
"Aku percaya sama kamu."
Cup
Gery mencium kening Vee, kemudian mereka bergandengan tangan lagi menuju ke kelas nya, karena sempat terjeda dengan ucapan Bara yang meminta waktu kepada Velia.
Sementara Bara, ia memejamkan mata. Masih berada di belakang pasangan yang lagi mesra mesranya itu, sungguh....hatinya sesak, ia cemburu melihat Gery dengan terang terangan mencium kening Vee di depan matanya.
Bara jadi teringat tentang ciuman panas yang ia lakukan bersama Vee di mobil dua tahun yang lalu, dan itu adalah ciuman pertama nya dengan Velia, setelah itu gadis itu pergi tanpa pamit.
Hufff.... seharusnya Bara tidak berada di belakang, Bara memang bodoh, harus nya meninggalkan Vee dan Gery, dan tidak melihat adegan yang membuat hatinya panas, tetapi.... entahlah....Bara seakan akan masih tidak rela jika Vee bersama dengan Gery, meskipun Gery adalah laki laki yang baik.
"Kuatkan hati Lo!!", bisik Bagas.
"Berisik, Lo belum tau gimana rasanya jatuh cinta."
"Jatuh cinta dengan tunangan orang?? hahahaha....."
Bagas mengibaskan tangannya, lelah juga di rasa kalau harus mengikuti Bara, sudah di kantor sama, dan ini dikampus juga.
Bagas merasa kalau sahabatnya sudah tidak apa apa, ia pun lekas meninggalkan Bara. Jujur saja, melihat Gery dan Vee sangat mesra, ia pun jadi iri dan ingin segera mencari pacar.
"Ini kelas kamu yank?? masuklah.... kabari aku kalau sudah selesai."
Cup
Sekali lagi, interaksi Gery terlihat oleh Bara, dan membuat laki laki itu geram dan mengepalkan tangan nya, namun sebisa mungkin Bara akan tahan dan tidak menggunakan kekerasan.
"Iya yank, nanti aku kabari."
Vee tersenyum manis, tentunya membuat setiap laki laki terpesona dengan senyumannya, terlebih Gery yang sudah menaruh hati kepada gadis cantik yang semakin cantik itu sejak duduk di bangku SMA.
"Aku ke kelas dulu, masih satu lantai...dan kelasku ada di pojokan. Semangat belajar nya.!!"
Tangan Gery terulur untuk mengacak rambut Vee, yang membuat laki laki di belakang nya iri dengan perlakuan manis yang dilakukan Gery.
Bara juga ingin melakukan seperti itu, memberikan kasih sayang tulus untuk Vee, menggantikan waktu selama dua tahun yang ia buang sia sia, dan juga selama menjadi teman Vee yang tidak paham dengan perasaan gadis itu.
Setelah Gery pergi, Vee masuk kelas... tetapi....Bara tiba tiba ikut masuk ke dalam, bukan menuju ke kelasnya.
__ADS_1
"Loh, kenapa kamu ke sini Bar?? bukannya kelas kamu ada di sana?? barang Gery??"
Vee tidak nyaman, karena ia anak baru yang kini malahan bersama dengan Bara, sosok laki laki dingin t
yang tidak tersentuh oleh siapa pun, bahkan tersenyum pun enggan. Tetapi.... masalah wajah, jangan di ragukan lagi, pesona Bara memang luar biasa, sebelas dua belas dengan Gery.
Sontak saja mereka yang ada di dalam kelas memandang aneh kepada Velia, siapa Velia dan bagaimana bisa dekat dengan Bara??
Tetapi Bara tidak peduli apapun, kalau ia bisa membawa Vee saat ini juga, pasti akan dilakukan nya, tetapi....untuk saat ini itu tidak mungkin.
"Aku kangen."
Dua kata yang keluar dari bibir Bara, membuat jantung Vee berdetak, bohong kalau Velia tidak kangen dengan teman masa kecil, teman bermain, teman ngobrol bahan teman berantem. Mereka sejak kecil sudah bersama, bahkan sebelum keduanya lahir.
Sebenarnya Vee juga ingin mengatakan kalau dirinya juga kangen dengan Bara, tetapi....Vee tidak mau kalau Bara malahan salah paham dan langsung memeluknya, tentunya itu akan menjadi masalah yang sangat besar itu untuk nya.
"Bar, sebaiknya kamu keluar deh. Sorry aku enggak nyaman, seperti nya fans mu banyak banget sampai sampai melihat kita seperti ini."
"Tapi Vee, aku masih ingin bersama kamu, aku kangen kamu , dan Aku-------"
Vee sengaja menghentikan ucapan nya, ia tahu kemana arah tujuan Bara, tidak mau semakin membuat laki laki itu mengharapkan nya, karena hatinya benar-benar tidak bisa dikondisikan.
"Nanti kan kita ketemu, aku selesai kuliah jam 11, tunggu aku diparkiran saja."
Haduh.... Bara sudah berubah, dulunya yang kalau bicara kasar, sekarang lembut banget, apa cuma dihadapan Velia saja?? Entahlah.
"Maaf.... seperti nya tidak perlu, lagian aku sudah menyetujui nanti ketemu sama kamu, sama saja kan??"
"Tidak.", jawab Bara cepat.
Vee bahkan tidak mau memberikan nomer telpon nya, dan itu berarti memang gadis itu tidak mau diganggu oleh lainnya.
"Dan sebaiknya kamu pergi, sebelum aku usir!!"
Bara melotot, ternyata gadis kecilnya yang dulu penurut, kini malahan bisa mengancam.
"Kamu??"
"Apa?? mau di usir??"
__ADS_1
Bukannya marah, Bara malahan terkekeh geli....lucu melihat ekspresi Vee yang seperti itu, kucing manis yang tiba tiba berubah menjadi singa galak, tentu nya tidak membuat Bara takut.
"Oke Oke, aku pergi cantik, dan jangan lupa nanti siang, ada beberapa hal yang harus kita bicarakan."
Vee mengangguk, walau rasanya tidak nyaman, tetapi.... memang harus segera diselesaikan.
"Aku pergi sayank....love u."
"What???"
Vee kaget, tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Bara, setaunya Bara mencari nya hanya karena ini ingin curhat dan meminta penjelasan, kenapa Vee pergi secara tiba tiba, tetapi....apa itu tadi??.
"Aku tidak bercanda, dan aku mencintaimu.", bisik Bara tepat di telinga Vee, setelah itu Bara meninggalkan kelas Vee dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Vee mematung, rasanya ini tidak mungkin. Kalau saja Bara mengatakan itu pa dulu diirinya belum menerima Gery, tentu nya Vee akan dengan senang hati menerima Bara menjadi kekasih nya, bahkan tidak menolak ataupun membatalkan Perjodohan itu, tetapi....kini semua sudah berubah.
Vee sudah mempunyai Gery, dan cinta Vee ke Gery bukan hanya sekedar lewat atau untuk pelampiasan saja, tetapi .... memang murni dari dalam hatinya.
'Maafkan aku Bar, aku tidak bisa membalas cinta kamu.'
"Hey....., kenalin gue Sisca."
Suara Sisca mengagetkan Velia, ia bergegas untuk menoleh ke samping, karena ada teman nya yang mau berkenalan dengan nya.
"Velia, panggil saja Vee."
"Oke Vee, Lo anak baru kan??", Vee mengangguk.
"Mau berteman dengan gue??"
Vee mengangguk lagi, jelas saja Vee mau, tidak mungkin diirinya nanti terus menerus nempel dengan Gery.
"Mau donk. ", jawab Vee lagi.
"Oke.... berarti kita temenan ya??"
"Dan satu lagi, bukannya gue mau ikut campur, tapi sumpah...gue kepo banget kenapa Lo bisa kenal dengan Bara??"
"Oh...Bara...dia dan gue teman kecil, kita dari kecil sudah bersama, tetapi....lulus SMA kemarin gue ke Jerman, dan baru balik seminggu yang lalu, dan baru ketemu Bara sekarang."
__ADS_1
"Pantesan kelihatan dekat banget. Kamu beruntung Lo!!"
"Beruntung??"