Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Jawab Jujur


__ADS_3

Jakarta, Indonesia.


Vee masih berada di dalam ruangan Papah Cesa dengan Gery yang masih tetap setia menunggu nya.


"Minum dulu, aku tadi belikan minuman kesukaan kamu."


Vee mengambil minuman itu dari tangan Gery dan meminum nya sampai kandas.


"Mau lagi?? atau mau aku belikan makan??", Vee menggeleng.


"Makasih, ini saja sudah cukup."


Bukan hanya minuman yang di berikan oleh Gery, banyak camilan yang sudah Gery sediakan.


"Sama sama, apapun akan aku lakukan untuk kamu sayank."


Gery menarik tangan Vee dan membawa nya ke dalam dekapannya. Mencurahkan semua isi hati dan perasaan ya, kalau dirinya benar benar mencintai Velia.


"Nanti malam pulang ya??? kamu juga butuh istirahat.", ujar Vee kemudian, ia masih mendekap tubuh Vee.


Velia menggeleng, "Aku bobok sini saja, mau jagain Papah."


"Tapi yank??"


Vee menggeleng lagi, "Please....aku sudah lama enggak bertemu dengan Papah, jadi biarkan aku di sini, lagi pula tempat nya sangat nyaman yank...."


Velia memelas, membuat Gery tidak tahan dengan muka melas yang sengaja Vee tunjukkan.


"Dasar ngeyelan. Ya sudah, aku juga ikut nemenin kamu."


"Eh....mana bisa begitu. Kamu pulang saja, besok harus ke kantor kan?? dan ke kampus??"


"Gampang sayank, dan jangan mikir yang enggak enggak, sudah aku bilang kalau aku tidak akan melangkah lebih jauh kecuali peluk dan cium kamu. Aku tidak akan merusak kamu, sebelum waktunya. Dan kamu bisa pegang janji aku."


Vee tersenyum, lagi lagi ia merasa ada seseorang yang perhatian kepada nya kecuali keluarga, memang Vee tidak salah pilih karena sudah menambatkan hatinya kepada Gery, meskipun tidak lah gampang ia memasukkan nama Gery di dalam hatinya.

__ADS_1


"Makasih yank. Makasih banget. Maaf jika aku telat menyadari betapa kamu benar benar mencintai aku."


Cup


Gery mencium kening Vee, "Tidak ada yang terlambat, memang ... tidak semua cinta itu bisa datang dengan cepat, ada juga yang melalui proses yang sangat panjang dan lama, tetapi.... percayalah...aku tidak akan pernah bosan menunggu kamu untuk halal jadi milikku."


Gery melepaskan dekapannya, lalu memandang wajah cantik Vee, dengan menyelipkan rambut Vee ke belakang telinga.


"Aku mau nanya sama kamu yank, tapi please...kamu jangan marah ya??"


Gery ingin menanyakan sesuatu yang selama ini mengganjal di dalam hatinya, ia juga memegang tangan Velia, dan berharap kalau gadis nya ini tidak akan marah.


"Tanya apa?? aku janji enggak marah."


"Oke....aku mau nanya, maaf bukannya aku enggak percaya sama kamu, cuma ini yang mengganjal di benak ku. Sayank....jika kamu bertemu dengan Bara gimana??"


Pelan-pelan dan dengan tangan nya yang masih menggenggam lembut tangan Vee, supaya kekasihnya itu tidak marah.


Hahahaha


"Kenapa?? kamu cemburu??"


Gery mengangguk, "Aku cemburu, tetapi bukan masalah cemburu nya, aku hanya ingin tau saja. Dan mengapa kamu tidak menjawab, tetapi malahan tertawa."


Cup


"Jangan kesal dan cemberut begitu. Kamu mau tau jawabannya??", Gery mengangguk cepat.


"Aku jawab, tapi belikan aku es krim ya??"


"Tentu sayank, jangankan es krim, hati aku saja untuk kamu."


"Gombal!!"


"Beneran."

__ADS_1


"Hmm....siapkan hatimu yank, takut nya kamu enggak kuat nahan nya.",


Vee mencoba membuat hati Gery dag dig dug, tentu saja ia tidak akan mengecewakan Gery, dan apa yang dirasakan ini tulis dari dalam hatinya.


"Hmm kalau aku ketemu Bara?? biasalah paling juga peluk."


"Yank??"


"Hmm jangan marah dulu, kamu kan tau, aku dan dia sudah temenan sejak kecil, dan selam dua tahun ini...aku benar benar sudah menganggap dia sebagai saudara ku, dan... pastinya aku senang donk, karena kita lama enggak bertemu."


Gery masih diam, entah mendengar jawaban dari Vee mendadak mood nya menjadi berubah.


"Hei....kenapa gantian kamu yang diam saja, kamu marah?? jangan marah yank,...hatiku sudah untuk kamu, lagian aku tidak mungkin merusak rumah tangga orang kan??"


"Kalau seandainya Bara belum menikah, gimana??", tanya Gery lagi.


"Belum menikah?? maksud kamu??"


"Oh...hanya seandainya saja. Misalkan gitu yank??"


Tidak mungkin Gery mengatakan yang sebenarnya, ia masih takut kalau Vee berpaling dari nya.


"Yah aku tetap milih kamu lah yank, aku sudah cinta sama kamu, dan aku juga sudah sayang banget sama kamu, kecuali kalau kamu ninggalin aku dan selingkuh dari aku, aku akan mengejar Bara kembali."


Jawab Vee jujur, memang saat ini hatinya sudah ada nama Gery, dan tidak ada perasaan apapun untuk Bara.


Tidak ada lagi Vee yang menangis karena Bara, dan tidak ada Vee yang sakit hati ketika melihat Bara berdua dengan kekasih nya.


"Alhamdulillah...aku senang denger nya yank...dan aku akan menjaga cinta kita, aku janji tidak akan menyakiti kamu."


"Hmmm gombal lagi, siapa tau pas aku di Jerman kamu punya gebetan lagi yank??"


"Auh ... sakit yank.", keluh Vee kesakitan karena hidung mancung nya di cubit Gery.


"Habisnya kamu ngeselin yank, mana bisa aku berpaling dari kamu. Kamu sudah menjelma menjadi gadis yang sangat cantik, dan aku tidak bisa berpaling."

__ADS_1


Gery kembali menarik tubuh Vee, dan memeluk erat kekasih yang sangat dicintainya, tidak perduli bagaimana Bara akan merebut Vee, Gery tidak akan menyerah.


__ADS_2