
Setelah keluar dari ruangan Papah Cesa, Velia segera turun meninggal Perusahaan Aditya untuk menuju tempat yang tidak bisa di temukan oleh siapa pun juga.
Yah, Velia dengan perasaan yang campur aduk saat ini, antara senang dan juga tidak ... melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Ia bahkan tidak perduli nanti sampai sana jam berapa, yang pasti ia akan pelan pelan dan santai saja, jika capek dan mengantuk istirahat.
Apalagi kedatangan Brisa yang masih nanti sore menjelang malam, membuat mantan gadis cantik itu tidak begitu terburu buru, dan malahan menikmati perjalanan ini dengan santai dan seperti tanpa ada beban sedikit pun juga.
"Aku lupa."
Untung saja ia masih berada di parkiran , Vee mangambil ponsel dan mematikan ponselnya...dalam satu Minggu ke depan, ia tidak mau di ganggu oleh siapapun juga, dan pastinya...ia nanti akan mencari nomer baru....untuk menghubungi Papah Cesa saja, supaya tidak khawatirr.
.
.
.
.
Lelah, itu yang dirasakan oleh Velia saat ini, setelah beberapa jam mengendarai mobil, akhir nya sampai juga di sebuah tempat yang sudah menjadi tempat pilihan nya selama satu Minggu ini.
Vee turun dari mobil, lalu buru-buru masuk ke dalam rumah dengan sebelum nya bersantai santai sebentar dengan pengurus rumah yang sudah Vee kenal.
Setelah itu, Vee masuk ke dalam kamar dan mengaktifkan ponsel nya yang tentu saja sudah ia ubah nomernya terlebih dahulu.
Untuk pertama, yang Velia hubungi adalah Papah Cesa, ingin mengabarkan kalau dirinya sudah sampai dengan selamat.
Dan, tentu saja setelah itu menghubungi Brisa, walaupun tidak membalas, setidak nya Brisa sudah tau posisi di mana Velia saat ini.
Sembari menunggu teman kecilnya itu, Velia yang sudah lelah karena perjalanan jauh....tanpa sadar ia menutup mata.
Pelan tapi pasti, mata indah Velia akhirnya terpejam. dan tentu saja tidak ada impian impian indah yang selalu ia sematkan menjelang tidur.
Karena baginya, semua impian indah nya sudah musnah, tinggal kehidupan ke depan yang akan ia jalani nantinya, tentu saja bersama orang lain.
.
.
__ADS_1
.
.
Beberapa jam kemudian...
Tok .... tok ....tok ...
Suara ketukan pintu membuat Velia terbangun dari tidurnya. Entahlah... semenjak kejadian itu, Vee kalau tidur selalu lama, bahkan kalau tidak di bangunin hampir saja tidak bisa bangun tepat waktu.
"Siapa???"
Tidak ada jawaban, yang membuat Vee kesal sendiri dan akhirnya bangun dari tempat tidur nya.
Dengan muka bantal, wanita cantik itu pun membuka pintu dan.....
"Hai........"
Tidak membalas ucapan dari Brisa, Velia langsung saja memeluk Brisa, melepas kerinduan yang sudah lama tidak bertemu....
Begitu juga dengan Brisa, gadis cantik itu juga memeluk erat Velia, yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.
Ucap Brisa setelah ia melepaskan pelukan nya, yang membuat Velia melotot seketika.....
"Hahaha....sensi amat buk, atau jangan jangan sudah ada keponakan aku nih hahahaha....."
"Ngaco!!!!"
Velia menonyor kening Brisa, kemudian mempersilahkan Brisa untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Ke kamar aku dulu, nanti malam baru pindah kamar kamu, ada di sebelah sini....."
Velia merebahkan tubuh nya, rasa lelah dan kantuk masih menyelimuti nya saat ini.
Bukan hanya Velia saja, Brisa juga sama ..ia ikut berbaring di samping Vee.
"Aku tidur sama kamu saja, sebelum kamu tidur sama abangku hahahaha...."
Suka sekali Brisa menggoda calon kakak iparnya itu, hingga lagi dan lagi Velia melototkan matanya ke arah Brisa.
__ADS_1
"Aku sudah tidur dengan abangmu, apa kamu lupa???"
"Astaga....sadis banget....bukan seperti itu....aduh....salah lagi deh aku....."
Kedua gadis cantik itu merebahkan tubuh nya saling menempel, dan keduanya pun akhirnya saling bercerita satu sama lain.
"Sorry ..... enggak bermaksud aku untuk....."
Tidak enak saja Brisa melihat wajah Vee yang kelihatan masih jutek , dan Brisa tau kalau Velia juga tidak menginginkan pernikahan dengan saudara kembar nya itu.
"Tidak apa, memang kenyataannya begitu. Aku sudah tidur dengan Bara, bahkan abangmu itu sudah meniduri ku berkali kali, entahlah...apa yang ada di pikiran nya....hingga dia tega memperlakukan aku seperti ini....."
Melihat Vee yang meneteskan air mata nya, Brisa kembali memeluk Velia. Tidak tega melihat teman nya itu bersedih, apalagi...semua karena saudara kembar nya sendiri.
"Jangan sedih, ada aku di sini....dan bukannya....kita ke sini mau bersenang senang, happy happy......"
"Iya, aku lupa....maaf......"
Velia melepaskan pelukan Brisa, ia jadi tidak enak karena tujuan utamanya ke sini itu untuk senang senang bukan ada acara tangisan...
"Tapi sebelum nya, aku ingin mendengar cerita lebih lengkap dulu....."
Yah, Brisa belum sepenuhnya mendengar cerita tentang abangnya yang berhasil memperkosanya Velia.
"Iya....."
Hingga akhirnya, sore menjelang malam itu....Velia menceritakan tentang kejadian beberapa hari yang lalu, di mana Bara sudah berhasil merenggut kesucian nya, dan membuat hidup nya kelam seketika.
Brisa menggelengkan kepala nya, sedih dan juga senang mendengar cerita Velia.
Di satu sisi, melihat Vee saat ini yang terpuruk, Brisa tidak tega.....gadis itu tau bagaimana Vee mencoba untuk tersenyum di depan nya dan juga mencoba untuk menerima semua yang terjadi, meskipun Brisa tau....di dalam hati kecil Velia masih ada nama Gery, bahkan Brisa sudah melihat jelas di mata Vee.....kalau Vee masih sangat mencintai laki laki yang masih berstatus pacar Vee itu.
Tetapi, di sisi lain....Brisa sangat senang , manakala mendapatkan kakak ipar seperti Velia, yang baik dan buruknya Brisa pun sudah tau dari dulu.
Dan tentu saja, keputusan saudara kembar nya itu untuk menikahi Vee, di setujui oleh Brisa, meski tanpa ada kejadian seperti itu, Brisa pun berharap kalau abangnya menikah dengan Velia, dan ternyata.....memang doa nya dan juga doa Mommy Cherry terkabulkan.
"Jangan sedih lagi....jujur Vee, saat kamu telepon aku kemarin, aku begitu kaget dan tidak menyangka dengan apa yang sudah dilakukan oleh abangku, tetapi....setalah bertemu dengan kamu dan mendengar cerita dari kamu....aku baru sadar kalau memang Bara sengaja melakukan ini, karena dia tidak ingin kehilangan kamu yang tambah cantik saja ...."
"Itu yang selalu di ucapkan oleh Bara, bahkan dia tidak meminta maaf kepadaku atas kesalahannya, dan menganggap kalau dia memang tidak bersalah, karena dia sengaja melakukan nya......", ucap Vee yang mengingat ingat kalau Bara sama sekali tidak meminta maaf, bahkan Bara sendiri yang mengatakan kalau tidak kan meminta maaf, karena memang dia tidak salah dan sengaja melakukan itu.
__ADS_1
"Gila itu orang!!! otaknya sudah konslet rupanya, awas saja kalau ketemu.....", ucap Brisa geram.