Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Satu Jam


__ADS_3

Dilain tempat....


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia juga melihat ke arah Velia yang terus menangis tanpa berhenti.. ia tau...apa kesalahannya, tetapi....inilah yang diharapkan.


Merebut Velia dari Gery dan menikahi nya, itulah yang ada di benaknya dulu hingga saat ini, sebelum benar-benar Velia sah untuknya, Bara tidak akan tenang.


Sepanjang perjalanan, baik Velia maupun Bara tidak saling membuka mulut, Velia dengan tangisan nya, sedangkan Bara....ia tidak tau lagi apa yang harus dikatakan oleh nya, karena semua masalah diirinya penyebab nya....


Sungguh, kalau bisa mendapatkan Velia dengan cara yang baik baik dan tidak menyakiti Velia, akan Bara lakukan... tetapi sayang sekali....tidak ada car lain selain seperti ini, dan Bara tidak menyesal.


Mobil Bara sudah sampai di pantai, pantai dengan suasana yang berbeda, di mana baik Bara maupun Velia belum pernah ke sana, dan ini adalah pertama kalinya mereka di pantai itu


"Turunlah...kamu bisa meluapkan semua nya, tetapi..aku hanya memberikan kamu waktu satu jam saja, selebihnya..aku tidak ingin melihat kamu menangis."


Bukan nya tidak ingin berlama lama di pantai, tetapi...untuk saat ini....tidak mungkin, di samping hati Velia yang tidak baik baik saja, besok pagi adalah hati pernikahan, dan akan di selenggarakan sampai malam....karena banyaknya tamu undangan yang datang.....


Bara tidak mungkin membiarkan calon istri nya kelelahan, apalagi menangis memikirkan kisah yang telah usai.....


Dan inilah satu satunya cara, Bara membawa Velia ke pantai...untuk meluapkan apa yang masih mengganjal di dalam hati Velia, meskipun hanya sebentar saja.


Bara ingin membuka pintu, tetapi...tangan nya di pegang oleh Velia, yang membuat Bara menoleh seketika.


"Temani aku....", ucap Velia.


Pada akhirnya Velia membuka suara nya, ia pun meminta Bara untuk menemani nya ke pantai....


Tentu saja Bara mengangguk, dengan senang hati laki laki itu akan menemani Velia.


"Ayok!!"


Ajak Bara setelah ia tersenyum manis kepada Velia. Bara membuka pintu mobil nya, begitu juga dengan Velia, dan mereka sama sama keluar dari mobil.


Velia melihat ke sekeliling pantai, ia merasa ada yang aneh dengan keadaan sekitar, sama sekali ia belum pernah ke pantai ini, apa mungkin benar??? atau memang Velia yang lupa...atau bagaimana...

__ADS_1


"Ini pantai baru, kita belum pernah ke sini, dan aku yakin...kamu juga belum kan??"


Bara seperti tau apa yang dirasakan oleh Velia, sedari tadi...Bara memperhatikan Velia tanpa berkedip....


"Benar, aku belum pernah ke sini...."


Velia melangkahkan kakinya untuk mendekati bibir pantai, lantai yang sangat indah....tidak beda dengan pantai yang pernah ia kunjungi baik dengan Bara atau pun dengan Gery.


Bara yang melihat Velia semakin dekat dengan bibir pantai, langsung mengikuti nya...bahkan laki laki itu lari karena takut kalau Velia berbuat nekad...


"Tidak usah lari, tenang saja...kali ini aku tidak bodoh, aku juga tidak akan bunuh diri...."


Velia tersenyum, lebih tepatnya mengejek Bara yang mengkhawatirkan dirinya.


Yah, ia akui....Bara memang sangat lah perhatian....sama seperti dulu waktu masih sekolah dan karena itu...Velia jatuh cinta dengan Bara, disamping Velia dan Bara sudah dekat sejak kecil...


Tetapi, rasa itu perlahan lahan sirna, terganti dengan perhatian Gery yang lambat laun membuat Velia akhirnya menyerah untuk mencintai Bara dan beralih membuka hatinya ....hingga saat ini, di dalam hati Velia masih ada nama Gery, dan entah sampai kapan itu...


Tetapi, Velia juga harus menjaga Bara, seseorang yang akan menjadi suaminya besok pagi.


Bara sedikit lega, meskipun hatinya masih was was dan ia harus tetap waspada dan tidak boleh lengah, bukannya tidak percaya dengan Velia, tetapi.... tetap saja...Bara harus jaga jaga dan terus memperhatikan Velia.


"Jangan takut, aku tidak akan macam macam, aku hanya ingin menenangkan pikiran ku saja...."


Velia mengambil batu kecil, kemudian melemparkan nya ke pantai. Ia lalu tersenyum... seperti biasa yang dilakukan nya, tetapi...


Bara yang melihat ada sesuatu yang beda, aneh saja... biasanya Velia selalu berteriak, tetapi kenapa saat ini tidak.


"Kamu tidak berteriak sayank??", Velia menggeleng.


"Sudah aku katakan, aku hanya ingin menenangkan diri saja, lagipula.. teriak teriak capek dan tidak mengembalikan seperti sedia kala , aku besok tetap menjadi istri mu kan??"


Bara mengangguk, ia kemudian meraih tubuh Velia dan memeluk nya.... memberikan ketenangan untuk calon istri nya.

__ADS_1


"Aku janji, akan membahagiakan kamu sayank...."


"Harus, dan aku akan menagih janji itu kalau kamu ingkar...."


"Tidak akan..."


Velia seperti sudah berdamai dengan keadaan, menerima Bara menjadi suaminya, bukan berarti Velia sudah mencintai nya, ...bukan nya tidak mencintai Bara, tetapi...belum, dan akan Vee lakukan.


Dan memang benar apa yang dikatakan oleh Bara, ia sudah mencintai dulu nya, jadi...untuk kembali mencintai nya lagi rasanya tidak lah susah, namun Velia butuh waktu saja.


Bara senang mengikuti kemanapun Velia melangkah, bahkan....laki laki itu tidak banyak bertanya tentang pertemuan nya dengan Gery, meskipun ada banyak tanya di benaknya....tetapi melihat Velia saat ini, Bara mengurungkan niat nya, ia tidak mau membuat Velia kembali menangis.


"Aku tadi menunggu Gery, ketika aku sampai di lantai atas, hanya ada Kak Alex saja, karena Gery sedang meeting."


. Terjawab sudah, mengapa Velia lama sekali ia atas, bukan Bara yang bertanya tetapi...Velia sendiri yang buka suara, dan saat ini Bara lega karena apa yang dipikirkan olehnya tidak terjadi.


"Kamu tidak menelpon atau memberi tahukan sebelum nya kalau mau ke sana??", Velia menggeleng.


"Aku memang sengaja, karena hanya memberikan undangan dan juga mengembalikan cincin...."


"Dan maaf telah membuat kamu menunggu lama, maaf juga aku lupa kalau kamu tadi masih menunggu ku", lanjut Velia lagi dengan melangkahkan kakinya berjalan mengelilingi bibir pantai..


"Tidak masalah sayank, aku juga tidak punya pekerjaan, semua sudah aku serahkan kepada Bagas, begitu juga dengan undangan...."


Velia mengangguk, ia menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Bara.


"Bar, boleh nanti malam aku pulang ke rumah?? jangan berpikir yang tidak tidak, aku hanya ingin tidur bersama Oma dan juga Bunda, Brisa juga....kamu tidak perlu khawatir. .ada Brisa yang selalu menjaga ku...."


"Tapi yank..."


Jelas saja Bara takut, apalagi besok pagi adalah hari pernikahan nya, bagaimana kalau Velia di bawa kabut Gery?? atau Gery datang diam diam nanti malam??, itu yang ada di pikiran Bara saat ini, masih tidak tenang sebelum sah menikahi Velia.


"Jangan menolak, aku ingin bersama dengan mereka, tidur dengan mereka, sebelum aku tidur dengan kamu setiap harinya...."

__ADS_1


Glekkk


Mendengar ucapan Velia, Bara tersenyum...tidak menyangka kalau Velia akan mengatakan seperti itu.


__ADS_2