
Gery menarik tangan Vee dan membawa nya menjauh dari Bara. Ia tidak ingin Velia dekat dekat dengan Bar lagi, karena hubungan nya akan terancam nantinya.
"Jangan cemburu yank??"
Vee melihat kearah Gery, dan ia yakin kalau Gery saat ini sedang cemburu.
"Bagaimana aku tidak cemburu, mendengar ucapan dia yang seperti itu?? gila apa dia?? apa dia kurang waras??"
"Sabar!!!"
Vee tersenyum, ia memegang tangan Gery dan mencoba merayu.
"Mana bisa aku sabar, kalau dia masih bersikap dan berucap seperti itu. Aku cemburu....kalau seperti ini, aku tidak bisa menahannya, aku akan segera menikahi kamu."
"Hmmm jangan begitu yank!!"
Gery membuka pintu mobil untuk Vee dan mendorong nya pelan, tentu saja perhatian itu sangat di sukai oleh Vee, yang memang begitu sangat manja dan membutuhkan perhatian.
"Makasih yank."
Gery tersenyum, ia mengacak rambut Velia lalu berlari untuk segera masuk ke dalam kursi kemudi nya.
Sedangkan seseorang laki laki yang masih berada di gazebo, tersenyum sinis.
Ah
xIa tidak menyangka jika kehidupan percintaan nya akan serumit ini, setelah ia di tinggalkan oleh kekasih nya, kemudian kini mencintai tunangan orang lain.
Bara mengepalkan tangannya, tidak terima jika Vee bersama dengan Gery, sungguh sangat tidak akan ikhlas jika Vee bersama dengan Gery.
Ia melihat ke arah mobil Gery yang perlahan lahan sudah meninggalkan area parkiran pantai itu.
"Brengseekkk!!!!"
"Aku tidak terima!!!"
"Veeeeee......kamu hanya milikku.!!"
Teriak Bara, dengan emosi yang menggebu gebu, sungguh....patah hati membuat nya jadi emosi dan marah marah.
Ting
[Bar, Lo...di mana??]
__ADS_1
Ia melihat ponselnya bergetar dan membuka ponselnya, ia hanya membaca saja tanpa membalas pesan dari Bagas.
Bukan sekali saja, tetapi beberapa kali Bagas mengirimkan pesan kepada Bara, tetapi...sama saja Bara tidak membalasnya, hanya membaca saja.
Karena kesal, Bara akhirnya mematikan ponselnya dan menaruhnya di saku.
Ia melempar apa saja yang ada di depannya, dan juga mengambil kerikil kerikil kecil lalu melemparnya ke pantai.
"Hahahaha.....tragis....sungguh tragis nasibku saat ini, tidak ada yang mau dengan ku, apa aku tidak ganteng?? kurang kaya atau memang kurang menarik??"
Hahaha
Seperti orang gila, Bara berteriak juga meracau seperti orang gila, untung saja tidak ada orang di sana, jadi tidak ada yang dijadikan sasaran amarah nya.
Sore pun berganti dengan malam, dan Bara yang masih asik dengan kesendirian nya, melangkahkan kakinya ke parkiran.
Suasana hatinya sangat kacau saat ini, Bara tidak ingin pulang ke rumah dan memilih untuk ke suatu tempat yang bisa membuat hatinya senang.
Laki laki yang otaknya sudah kacau itu, mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi. Ia bahkan tidak perduli dengan umpatan orang orang yang berteriak ke arahnya.
Club Night.
Mobil mewah warna hitam itu sudah berada di depan Club Night, tetapi....laki laki yang berpawakan tinggi dan gagah itu hanya duduk manis di belakang setir kemudi.
Lama menunggu, hingga ia memukul mukul setir kemudi nya, berharap menemukan sesuatu yang bisa menenangkan nya, tetapi... kembali lagi, ingatannya hanya tertuju pada Velia seorang.
Tidak berlama lama, Bara akhirnya turun. Bukan baru kali ini saja, ia masuk ke dalam Club Night, walaupun bukan ia pemilik nya, tetapi..... penjaga dan juga pelayan pelayan di sana, tau siapa Bara.
Bahkan laki laki itu, langsung masuk ke dalam club saja, tanpa perlu menunjukkan kartu akses nya.
Suara dentuman musik keras dan juga beberapa wanita wanita seksiiee menjadi daya tarik di sana, tetapi....itu tidak membuat hati Bara goyah.
"Seperti biasa!!", ucap Bara kepada bartender.
Bartender itu hanya mengangguk, ia tau apa kebiasaan Bara ketika berkunjung di sana.
"Sendirian Bos??"
Bartender itu heran, karena tidak biasa biasanya, sekarang pewaris Buminegara itu kesini sendiri an, dan itu membuat bartender itu seniman bertanya tanya, ada apa gerangan??
"Ya.... seperti yang lo lihat saat ini, gue sendiri."
Bara mengambil gelas dan segera meneguknya minuman yang kadar alkohol nya lumayan tinggi itu.
__ADS_1
Satu teguk dua teguk, bahkan beberapa kali tegukan....hingga membuat kepala nya pusing dan juga mulai kehilangan akalnya.
"Ahhhh..... brengseekkk!!! kamu telah merebut Vee dari ku, dan aku tidak akan tinggal diam!!"
"Hahahaha....... bukannya aku lebih ganteng dari dia!! dan aku pastikan akan mendapatkan kamu sayank....."
Bartender itu hanya mengulum senyum tipis nya, kemudian ia mengambil ponsel dan mengirimkan pesan kepada Bagas, yah....laki laki itu tau kalau Bagas adalah sahabat dari Bara, dan pastinya kan segera ke sini untuk membawa sahabat nya pergi sebelum menjadi santapan wanita wanita nakal.
...****...
Sedari tadi Bagas mondar mandir tidak jelas, ia sudah berkali kali menghubungi Bara, tetapi...tetap saja tidak tersambung, bahkan nomer yang awalnya hidup, akhir nya mati.
Bagas tidak berani mencari ke rumah Bara, tentu saja karena takut dengan Daddy Brylli, dan juga kasihan dengan Mommy Cherry yang pastinya cemas dengan keadaan putra sulung nya.
Sedari tadi Bara juga sudah menghubungi Vika dan juga Gery, tetapi.... mereka tidak tau jawabannya.
Terlebih Gery yang seakan akan acuh dengan kondisi Bara saat ini.
Sudah pulang, Bagas menepikan mobilnya. Ia yang sudah hampir dua jam mencari di mana Bara berada, akhirnya menyerah juga.
Ting.
Satu buah pesan masuk ke dalam ponselnya, Bagas bergegas untuk mengambil ponsel dan membacanya.
Ia menghela nafas, lega sekaligus kecewa dengan tindakan Bara saat ini, ia yakin kalau sahabat nya itu sedang tidak baik baik saja.
"Bara Bara ... sudah aku duga, kamu pasti patah hati kan???"
Setelah mendapatkan informasi dimana Bara berada.....Bagas segera menuju ke tempat lokasi, tidak ingin Bara lama lama di sana, karena akan merusak diirinya nantinya., dan juga kesehatan mata.
Tidak lama, mobil yang di kemudikan oleh Bagas sudah sampai di parkiran club Night.
Bagas melihat mobil Bara yang masih terparkir di sana, dan segera laki laki itu turun dan masuk ke dalam club.
Sama seperti Bara, Bagas juga dengan mudahnya masuk tanpa menunjukkan kartu.
Ketika sudah sampai di dalam, Bagas segera melangkahkan kakinya dan menghampiri Bara, karena ia sendiri sudah tau di mana posisi Bara saat ini.
"Pulang!!", ucapan Bagas tepat di telinga Bara, karena kalau tidak begitu....mana Bara akan mendengar nya.
"Hahaha.....aku mau di sini saja, Gas. Aku tidak mau pulang!!"
Bagas menggeleng, dua tahun bersama dengan Bara, tetapi tidak pernah melihat Bara sekacau ini.
__ADS_1
"Pulang!!! nanti akan gue Carikan gadis cantik yang melebihi Velia."