gery, dan masih mempertahankan hubungan nya.


"Begitu juga dengan kamu. Awas saja, sampai kamu naksir laki laki lain di sana, aku akan menyeret kamu langsung ke depan penghulu.", ujar Gery serius.


"Ih serem...", jawab Vee dengan tertawa yang membuat wajahnya semakin cantik saja.


"Aku serius sayank...jangan bercanda...."


"Dan aku akan menunggu saat itu tiba."


Gery mengambil tangan Vee, kemudian mencium lembut punggung tangan itu, "Aku akan mengunjungi kami satu bulan sekali, atau kalau enggak kuat nahan kangen satu Minggu sekali. Gimana??"


"Ngaco!! enggak sekalian tiap hari saja, atau kamu ikut aku ke Jerman hahahahah......"


Vee yakin kalau Gery tidak bisa, di samping kuliahnya.... perusahaan Papah nya juga sangat penting.

__ADS_1


"Jangan menyindir aku sayank. Sudah tau kalau aku tidak bisa meninggalkan perusahaan Papah, tetapi aku juga tidak bisa meninggalkan kamu. Jadi....sebisa mungkin waktu ku akan aku bagi, kamu dan pekerjaan. Karena kamu penting, perusahaan Papah juga penting.... tentu nya untuk kelangsungan hidup kita nantinya."


Vee mengangguk, ia mengerti apa yang diucapkan oleh Gery dan sudah paham betul.


"Aku anterin pulang ya?? atau mau ikut ke kantor??".


"Pulang lah....maunya sih berdua sama kamu, tetapi...."


"Maaf sayank....nanti malam aku ke rumah, kita dinner dan jalan jalan. Oke."


"Oke...."


Akhirnya, apa yang ada di dalam diri Vee sudah diutarakan kepada Gery, setidaknya.... gadis itu lega jika meninggalkan Indonesia, dengan meninggalkan kekasihnya yang katanya akan tetap setia menunggu nya.


Perjalanan begitu singkat, karena baik Vee maupun Gery bercerita ngalor ngidul dan entah kemana mana lagi, pokonya kedua nya nyambung dan sangat klop sekali.


Hingga, tanpa sadar... Gery sudah menghentikan mobilnya di depan rumah Vee.


"Aku turun ya??", ucap Vee kapada Gery.


Gery tidak menjawab, tetapi ia malahan menarik tangan Vee dan memandang lekat wajah cantik kekasihnya itu.


"Ada apa??"


Seperti nya ada sesuatu yang mau di katakan oleh Gery, yang Vee sendiri tidak tau pastinya apa, karena melihat mata Gery yang begitu tajam menatap nya.


Tangan Gery terulur untuk menyentuh bibir ranum Vee, dan sontak ia tersenyum, sembari meyakinkan dirinya tentang sesuatu yang akan dilakukan nya.


"Boleh??", tanya Gery pelan.


Vee kaget, ia paham apa yang di maksud boleh dengan tangan nya yang masih memegang lembut bibir nya.


Vee mengangguk, entah mengapa ia juga ingin merasakan sentuhan bibir Gery, yang ini akan menjadi ciuman pertama nya. Yah, pertama di bibir Vee.


Gery tersenyum, kemudian mendekat kan wajahnya dengan wajah Vee, begitu sebaliknya...gadis cantik itu juga memejamkan mata ketika sebuah benda kenyal sudah mendarat di bibir nya, dan Vee merasakan hangat nafas Gery yang memburu bersamaan dengan sentuhan sentuhan lembut di bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2